Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Januari 2026

Daftar SMA Negeri di Provinsi Jawa Barat Tahun 2026


Bandung (BHC) -
Sejak alih kelola satuan pendidikan jenjang SMA, SMK dan SLB dari kabupaten/kota ke provinsi, Provinsi Jawa Barat belum banyak menambah unit sekolah baru (USB).

Alih kelola dari kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi terjadi pada tahun 2017.

BACA JUGA : Ini Daftar SMA Terbuka di Jawa Barat Tahun 2025 

Hingga Tahun Ajaran 2025/2026 ini Provinsi Jawa Barat telah membangun beberapa SMA, SMK dan SLB Negeri. Untuk SMA Negeri yang sudah terbangun adalah :

  1. SMA Negeri 14 Kota Depok (Tahun 2020)
  2. SMA Negeri 15 Kota Depok (Tahun 2020)
  3. SMA Negeri 1 Cisalak, Kabupaten Subang (Tahun 2020)
  4. SMA Negeri 1 Panumbangan, Kabupaten Ciamis (Tahun 2021)
  5. SMA Negeri 1 Binong, Kabupaten Subang (Tahun 2021)
  6. SMA Negeri Depok, Kabupaten Cirebon (Tahun 2022)
  7. SMA Negeri 1 Tengah Tani, Kabupaten Cirebon (Tahun 2022)
  8. SMA Negeri 11 Tasikmalaya (Tahun 2025)
  9. SMA Negeri 1 Kutawaringin, Kabupaten Bandung (2025)
  10. SMA Negeri 1 Pasir Jambu, Kabupaten Bandung (2025)
  11. SMA Negeri 1 Pondok Salam, Kabupaten Purwakarta (2025)
  12. SMA Negeri 3 Jonggol, Kabupaten Bogor (Tahun 2025)
  13. SMA Negeri 1 Kemang, Kabupaten Bogor (Tahun 2025)
  14. SMA Negeri 1 Cibitung, Kabupaten Sukabumi (Tahun 2025)
  15. SMA Negeri 1 Sidamulih, Kabupaten Pangandaran (Tahun 2025)

Sedangkan SMA yang dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial adalah :

  1. SMA~Sekolah Rakyat Menengah Atas 11 Bandung 
  2. SMA~Sekolah Rakyat Menengah Atas 12 Bogor
  3. SMA~Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi
  4. SMA~Sekolah Rakyat Menengah Atas 14 Bandung Barat
  5. SMA~Sekolah Rakyat Menengah Atas Terintegrasi 4 Sumedang
  6. SMA~Sekolah Rakyat Menengah Atas Terintegrasi 16 Bandung
  7. SMA~Sekolah Rakyat Menengah Atas Terintegrasi 17 Cimahi

Minggu, 18 Januari 2026

Daftar SLB di Jawa Barat Tahun 2026

400 SLB


Kota Bandung (BHC) -
Provinsi Jawa Baratmemiliki 400 Sekolah Luar Biasa yang tersebar di 27 kabupaten/kota. 60 sekolah diantaranya merupakan SLB Negeri. Selebihnya masih dikelola oleh swasta.

Hampir semua kabupaten/kota memiliki SLB Negeri. 

Namun, jika dihitung berdasarkan daerah, maka Kabupaten Bandung paling banyak memiliki SLB, yakni sebanyak 46 SLB. Kemudian disusul Kota Bandung 44 SLB, Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang masing-masing memiliki 36 SLB.

Dan Kota Sukabumi merupakan daerah yang memiliki paling sedikit SLB, yakni hanya 4 SLB saja. SLB termasuk kategori Pendidikan Khusus.

Berikut Daftar SLB Negeri dan Swasta di Provinsi Jawa Barat Tahun 2026;

Sabtu, 17 Januari 2026

Ini Jumlah Sekolah di Provinsi Jawa Barat Per Januari 2026

63.846 Sekolah

Sekolah di Jawa Barat Tahun 2026


No

Status

Sekolah

PAUD

SD

SMP

SMA

SMK

SLB

PKBM

SKB

 

Jumlah

30.405

19.605

6.238

1.896

2.912

400

2.364

26

1

Negeri

208

16.894

2.025

530

289

60

0

26

2

Swasta

30.197

2.711

4.223

1.366

2.623

340

2.364

0

Sumber, Dapodik, Kemendikdasmen, Januari 2026

Kota Bandung (BHC) - Provinsi Jawa Barat menjadi urutan ke-2 yang memiliki sekolah terbanyak dari 38 provinsi yang ada di Indonesia. Data per 17 Januari 2026, jumlah sekolah di Provinsi Jawa Barat mencapai 63.846 sekolah dari 444.281 sekolah di seluruh Indonesia.

