Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2026

Hasil SPMB SMK Negeri Sekolah Maung Tahun 2026


Kota Bandung (BHC) -
Ada 13.638 calon siswa yang mendaftar di 12 SMK Negeri Sekolah Manusia Unggul (MAUNG) Provinsi Jawa Barat Tahun Ajaran 2026/2027.

Sedangkan daya tampung keseluruhan mencapai 7.872 kursi.

98% Jalur Kompetensi Akademik tidak terisi karena pendaftar nol. 

Yang paling banyak mendaftar dari Jalur Kompetensi Akademik Rapor.

Hasil SPMB SMA Negeri Sekolah Maung (Manusia Unggul) Tahun 2026


Kota Bandung (BHC) -
Hasil SPMB Sekolah Maung sudah diumumkan per tanggal 08 Juni 2026 pada pukul 10.00 wib. Daftar ulang juga sudah berakhir antara tanggal 09-10 Juni 2026.

Total jumlah siswa pendaftar pada 40 Sekolah Maung (bukan 41) menjadi 38.478 orang. Sedangkan daya tampung atau kuota yang disediakan sebanyak 18.272 kursi.

Untuk Sekolah Manusia Unggul (MAUNG) jenjang SMA Negeri terdapat 28 SMA Negeri dengan jumlah pendaftar sebanyak 24.840 orang dan daya tampung secara keseluruhan mencapai 10.400 kursi. 

Ada 4 jalur dalam pemilihan Sekolah Maung, yaitu, Jalur Potensi Akademik (10%), Kompetensi Akademik Rapor (50%), Kompetensi Akademik Kejuaraan (20%), dan Kompetensi Nonakademik (20%).

Sabtu, 13 Juni 2026

SPMB SMA, SMK Jawa Barat Tahun 2026

Sudah Dimulai 29 Mei 2026


Kota Bandung (BHC) -
Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tingkat SMA Negeri dan SMK Negeri di Provinsi Jawa Barat sudah dimulai sejak 29 Mei 2026. 

Ada 4 jalur SPMB jenjang SMA dan SMK, diantaranya jalur Domisili, Afirmasi, Prestasi dan Mutasi. SPMB SMA dan SMK di Provinsi Jawa Barat dilaksanakan dalam 3 tahap. Tahap awal adalah Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB, kemudian SPMB Tahap I dan SPMB Tahap II.

Pendaftaran SPMB Tahap I akan dimulai pada 15-19 Juni 2026. Sebelumnya sebanyak 40 SMA/SMK Negeri sudah terlebih dahulu melaksanakan SPMB Sekolah Maung (MANUSIA UNGGUL).

Rabu, 10 Juni 2026

Daftar SMA Negeri di Provinsi Jawa Barat Tahun 2026


Bandung (BHC) - Sejak alih kelola satuan pendidikan jenjang SMA, SMK dan SLB dari kabupaten/kota ke provinsi, Provinsi Jawa Barat belum banyak menambah unit sekolah baru (USB).

Alih kelola dari kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi terjadi pada tahun 2017.

BACA JUGA : Ini Daftar SMA Terbuka di Jawa Barat Tahun 2025 

Hingga jelang SPMB Provinsi Jawa Barat Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah SMA yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencapai 1.917 SMA. Terdiri dari 540 SMA Negeri dan 1.377 SMA Swasta.

Selasa, 09 Juni 2026

Ini SMK Swasta Favorit di Provinsi Jawa Barat Tahun 2026


Kota Bekasi (BHC) -
Provinsi Jawa Barat memiliki 2.914 SMK. Terdiri dari 290 SMK Negeri dan 2.624 SMK Swasta.

Bila prestasi atau favorit sebuah SMK Swasta dilihat dari banyaknya murid, maka SMK Swasta Terfavorit di Provinsi Jawa Barat adalah SMK Bina Karya Mandiri di Kota Bekasi. Saat ini memiliki murid sebanyak 4.668 orang.

Jurusan yang ditawarkan oleh SMK BKM ini mmeiliki jurusan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Audio Video, Teknik Alat Berat, Teknik Bisnis dan Sepeda Motor, Teknik Kenderaan Ringan, dan Teknik Komputer Jaringan.

