Tampilkan postingan dengan label Dapodik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dapodik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Oktober 2026

Layanan PAUD di Tangerang Raya dan Banten Tahun 2026

BSD City (BHC) - Jumlah Layanan Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD di seluruh Banten mencapai 6.898 lembaga. Memiliki 243.114 siswa dan 28.838 guru.

Terdiri dari 726 PAUD di Kota Tangerang, 797 PAUD di Kota Tangerang Selatan, dan 1.751 PAUD di Kabupaten Tangerang.

Kemudian ada 470 PAUD di Kota Serang, 311 PAUD di Kota Cilegon, 906 PAUD di Kabupaten Lebak, 814 PAUD di Kabupaten Pandeglang, serta 1.123 layanan PAUD di Kabupaten Tangerang.

Hanya 118 layanan PAUD di Banten yang berstatus PAUD Negeri. Setara dengan 1,71%.

Senin, 19 Oktober 2026

Sekolah di Banten dan Tangerang Raya Tahun 2026


Serang (BHC) -
Provinsi Banten memiliki 8 kabupaten/kota, dan Tangerang Raya lebih dikenal dengan Wilayah Jabodetabek ketimbang Banten.

Saat ini, jumlah sekolah di seluruh Banten sebanyak 15.357 lembaga, 2.532.103 murid, dan 168.043 guru.

Ada 7.163 sekolah (46,64%) berada di Wilayah Tangerang Raya dari 15.357 sekolah yang ada saat ini di Banten.

Tangerang Raya yang dimaksud adalah Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.

Ini 40 Daftar Kabupaten/Kota Dengan Pertumbuhan PAUD Tertinggi di Indonesia Tahun 2026

Kabupaten Bogor (BHC) - Layanan Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD di Indonesia berkembang pesat sejak tahun 2000-an. Layanan PAUD yang dimaksud adalah Taman Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS).

Data yang dimaksudkan adalah, data bahwa Kabupaten/Kota telah memiliki minimal 1.000 layanan PAUD. 

Jika mengacu pada data 1.000, maka kabupaten/kota di Wilayah Luar Jawa belum begitu mampu untuk bersaing, tetapi jumlah siswa yang terlayani secara total hampir menyamai, minimal diatas 10.000 anak.

Minggu, 18 Oktober 2026

Daftar Kabupaten dan Kota Yang Memiliki SD dan Siswa Terbanyak Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Ternyata tidak semua berkorelasi antara banyaknya jumlah sekolah dengan jumlah muridnya. Contohnya pada jenjang SD.

Dari 149.921 SD di Indonesia dan tersebar 514 kabupaten/kota. hanya sedikit daerah yang memiliki jumlah sekolah diatas 1.000 SD atau jumlah siswa diatas 100.000 siswa.

Ada yang jumlah sekolahnya diatas 1.000 SD, tetapi muridnya kurang dari 100.000 siswa. Sebaliknya ada juga sekolahnya kurang dari 1.000 SD, tetapi muridnya lebih dari 100.000 siswa.

Sabtu, 17 Oktober 2026

Begini Kondisi Kewenangan Pemerintah Provinsi Terhadap Pendidikan Tahun 2026

Kecuali DKI Jakarta, Semua Provinsi Hanya Memiliki Tanggung Jawab Terhadap SMA, SMK, dan SLB


Jakarta (BHC) -
Pemerintah Provinsi di Indonesia hanya diberikan kewenangan mengelola SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta.

Tetapi, untuk sekolah swasta dipertanggungjawabkan sepenuhnya terhadap Yayasan (masyarakat).

Sedangkan jenjang PAUD, SD, SMP, PKBM, dan SKB berada dibawah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten/Kota. Untuk Provinsi DKI Jakarta, mengelola semua jenjang pendidikan dari layanan Pendidikan Anak Usia Dini hingga jenjang Menengah.

Selain berbentuk sekolah, ada juga pendidikan berbentuk madrasah, pondok pesantren dan pendidikan diniyah. Layanan ini khusus dikendalikan oleh Kementerian Agama.

Pada Pemerintahan Prabowo-Gibran, ada juga Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang berada dibawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, serta berbentuk Sekolah Rakyat dibawah kewenangan Kementerian Sosial.

Kondisi Pendidikan di Jawa Barat Tahun 2026


Bandung (BHC) -
Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak mencapai 9.923.066 siswa. Tetapi, bukan merupakan yang paling banyak sekolahnya.