Sedangkan jumlah sekolah di Provinsi Jawa Timur sebanyak 67.527 sekolah, setara dengan 15,19%.

Dan sekolah di Jawa Barat persentasenya dengan Nasional menjadi 14,37%.

Sekolah yang dimaksud termasuk, layanan PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. Juga sudah termasuk PKBM dan SKB.

Jika didasarkan pada sekolah dalam persebaran di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, maka Kabupaten Bogor menjadi daerah terbanyak memiliki sekolah dengan jumlah 6.710 sekolah (10,50%) dan yang paling sedikit berada di Kota Banjar sebanyak 359 sekolah (0,56%).

Untuk persentase antara sekolah negeri dan sekolah swasta di Jawa Barat adalah, 20.022 sekolah negeri  (31,35%) dan 43.824 sekolah swasta (68,65%).

Sabtu, 27 Desember 2025

SMK Swasta Terfavorit di Jawa Tahun 2025


Kota Bekasi (BHC) -
Beberapa SMK Swasta di pulau jawa memiliki jumlah murid diatas 1.000 orang. Hal ini menunjukkan betapa sekolah tersebut menjadi incaran calon peserta didik baru dan tidak lagi tergantung pada sekolah negeri.

Fenomena tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak 5 tahun terakhir. Selain di SMK Swasta, juga terjadi pada SD Swasta. Peserta didik pada jenjang ini sudah memastikan bahwa sekolah swasta (SD & SMK) tidak lagi menjadi pilihan ke-2 dalam SPMB.

Mereka sudah mantap memilih SMK Swasta Favorit dan SD Swasta Favorit.

Untuk jenjang SMK Swasta Favorit pilihan utama peserta didik lebih pada kepastian dalam penyaluran kerja sesuai dengan jurusan atau keahlian yang diambil saat bersekolah. Sekolah di SMK memang ditujukan bagi tenaga terampil siap kerja.

Semakin banyak murid pada swasta, tentu semakin favorit sekolahnya.

Jika memiliki murid 1.000 orang, itu artinya SMK tersebut telah memiliki minimal 27 rombongan belajar, dan rata-rata  tiap jenjang memiliki 9 rombel. Dan setiap rombel memiliki 36 murid.

Sabtu, 06 Desember 2025

Kondisi Pendidikan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2024

7.674 Murid Putus Sekolah


Kota Bandung (BHC) -
Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi di Indonesia yang memiliki jumlah peserta didik terbanyak. Pada Tahun Ajaran 2024/2025, jumlah peserta didik di Provinsi Jawa Barat mencapai 9.388.048 murid.

Dan ada 7.674 murid yang dinyatakan Putus Sekolah. Dengan rincian 5.189 murid SD, 1.276 murid SMP, 286 murid SMA, 785 murid SMK, dan 98 murid SLB.

Senin, 24 November 2025

PPPK Paruh Waktu di Jawa Barat Tahun 2025

185.129 Sudah Peroleh NIP


Bandung (BHC) -
Kantor Regional III BKN Bandung sudah menyelesaikan sebanyak 185.129 NIP PPPK Paruh Waktu dari 188.697 yang dinyatakan peserta tahun 2025.

Itu artinya 98,1% proses NIP PPPK Parug Waktu di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten sudah selesai dilaksanakan.

Ada 147.096 orang yang diusulkan masuk proses NIP. Hingga per November 2025, beberapa daerah di Jawa Barat sudah melantik PPPK Paruh Waktu.