BACA JUGA : Daftar SMA dan SMK Swasta Favorit di Jabodetabek Tahun 2026

Nah...apakah SMK kamu masuk SMK Swasta Favorit di Jawa Barat?

Senin, 08 Juni 2026

Wah wah wah.... Kuota Sekolah Maung Dikurangi Demi Memenuhi Target Pelamar


Kota Bekasi (BHC) -
Ada yang unik di SPMB Sekolah Maung Jawa Barat, agar terlihat normal dan memang Unggulan, daya tampung yang awalnya banyak, kini disesuaikan dengan jumlah pendaftar yang ada.

Hal ini terjadi di beberapa Sekolah Maung.

Seperti yang terjadi di SMA Negeri 1 Bekasi misalnya, hingga akhir pendaftaran catatan Bilqis Haura Consultant, awalnya jalur potensi akademik pendaftar 15 orang dan kuota 38 kursi. Tapi saat ini sudah berubah menjadi pendaftar 25 orang dan kuota 25 orang.

Sabtu, 06 Juni 2026

Peringkat SMA Swasta di Jawa Barat Menurut Jumlah Siswa Tahun 2026


Bandung (BHC) -
Salah satu ciri sekolah swasta menjadi favorit adalah terlihat dengan banyaknya murid. Nah, hal ini paling terkait dengan pilihan calon peserta didik memilih sekolah. 

Dari 1.917 SMA Swasta di Provinsi Jawa Barat, beberapa SMA Swasta menjadi Favorit siswa untuk belajar menuntut ilmu. Umunya, mereka memilih sekolah swasta yang sudah memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang baik dan biaya pendidikan tidak terlalu mahal alias terjangkau.

Terlihat sekolah tersebut rata-rata berada di Perkotaan seperti Bandung Raya dan Bodebek saja. Sisanya hanya sangat sedikit.

Hanya 296 SMA Swasta yang tercatat memiliki siswa minimal 300 orang. Dan 15 SMA Swasta diantaranya memiliki siswa lebih dari 1.000 orang.

Jumat, 05 Juni 2026

Daftar SMA Swasta di Provinsi Jawa Barat Tahun 2026

Cibinong (BHC) - Provinsi Jawa Barat telah memiliki 1.917 SMA. Terdiri dari 540 SMA Negeri dan 1.377 SMA Swasta. 

Belum termasuk yang Unit Sekolah Baru (USB) yang belum mmeiliki Izin Operasional Sekolah dan NPSN.

Daerah terbanyak memiliki SMA adalah, (1) Kabupaten Bogor = 246 SMA, (2) Kota Bandung = 152 SMA, (3) Kabupaten Garut = 144 SMA, (4) Kabupaten Bekasi = 134 SMA, (5) Kabupaten Bandung = 128 SMA, (6) Kota Bekasi = 121 SMA, (7) Kabupaten Cianjur = 112 SMA, dan (8) Kabupaten Sukabumi = 102 SMA.

Sisanya dibawah 100 SMA. Dan paling sedikit Kota Banjar cuma memiliki 4 SMA saja.

Kamis, 04 Juni 2026

Daftar SLB di Jawa Barat Tahun 2026

402 SLB


Kota Bandung (BHC) -
Provinsi Jawa Baratmemiliki 402 Sekolah Luar Biasa yang tersebar di 27 kabupaten/kota. 60 sekolah diantaranya merupakan SLB Negeri. Selebihnya masih dikelola oleh swasta.

Hampir semua kabupaten/kota memiliki SLB Negeri. 

Namun, jika dihitung berdasarkan daerah, maka Kabupaten Bandung paling banyak memiliki SLB, yakni sebanyak 46 SLB. Kemudian disusul Kota Bandung 44 SLB, Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang masing-masing memiliki 36 SLB.

Dan Kota Sukabumi merupakan daerah yang memiliki paling sedikit SLB, yakni hanya 4 SLB saja. SLB termasuk kategori Pendidikan Khusus.

Berikut Daftar SLB Negeri dan Swasta di Provinsi Jawa Barat Tahun 2026;

Daftar SMA Swasta Kerjasama Penerima Siswa Miskin dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2026


Kota Bandung (BHC) -
Provinsi Jawa Barat saat ini memiliki 5.221 SMA/SMK/SLB. Terdiri dari 1.906 SMA, 2.913 SMK, dan 402 SLB.