Karena Provinsi Jawa Barat justru memiliki jumlah sekolah di bawah Provinsi Jawa Timur yang memiliki sekolah sebanyak 67.761 sekolah. Sedangkan Jawa Barat cuma memiliki 65.596 sekolah.

Tetapi, untuk jumlah siswa keseluruhan dan jumlah guru, Provinsi Jawa Barat unggul dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatera Utara.

Jumlah ini termasuk jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, PKBM, dan SKB.

Rabu, 14 Oktober 2026

Sekolah Rakyat Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Hingga dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 pada Semester Ganjil, masih banyak Sekolah Rakyat yang belum selesai pembangunan sekolahnya.

Dan masih ada juga yang belum terdata dalam Data Pokok Pendidikan. 

Saat ini asal peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari Keluarga Tidak Mampu dari Desil 1 dan Desil 2. Namun, menurut Kementerian Sosial akan ditingkatkan mnejaring peserta di Desil 3 hingga Desil 5.

Selasa, 13 Oktober 2026

Ini Data Pendidikan di Kota Bekasi Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027

490.238 Siswa

Pendidikan di Kota Bekasi Tahun 2026

No

Jenjang

Sekolah

Siswa

Guru

 

Kewenangan Kota Bekasi

2.223

378.486

26.934

1

PAUD

1.193

41.921

6.028

2

SD

645

230.206

13.802

3

SMP

310

97.188

6.476

4

PKBM

74

8.962

619

5

SKB

1

209

9

II

Kewenangan Prov. Jabar

265

111.477

7.453

1

SMA

118

52.014

3.516

2

SMK

136

58.447

3.739

3

SLB

13

1.016

198

III

Kewenangan Kemensos

3

275

38

1

SRD Terintegrasi 43 Bekasi

1

49

2

2

SRMA Terintegrasi 43 Bekasi

1

47

17

3

SRMA 13 Bekasi

1

179

19

 

Total

2.491

490.238

34.425

Kota Bekasi (BHC) - Kota Bekasi hingga per 16 Oktober 2026, sudah memiliki 2.491 sekolah, 490.238 siswa, dan 34.425 guru.

Dengan rincian 429 Sekolah Negeri, 245.866 Siswa Negeri, dan 12.095 Guru Negeri. Sedangkan di swasta terdapat 2.062 Sekolah Swasta, 244.372 Siswa Swasta, dan 22.330 Guru Swasta.

Sedangkan berdasarkan jenjang maka terdiri dari 1.193 PAUD, 646 SD, 310 SMP, 118 SMA, 136 SMK, 13 SLB, 74 PKBM, dan 1 SKB.

Selasa, 01 September 2026

Dapodik Yang Sudah Singkron Baru 94,6%

Data pokok pendidikan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan hingga penutupan Dapodik 31 Agustus 2026, baru 96,4% yang sudah singkronisasi


Jakarta (BHC) -
Dari 447.108 sekolah yang terdata per 01 September 2026 pukul 0:04 wib, sudah ada 431.157 sekolah yang sudah terkirim dan sudah singkronisasi. Sehingga masih ada 15.951 sekolah yang belum si gkronisasi.

Jenjang tertinggi yang sudah singkron adalah jenjang SD yaitu 99,3% dari 149.876 SD yang masuk dapodik per hari ini, sebanyak 148.791 SD sudah singkronisasi. Dan masih ada 1.085 SD yang belum singkron dan belum update dapodiknya.

Kemudian jenjang SMP sudah singkron 98,3% atau setara dengan 43.745 SMP yang sudah melakukan singkronisasi. Yang belum singkron sebanyak 765 SMP terdata belum singkron.

Minggu, 30 Agustus 2026

Sekolah Muhammadiyah di Jabodetabek Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Selain Perguruan Tinggi, Perserikatan Muhammadiyah juga memiliki sekolah, madrasah, pendidikan diniyah, dan pondok pesantren.

Kali ini kita sedang membahas tentang sekolah Muhammadiyah yang berdiri di Jabodetabek. Mulai dari jenjang PAUD (yang diwakili oleh Aisyiyah atau Aisyiyah Bustanul Athfal), juga termasuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.