Berikut Tabel 1.1. PPPK Paruh Waktu di Jawa Barat Tahun 2025:

Minggu, 23 November 2025

Sumur Resapan

Resapan Air Hujan

Kota Bekasi (BHC) - Seringkali kita menyalahkan pemerintah, jika kita terkena bencana baik bencana banjir, longsor dan bencana seperti gunung meletus dan tsunami,

Untuk bencana hidrometeorologi yang disebabkan oleh alam, hal yang harus segera dilakukan tentunya pemulihan alam yang sudah rusak, terutama di kawasan hulunya.

Sedangkan di wilayah tengah dan hilir bolehlah melakukan normalisasi atau naturalisasi, dan sebaiknya menghindari "betonisasi" hehehe ini pendapat saya ya...

Jumat, 31 Oktober 2025

Kalender Pendidikan di Jawa Barat November-Desember 2025

10-21 November Tes Kompetensi Akademik (TKA)


Bandung (BHC) -
Tahun 2025 tersisa 2 bulan lagi, yakni bulan November dan bulan Desember. Biasanya pada akhir tahun, selain pelaksanaan ujian semester, juga menuju libur akhir tahun dan tahun baru.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sudah menetapkan Kalender Pendidikan untuk bulan November dan Desember 2025.

Berikut Kalender Pendidikan Tahun 2025 :

Rabu, 29 Oktober 2025

Daftar Sekolah dan Madrasah Berdasarkan Desa di Kabupaten Bekasi Tahun 2025

4.372 Sekolah/Madrasah


Kota Deltamas (BHC) -
Sebanyak 3.620 sekolah sudah berdiri di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat per Nopember 2025. Sedangkan jumlah madrasah di Kabupaten Bekasi mencapai 752 lembaga. Sehingga total jumlah sekolah dan madrasah saat ini menjadi 4.372 lembaga.

Dan hanya 893 sekolah negeri. 

Ditinjau dari layanan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendominasi di Kabupaten Bekasi yang mencapai 1.990 lembaga, setara dengan 45,51%. PAUD yang dimaksud sudah termasuk 994 TK, 554 KB, 20 TPA, 91 SPS, dan 331 RA.

Dalam pembahasan kali ini, Bilqis Haura Consultant akan menyajikan sebaran sekolah dan madrasah di 187 desa/kelurahan di Kabupaten Bekasi. Sekolah yang dimaksud adalah TPA, KB, TK, SPS, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB pada pendidikan formal.

BACA JUGA : Sebaran Sekolah dan Madrasah Berdasarkan Kelurahan di Kota Bekasi Tahun 2025

Sementara yang masuk pendidikan non formal diantaranya, PKBM dan SKB. Dan ditambah dengan madrasah yang terdiri dari RA, MI, MTs, dan MA.

Minggu, 26 Oktober 2025

Ini Dapodik SMA Swasta di Kota Bekasi Tahun 2025

80,50% Swasta


Kota Bekasi (BHC) -
Jenjang SMA, SMK dan SLB sebenarnya menjadi tanggung jawab provinsi. Namun, murid nya masih wilayah sekitar Bekasi, sehingga perlu dimenej dengan baik.

Berdasarkan data dapodikdasmen, Kemendikdasmen pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026, jumlah SMA di Kota Bekasi sebanyak 118 SMA. Terdiri dari 23 SMA Negeri dan 95 SMA Swasta. 

Tahun Ajaran 2025/2026 ini ada penambahan 1 SMA, yakni Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Kota Bekasi. Sekolah ini diinisiasi oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia yang menjadi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk menampung siswa miskin ekstrem di wilayah sekitar Bekasi.

Berdasarkan Dapodikdasmen, SRMA 13 Kota Bekasi memiliki 139 murid, 4 rombongan belajar, 20 guru, 7 tenaga kependidikan dan juga tersedia 9 ruang kelas.

SRMA 13 Kota Bekasi berada di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Margahayu, Bekasi Timur. Sehingga sebenarnya jumlah SMA Negeri yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sebanyak 22 SMA Negeri.