Dari jumlah tersebut hanya 879 SMA/SMK/SLB Negeri yang setara dengan 16,83%. Jika dirinci lagi terdapat 530 SMA Negeri, 289 SMK Negeri, dan 60 SLB Negeri.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027 ini terdapat penambahan 13 USB SMA Negeri dan 4 USB SMK Negeri. Tetapi dengan jumlah tersebut layanan pemerataan pendidikan terutama terhadap siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu belum maksimal di Sekolah Negeri.

Karenanya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan SMA Swasta untuk menyelesaikan persoalan akses pemerataan pendidikan.

Senin, 01 Juni 2026

Pendaftar Sekolah Maung Jenjang SMK di SPMB Tahun 2026

Dari dari 13 SMK Menjadi 12 SMK


Kota Bekasi (BHC) -
Pendaftaran Sekolah Maung sudah ditutup hingga 29 Mei 2026. Saat ini sedang dilakukan verifikasi dan validasi dokumen hingga 2 Juni 2026.

Pengumuman dilakukan 8 Juni 2026.

Sedianya peserta Sekolah Maung sebanyak 41 SMA/SMK Negeri. Tetapi, belakangan SMK Negeri Manusia Unggul di Purwakarta tidak jadi diikutsertakan, sehingga peserta berkurang menjadi 40 Sekolah Maung.

Dengan rincian 28 SMA Negeri dan 12 SMK Negeri.

Secara umum, pendaftar cukup menjanjikan. Tetapi, jika dipersempit menurut jalur, 3 jalur di jenjang SMK Negeri tidak memenuhi kuota sesuai dengan daya tampung yang disediakan.

Seperti Jalur Potensi Akademik, Jalur Potensi Akademik Kejuaraan dan Kompetensi Non Akademik ternyata jauh dari harapan.

Untuk Jalur Potensi Akademik misalnya dari 791 daya tampung yang tersedia, pelamar calon murid baru cuma 23 orang, setara dengan 2,90%. Artinya ada 768 kursi (97,1%) kosong melompong tanpa pelamar. 

Dan pelamar Kompetensi Akademik Kejuaraan cuma 31 orang (1,96%) pendaftar, padahal kuota yang disediakan mencapai 1.580 kursi. Akhirnya mubajir kursi Kompetensi Akademik Kejuaraan mencapai 1.549 kuris yang setara dengan 98,04% kursi tersisa.

Juga termasuk pada Jalur Kompetensi Non Akademik yang pendaftarnya cuma 943 orang (59,68%), padahal daya tampung yang tersedia sebanyak 1.580 kursi. Dengan demikian tersisa kursi tanpa pelamar sebanyak 637 kursi (40,32%).

Prestasi Tertinggi Sekolah Maung Tingkat Nasional Tahun 2026


Kota Bandung (BHC) -
Melihat prestasi SMA/SMK Negeri yang ditetapkan sebagai Sekolah Maung Jawa Barat Tahun 2026.

Dikutif dari Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, prestasi tertinggi SMK Negeri peserta Sekolah Maung Provinsi Jawa Barat adalah rangking 46 dari 2.235 SMK se Indonesia. 

SMK Negeri tersebut dipegang oleh SMK Negeri 1 Cimahi.

Sedangkan prestasi tertinggi SMA Negeri Peserta Sekolah Maung adalah SMA Negeri 3 Bandung dengan peringkat 144 nasional.

Melihat, data tersebut, target Sekolah Maung sebagai Sekolah Unggulan Kebanggaan Jawa Barat masih jauh dari harapan.

Sebetulnya ada prestasi SMA yang membanggakan, masuk urutan 39 nasional, tetapi merupakan SMA Swasta, yakni SMA Regina Pacis.

Sedangkan jenjang SMK ada SMK Negeri 8 Bandung yang masuk urutan ke-8 nasional. Sayang, SMK Negeri 8 tidak masuk menjadi peserta Sekolah Maung.