BACA JUGA : Kampus Muhammadiyah

Muhammadiyah sudah memiliki lembaga pendidikan dari layanan Pendidikan Anak Usia Dini hingga ke Perguruan Tinggi dan tersebar di seluruh Indonesia.

Sebetulnya basis Muhammadiyah bukan di Jabodetabek, melainkan di Yogyakarta, Solo, Semarang dan Pekalongan, serta di Lamongan, Jawa Timur. Sedangkan di luar Jawa, sebut saja Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Lampung. Namun, secara umum sudah tumbuh di kota-kota kecil di seluruh Indonesia.

Jumat, 28 Agustus 2026

Ini Kondisi Pendidikan di Flores Tahun 2026

Pulau Flores yang baru tertimpa musibah bencana gempa bumi, memiliki 8 kabupaten yaitu, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur.

Foto : Garda Indonesia


Labuan Bajo (BHC) -
Jumlah sekolah di 8 kabupaten yang ada di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 5.277 sekolah.

Sedangkan jumlah siswa sebanyak 488.458 anak dengan didukung oleh 56.491 guru.

Berikut Tabel 1.1. Kondisi Pendidikan di Pulau Flores, NTT tahun 2026;

Rabu, 26 Agustus 2026

Daftar SMA, SMK & SLB di DKI Jakarta Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Bilqis Haura Consultant menyoroti data yang ada di Dapodik bahwa, jumlah SMA, SMK & SLB di Provinsi DKI Jakarta mencapai 1.165 SMA/SMK/SLB.

Terdiri dari 519 SMA, 558 SMK, 88 SLB.

Baca Juga : Daftar SPK SMA di Indonesia Tahun 2026 

Sedangkan berdasarkan status, terdapat 208 SMA/SMK/SLB Negeri (17,85%), dan 957 SMA/SMK/SLB Swasta (82,15%).

Minggu, 23 Agustus 2026

SD di Kabupaten Bekasi Tahun 2026

348.958 Siswa SD


Tambun Selatan (BHC) -
Data pokok pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperlihatkan jumlah sekolah di Kabupaten Bekasi mencapai 3.783 sekolah.

Terdiri dari 895 sekolah negeri (23,65%) dan 2.888 sekolah swasta (76,35%).

Berdasarkan jenjang, maka Kabupaten Bekasi memiliki 1.778 PAUD (46,99%), 1.124 SD (29,71%), 453 SMP (11,97%), 136 SMA (3,59%), 197 SMK (5,20%), 10 SLB, 84 PKBM, dan 1 SKB.

Kabupaten Bekasi juga memiliki 685.317 siswa dan 42.355 guru.

Sabtu, 22 Agustus 2026

Ini Kondisi SMP di Kabupaten Bekasi Tahun 2026


Kota Cikarang (BHC) -
Di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat jumlah SMP yang sudah berdiri per 22 Agustus 2026 sebanyak 453 SMP, 139.048 Siswa, dan 8.246 Guru.

Untuk SMP Negeri saja terdiri dari 112 SMP Negeri, 92.553 Siswa SMP Negeri, dan 4.425 Guru SMP Negeri.

Serta 341 SMP Swasta, 46.495 Siswa SMP Swasta, dan 3.821 Guru SMP Swasta.

Jumat, 21 Agustus 2026

Daftar SMA, SMK dan SLB di Kota Bekasi Tahun 2026


Kota Bekasi (BHC) -
Jumlah SMA, SMK, dan SLB di Kota Bekasi sebanyak 277 SMA/SMK/SLB. Setara dengan 11,04% dari sekolah yang ada di Kota Bekasi. Terdiri dari 122 SMA, 142 SMK, dan 13 SLB.

Yang berstatus sekolah negeri hanya 41 SMA/SMK/SLB Negeri dan 236 SMA/SMK/SLB Swasta.

Sejak alih kelola SMA/SMK/SLB dari Pemerintah Kota Bekasi ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tahun 2017, belum ada perubahan yang signifikan baik penambahan sekolah maupun penambahan ruang kelas baru.

Provinsi Jawa Barat baru membangun 1 sekolah negeri di Kota Bekasi dalam kurun 10 tahun pasca alih kelola, yakni SLB Negeri Medansatria tahun 2025.

Sisanya 22 SMA Negeri dan 15 SMK Negeri yang ada di Kota Bekasi seluruhnya masih dibangun oleh APBD Kota Bekasi.