Berikut Tabel 1.1. Dapodik SMA di Kota Bekasi Tahun 2025:

Dapodik SMA Negeri/Swasta di Kota Bekasi Tahun 2025

No

Status  

Dapodik SMA

Sekolah

Murid

Rombel

Guru

Tendik

Ruang Kelas

 

Jumlah

118

50.433

1.508

2.796

698

1.703

1

Negeri

23

26.542

704

1.193

354

607

2

Swasta

95

23.891

804

1.603

344

1.096

Sumber : Dapodikdasmen, Kemendikdasmen, diolah PT Bilqis Haura Consultant, 2025

Selasa, 14 Oktober 2025

Daftar PKBM dan SKB di Kota Bogor Tahun 2025


Kota Bogor (BHC) -
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKMB adalah layanan pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh swasta atau yayasan atau badan hukum lainnya.

Sedangkan pendidikan non formal lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah adalah SKB (Sanggar Kegiatan Belajar).

Ada juga pendidikan non formal sebelum pendidikan dasar, yaitu Layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diselenggarakan untuk usia 0-6 tahun. 

Di Indonesia layanan PAUD ada yang berbentuk TK, RA, KB, TPA, SPS, TPQ, dan sejenisnya.

Berdasarkan Dapodikdasmen pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026, jumlah PKBM dan SKB di Indonesia mencapai 11.431 lembaga. Terdiri dari 10.832 PKBM dan 509 SKB. Jawa Barat sendiri memiliki 2.338 PKBM dan 26 SKB.

Untuk Kota Bogor sudah memiliki 49 PKBM dan 1 SKB.

Senin, 13 Oktober 2025

Daftar SD, SMP, SMA dan SMK di Kota Bogor Tahun 2025


Kota Bogor (BHC) -
Kota Bogor saat ini memiliki 1.006 sekolah yang terdiri dari 242 sekolah negeri dan 762 sekolah swasta.

Layanan Pendidikan Anak Usia Dini menjadi penyumbang terbanyak lembaga pendidikan di Kota Bogor. Saat ini lembaga PAUD di Kota Bogor sebanyak 387 lembaga. Terdiri dari 159 TK, 21 KB. S TPA, dan 205 SPS.

Jumlah layanan PAUD setara dengan 38,46%.

Kemudian diikuti layanan SD sebanyak 270 lembaga (26,83%), SMP 132 lembaga (13,12%), SMA 56 lembaga (5,56%), SMK 101 lembaga (10,03%), 10 SLB dan 50 PKBM/SKB.

Sedangkan persentase sekolah negeri mencapai 24.05%, sisanya sebanyak 75,95% merupakan sekolah swasta.

Senin, 18 Agustus 2025

Ini Kampus Di Jawa Barat Tahun 2025


Kota Bandung (BHC) -
Kota Bandung dan Bandung Raya merupakan tempat perguruan tinggi paling banyak berdiri di Provinsi Jawa Barat.

Bandung Raya adalah termasuk wilayah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Di Jawa Barat juga menjadi salah satu daerah yang memiliki perguruan tinggi negeri di Indonesia. Termasuk Universitas Indonesia (UI) dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) di Kota Depok. Namun, kedua perguruan tinggi ini masih masuk ke LLDIKTI Wilayah 03 Jakarta.

Semua kabupaten/kota di Jawa Barat sudah memiliki perguruan tinggi.

Sabtu, 09 Agustus 2025

Syarat Izin Pendirian SMA Swasta di Jawa Barat Tahun 2025


Bandung (SMA) -
Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi kewenangan provinsi. Sehingga semua proses izin pendirian dilakukan di provinsi.

Sebelum mengajukan izin, terlebih dahulu menyelesaikan perizinan awal yang dibutuhkan, diantaranya;

  • KKPR
  • Izin Lingkungan
  • IMB/PBG/SLF
  • BPJS Ketenagakerjaan

Nah, setelah menyelesaikan semua persyaratan, barulah mengajukan Izin Pendirian SMA ke Provinsi Jawa Barat melalui DPMPTSP Jawa Barat.

Berikut Syarat Izin Pendirian SMA Swasta di Jawa Barat Tahun 2025;

Jumat, 08 Agustus 2025

SMA Terbuka di Jawa Barat Tahun 2025

Pada Tahun Ajaran 2025/2026 ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tetap membuka SMA Terbuka (SMATer)


Kota Bandung (BHC) -
SMA Terbuka (SMATer) adalah program pendidikan alternatif bagi peserta didik pada jenjang sekolah menengah atas. Program ini ditujukan bagi murid yang tidak dapat mengikuti pembelajaran secara reguler karena berbagai kendala, seperti keterbatasan ekonomi, geografis dan waktu.