Hasil Sementara Seleksi SMA Negeri Sekolah Unggul Maung Jawa Barat Pada SPMB Tahun 2026


Kota Bekasi (BHC) -
Dari 4 jalur seleksi SPMB Sekolah Maung di Jawa Barat, 2 jalur diantaranya "Sepi Peminat" alias pendaftar dibawah daya tampung yang disediakan.

Hal ini terjadi atas 3 kemungkinan, yang pertama (1) calon murid baru enggan mendaftar, (2) minimnya prestasi murid di bidang akademik dan kejuaraan, (3) kurangnya sosialisasi Sekolah Maung.

Ke-3 masalah tersebut tentu saling terkait dan menjadi momok bagi "Program Politik Terburu-buru Kepala Daerah".

Dari 1.185 kursi yang tersedia untuk Jalur Akademik Sekolah Maung jenjang SMA misalnya, hanya 582 pendaftar hingga 31 Mei 2026. Itu artinya, cuma 49,11% pendaftar dari kuota yang disediakan.

Malah ada yang tidak mendapatkan murid sama sekali alias "Jonk" pendaftar. Terjadi di SMA Negeri 1 Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi dan SMA Negeri 1 Paminanan, Kabupaten Cirebon. Selain yang "Jonk", ada juga dengan Nol pendaftar untuk Jalur Kejuaraan pada SMAN 1 Banjar di Kota Banjar, dan SMAN 1 Parigi di Kabupaten Pangandaran.

Direktur Bilqis Haura Consultant, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, mengakui program Sekolah Maung Unggulan "KDM" belum siap tempur.

"Pendaftar di jalur Akademik dan jalur Kejuaraan masih ada yang 'Jonk' peminat, bahkan pada Jalur Kejuaraan jenjang SMA persentasenya cuma 20,17% pendaftar. Memprihatinkan sekali," kata Bang Imam di Bekasi, 1 Juni 2026.

Pendaftar yang lumayan dan membludak hanya di jalur Rapor. Itupun, karena syaratnya cuma nilai rata-rata rapor Semester 1-5. 

"Jadi di jalur ini tidak ada kendala. Rata-rata tingginya peminat bukan karena ingin bersekolah di Sekolah Maung. Cuma mau coba-coba saja, siapa tahu diterima dan tercatat sebagai pelopor Sekolah Maung Jawa Barat, hehehe," jelas Bang Imam, panggilan akrabnya menambahkan.

Selasa, 26 Mei 2026

SPMB Sekolah Maung


Kota Bandung (BHC) -
Sekolah Maung adalah sekolah unggulan jenjang pendidikan menengah atas yang digagasa oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Sebanyak 41 SMA/SMK Negeri menjadi peserta SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 ini.

Seleksi calon peserta didik baru pada Sekolah Maung, terbagi dalam 4 jalur, yaitu; Jalur Potensi Akademik (10%), Jalur Kompetensi Akademik Rapor (50%), Jalur Kompetensi Akademik Kejuaraan (20%), dan Jalur Jalur Kompetensi Non Akademik (20%).

Link SPMB Maung : https://maung-spmb.jabarprov.go.id/

Rabu, 20 Mei 2026

Ini Jadwal SPMB di Jawa Barat dan Kota Bekasi Tahun 2026


Kota Bekasi (BHC) -
Seleksi Masuk Murid Baru atau SPMB sudah dimulai per Mei 2026. Jenjang TK, SD, dan SMP di Koordinasikan oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Sedangkan jenjang SMA, SMK dan SLB dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Berikut Jadwal SPMB di Jawa Barat Tahun 2026;

I. TAMAN KANAK-KANAK (TK)

  • 2-27 Februari 2026 : Pendataan
  • 22-26 Juni 2026 : Pendaftaran
  • 6 Juli 2026 : Pengumuman
  • 6-10 Juli 2026 : Daftar Ulang

Sabtu, 16 Mei 2026

Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Kampus Swasta di Bandung Tahun 2026


Bandung (BHC) -
Selain Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang dan Purwokerto, Kota Bandung menjadi salah satu tujuan untuk mencari kampus-kampus beken.

Kota Bandung ditunjang dengan keramahan masyarakat Sunda, kuliner yang enak-enak, transportasi yang mudah dan 24 jam serta kampus-kampusnya yang sudah beken-beken pula.