Informasi Sekolah, Siswa dan Guru di Kota Bekasi Menurut Kecamatan Tahun 2026

Kota Bekasi (BHC) - Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kota Bekasi di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah sekolah mencapai 2.507 lembaga.

Dengan jumlah siswa sebanyak 459.042 siswa dan memiliki guru yang mencapai 34.107 orang.

Sudah termasuk semua jenjang dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, PKBM, dan SKB.

Ini Dapodik SMP di Kota Bekasi Tahun 2026


Bekasi Timur City (BHC) -
Jika pada jenjang SD, calon siswa ramai-ramai memilih SD Swasta, ternyata berbanding terbalik dengan pemilihan jenjang SMP. 

Calon siswa tidak lagi memilih SMP Swasta sebagai pilihan utama, tetapi berbalik badan condong ke SMP Negeri.

Padahal, di lingkungan SD Swasta sebelumnya yang menjadi pilihannya sudah tersedia dan terintegrasi jenjang pendidikan lanjutan baik SMP, SMA, dan SMK. 

Penomena ini terjadi di Kota Bekasi, sehingga SMP Negeri di Kota Bekasi justru tinggal duduk manis menunggu siswa, mereka merebut hingga daya tampung SMP Negeri tiap tahun tergolong sangat minim dibalik antusias calon murid baru.

Berbeda dengan SMP Swasta yang masih menunggu limpahan atau calon siswa yang sudah "gugur" dalm SPMB, untuk menjadi pilihan terakhir masuk SMP Swasta. Hanya PAUD, SD, dan SMK Swasta saja yang menjadi pilihan utama. Sedang SMP Swasta dan SMA Swasta cukup strong untuk berjuang mendapatkan murid limpahan yang tidak "lolos" SPMB.

Kamis, 20 Agustus 2026

Ini Dapodik SD di Kota Bekasi Tahun 2026

212.646 Siswa SD


Bekasi Timur (BHC) -
Hingga per tanggal 20 Agustus 2026, jumlah sekolah di Kota Bekasi sebanyak 2.507 sekolah dengan 456.148 siswa dan 34.109 guru.

Untuk jenjang SD saja, sebanyak 464 SD, 212.646 siswa, dan 13.721 guru.

Berdasarkan status, ada 316 SD Negeri, 132.154 siswa SD Negeri, dan 6.770 guru SD Negeri. Sedangkan untuk swasta, terdapat 330 SD Swasta, 80.490 siswa SD Swasta, dan 6.951 guru swasta.

Kabupaten dan Kota Dengan Sekolah Terbanyak di Indonesia Tahun 2026


Kota Cibinong (BHC) - Indonesia memiliki 447.080 sekolah. Dengan jumlah siswa sekitar 49,6 juta per 20 Agustus 2026. 

Tersebar di 416 kabupaten, 96 kota, dan 38 provinsi.

PAUD, SD, SMP, PKBM, dan SKB menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota. Sedangkan SMA, SMK, dan SLB menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.

Provinsi Jawa Timur merupakan daerah yang paling banyak memiliki sekolah, yakni 67.695 sekolah. Disusul Provinsi Jawa Barat sebanyak 64.489 sekolah, Provinsi Jawa Tengah sebanyak 53.289 sekolah, Provinsi Sumatera Utara sebanyak 23.898 sekolah.

Kemudian ada Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 16.629 sekolah, Provinsi Banten sebanyak 15.311 sekolah, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 14.460 sekolah.

Kota dan Kabupaten di Pulau Jawa mendominasi dengan sekolah terbanyak di Indonesia.

Untuk urutan kota diwakili Kota Surabaya dan kabupaten diwakili Kabupaten Bogor.

Selasa, 18 Agustus 2026

Layanan Pendidikan di Jabodetabek Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Sebenarnya hanya 7,23% sebaran layanan pendidikan di Jabodetabek jika di hitung berdasarkan persentase nasional.

Saat ini jumlah sekolah di seluruh Indonesia mencapai 447.054 sekolah. Sedangkan di Jabodetabek hanya terdapat 32.358 sekolah.

Masih kalah dari Jawa Timur 67.693 sekolah, Jawa Barat 64.486 sekolah, dan Jawa Tengah 53.297 sekolah. 

Khusus untuk DKI Jakarta saja, masuk urutan ke-14 paling banyak memiliki sekolah.