Tujuan utamanya untuk menjaring usia sekolah agar dapat meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) utamanaya pada jenjang pendidikan SMA, terutama bagi mereka peserta didik yang kesulitan mengakses pendidikan formal.

SMATer menggunakan pola pendidikan jarak jauh dan mandiri dengan tatap muka terbatas di tempat kegiatan belajar (TKB) yang bisa berupa ruang kelas, masjid/mushola dan tempat umum lainnya. Biasanya SMA Terbuka memiliki kurikulum sendiri, namun tetap mengacu dan dikontrol oleh SMA Induknya.

SMA Terbuka merupakan masih bagian dari SMA Reguler, bukan satuan pendidikan baru, bukan juga pembukaan ruang kelas baru, dengan seluruh proses pembelajaran diawasi oleh sekolah induknya.

Senin, 04 Agustus 2025

Daftar TPA di Provinsi Jawa Barat Tahun 2025


Bandung (BHC) - Masih ada 21 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Jawa Barat dikelola secara serampangan. Pengelolaan sampah menurut Undang-Undang Nomor 18 tentang Pengelolaan Sampah mencakup 2 aspek utama, yaitu pengurangan sampah dan penanganan sampah.

Pengurangan sampah meliputi pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang, dan pemanfaatan kembali sampah. 

Sedangkan penanganan sampah meliputi menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya dan pemeliharaan sarana dan prasarana persampahan.

Sedangkan di TPA, masih banyak yang melakukan penanganan dengan open dumping. Padahal hal ini sudah tidak lagi direkomendasikan.

Selasa, 22 Juli 2025

SMA Paling Berprestasi di Jawa Barat Tahun 2025


Kota Depok (BHC) -
Hore... jika dihitung prestasi sekolah jenjang SMA, maka SMA paling berprestasi di Provinsi Jawa Barat berada di Kota Depok, yaitu SMA Avicena Cinere.

Tercatat sebanyak 856 SMA di Jawa Barat yang memiliki prestasi. Prestasi yang dimaksud adalah Prestasi Olahraga; Riset dan Inovasi; dan Seni Budaya.

Untuk se Indonesia, sebanyak 8.699 SMA tercatat memiliki prestasi yang sama. Jika di persentasi maka hanya 9,84% SMA di Provinsi Jawa Barat yang berprestasi.

Namun, jika dihitung hanya untuk Jawa Barat saja, yang saat ini Provinsi Jawa Barat memiliki 1.857 SMA Negeri/Swasta, maka yang memiliki prestasi sebanyak 46,09%.

SMA Avicena Cinere yang memperoleh prestasi terbanyak di Jawa Barat hanya mampu diurutan ke-52 se Indonesia. 

Berikut SMA Paling Berprestasi di Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 :

Sabtu, 21 Juni 2025

Hasil SPMB Tahap I SMA Negeri di Kota Depok Tahun 2025


Kota Depok (SPMB) -
Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Tahap I di Provinsi Jawa Barat sudah diumumkan. 

SPMB Tahap I terdiri dari Jalur Domisili, Afirmasi, dan Mutasi. Daya tampung yang diperoleh kursinya pada SPMB Tahap I 70%, 

Dengan rincian Jalur Domisili 35%, Jalur Afirmasi (KETM & Murid Berkebutuhan Khusus) 30%, dan Jalur Mutasi (Mutasi & Anak Guru) sebesar 5%.

Pelaksanaan 10-23 Juni 2025. 

Berikut Hasil SPMB Tahap I Jenjang SMA Negeri di Kota Depok Tahun 2025 :

Kamis, 19 Juni 2025

Hasil SPMB Jalur Persiapan Kelas Industri Jenjang SMK Negeri di Kota Depok Tahun 2025

Kota Depok (SPMB) - Di Kota Depok, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat hanya memiliki 4 SMK Negeri dengan 19 jurusan/keahlian.

Dari Hasil Seleksi Jalur Persiapan Kelas Industri, hanya 319 kursi yang tersedia.