Selain itu Kampus-kampus Negeri ternama juga berdiri di Bandung, sebut saja ITB, UNPAD, UPI, IPDN, Politeknik Manufaktur Bandung dan lainnya.

Nah, kali ini kita membahas soal pilihan Program Studi di Kampus-kampus swasta di Bandung.

Selasa, 10 Februari 2026

Kampus di Bogor Tahun 2026


Bogor (BHC) - Kampus di Bogor termasuk Kabupaten Bogor dan Kota Bogor kini sudah beragam dan memiliki pilihan tersendiri. Mulai dari universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, hingga akademi.

Ada yang milik pemerintah (kampus negeri), milik Kementerian/Lembaga (K/L), dan ada juga yang dikelola oleh Kementerian Agama. Serta tentunya milik masyarakat alias swasta.

Kamis, 29 Januari 2026

Banjir Belum Surut, Banjir Datang Lagi

 Pemerintah "Kalah" Dengan Bencana Hidrometeorologi

"Kalah" dan "Tidak Mampu" inilah dua kata yang tepat diberikan terhadap Pemerintah. Bulan ini saja sudah 3 kali banjir "Bertamu", padahal banjir pertama dan kedua belum juga surut dan belum sempat beres-beres.

Anekdot skeptis dari rakyat Bekasi malah muncul, kok tidak ada #prayforbekasi #banjir. Justru malah orang-orang dengan keputusasaan membuat orang happy dengan banjir.

Banjir Perumahan Subsidi di Jabodetabek Bukan Murni Kesalahan Pengembang Lo

Pemerintah Minta Tanggung Jawab Pengembang

Oleh : Tengku Imam Kobul Moh Yahya S

Banjir yang terjadi di Perumahan Bersubsidi terutama di Kecamatan Sukawangi, Kecamatan Sukatani, Kecamatan Babelan, Kecamatan Tarumajaya, Kecamatan Tambun Utara, Kecamatan Karangbahagia, Kecamatan Cikarang Barat dan Kecamatan Cibitung tidak murni lo kesalahan pengembang.

Mengapa?

Karena banjirnya melebihi 3 meter itu sudah benar-benar bencana. Dan jika banjir lebih dari 1 meter biasanya berasal dari Sungai. 

Nah, siapa penguasa dan penanggung jawab sungai? 

Untuk DAS Bekasi, DAS Cakung, DAS Sunter dan DAS Blencong yang melewati Bekasi yang bertanggung jawab adalah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Sedangkan DAS Citarum termasuk anak-anak sungainya menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Jika banjir hanya didasarkan pada banjir lokal, misal drainase di perumahan bersubsidi tidak berfungsi atau sudah tertutup bangunan, tentu tidak akan setinggi atau melebihi 1 meter banjirnya.

Terlihat, banjir juga disebabkan karena sungai-sungai besar di sekitarnya mengalirkan banjir menuju perumahan bersubsidi.

Selasa, 27 Januari 2026

Daftar Perumahan Yang Banjir di Bekasi Tahun 2026


Perumahan bersubsidi yang di bangun di wilayah Bekasi kebanjiran di Januari 2026. Terutama di Wilayah Sukawangi, Babelan, Cibitung, Cikarang dan sekitarnya.

Wilayah terparah kali ini terjadi di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Daerah ini dilintasi oleh Kali Bekasi Hilir dan Sungai CBL. Banjir bahkan ada yang mencapai ketinggian 3 meter. Dan kondisi bak lautan berombak terjadi di wilayah perumahan bersubsidi.

BACA : Tips Atasi Banjir di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi

Memang, hampir seluruh perumahan di Kawasan Utara Bekasi tidak akan terbebas dari banjir. Sebab, kontur tanah rata-rata di wilayah utara Bekasi merupakan bekas sawah, rawa, dan tegalan. 

Wilayah utara Bekasi juga banyak bermuara sungai-sungai besar, seperti DAS Bekasi, DAS Blencong, DAS Citarum, dan Sungai CBL. 

Belum lagi jika ditambah dengan sungai-sungai kecil yang meluap akibat daya dukung dan daya tampung sungai yang tidak mampu lagi menampung air saat curah hujan tinggi.