Tampilkan postingan dengan label 2026. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2026. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Oktober 2026

Kampus Muhammadiyah di Indonesia Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Kampus Muhammadiyah biasanya terdiri dari penamaan Aisyiyah, Ahmad Dahlan, dan Muhammadiyah.

Kampus Muhammadiyah ada yang berbentuk Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik dan juga Akademi. Kampus Muhammadiyah menyelenggarakan Program Diploma, Sarjana, Pascasarjana, Kelas Internasional, RPL.

Muhammadiyah juga membuka kampus di Malaysia, kelas jarak jauh di Singapura, Korea Selatan dan Australia.

Berdasarkan data BAN-PT, kampus Muhammadiyah yang sudah terakreditasi "UNGGUL" sebanyak 20 kampus.

Daftar Universitas Swasta di Indonesia Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Indonesia memiliki sejumlah perguruan tinggi yang tersebar bahkan di kota-kota kecil di seluruh Nusantara.

Ada yang berbentuk universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, dan akademi. Nah, kali ini kita akan membahas universitas saja ya. Berapa ya jumlahnya.

Kadang penempatan nama universitas tidak sesuai, misal untuk LLDIKTI Wilayah 03 Jakarta banyak universitasnya ternyata berdiri di Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Begitu juga di wilayah perkotaan lain, sebut saja Kota Medan terdaftar universitasnya, tetapi alamatnya di Kabupaten Deli Serdang.

Selasa, 27 Oktober 2026

Jumlah Sekolah, Siswa dan GTK Terbanyak Menurut Provinsi di Indonesia Tahun 2026


Surabaya (BHC) -
Jumlah sekolah terhadap banyaknya siswa ternyata tidak berkorelasi jika dilihat berdasarkan wilayah provinsi di Indonesia.

Contohnya, untuk jumlah sekolah terbanyak ada di Provinsi Jawa Timur, tetapi jumlah siswa terbanyak justru berada di Provinsi Jawa Barat.

Provinsi Jawa Timur unggul karena pertumbuhan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah ini cukup pesat. Saat ini di Jawa Timur memiliki 38.445 lembaga PAUD, sementara di Jawa Barat hanya ada 30.954 lembaga. Perbedaannya mencapai 8000-an PAUD.

Senin, 26 Oktober 2026

Dapodik di Jakarta Tahun 2026

1.653.112 Siswa


Jakarta (BHC) -
Hingga per 26 Oktober 2026, di Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027, DKI Jakarta telah memiliki 8.912 Sekolah, 1.653.112 Siswa, dan 123.044 GTK.

Terdiri dari 1.920 Sekolah Negeri, 960.280 Siswa Negeri, dan 49.947 GTK Negeri.

Sedangkan swasta terdiri dari 6.992 Sekolah, 746.832 Siswa, dan 73.097 GTK.

Cara Membuat Izin Pendirian Sekolah Swasta/Madrasah Swasta dengan Tahun 2026 ?


Jakarta (BIB) -
Izin Operasional Sekolah/Madrasah (IOP/M) saat ini menyesuaikan dengan kewenangan dan tingkatannya.

Untuk sekolah umum, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, dan SMP menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota. Artinya, Izin Operasional Pendidikan Dasar dan PAUD menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten/Kota. 

Sementara untuk Izin Operasional Sekolah (IOP) jenjang SMA, SMK, dan SLB dilakukan di Pemerintah Provinsi.

Dan untuk Izin Operasional Madrasah dilakukan melalu laman Kementerian Agama.


Sementara itu, Izin Operasional Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) baik dari SPK KB, SPK TK, SPK SD, SPK SMP, SPK SMA, dan SPK SMK diajukan melalui Pemerintah Pusat (Kemdikdasmen).

Bantu Izin Pendirian Sekolah Swasta Tahun 2026

TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, Madrasah & Pesantren

Jakarta (BHC) - Untuk memulai pra pendirian satuan pendidikan (sekolah swasta), dimulai dengan membentuk badan hukum nirlaba, biasanya berbentuk 'Yayasan'.

Saat ini dalam pembentukan badan hukum bidang pendidikan wajib memperhatikan jenjang yang akan didirikan berdasarkan KBLI yang telah ditetapkan.

Setelah membentuk badan hukum, kemudian diaktifkan dan didaftar pada https://oss.go.id/ untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dikeluarkan oleh OSS-RBA. Dan biasanya, https://oss.go.id/ juga akan menentukan langkah perizinan selanjutnya yang akan diurus setelah membentuk badan hukum, seperti;

Minggu, 25 Oktober 2026

Ini Perusahaan Peserta Proper di Wilayah Sulawesi Tahun 2026


Kota Makassar (BHC) -
Wilayah Kepulauan Sulawesi merupakan daerah pertambangan di Indonesia. Hampir seluruh provinsi memiliki wilayah tambang.

Disisi lain masih ada juga pembukaan lahan hutan untuk perkebunan sawit. Pada musim penghujan, wilayah ini sangat rawan bencana banjir. 

Sabtu, 24 Oktober 2026

Daftar Peserta Proper dari Maluku dan Maluku Utara Tahun 2026


Kota Ternate (BHC) -
Bilqis Haura Consultant mencatat sebanyak 94 menjadi peserta proper dari Wilayah Maluku dan Maluku Utara tahun 2026.

Khusus dari Provinsi Maluku Utara cukup banyak perusahaan yang beraktifitas di bidang tambang mineral. 

Tambang memang menjadi andalan di Wilayah Kepulauan Maluku. Padahal dahulunya Maluku dikenal sebagai sumber rempah-rempah yang tercium baunya hingga ke Eropa sana.

Sekarang mineralnya tercium baunya jauh hingga ke China, hehehe.

Jumat, 23 Oktober 2026

Berapa Sih Jumlah Sekolah Swasta di Indonesia?

273.438 Sekolah Swasta


Jakarta (BHC) -
Indonesia saat ini memiliki 447.722 sekolah. Terdiri dari 273.438 Sekolah Swasta (61,07%).

Jika dirinci tentang sekolah swasta berdasarkan jenjang, maka 200.367 PAUD (44,75%), 21.074 SD (4,70%), 20.243 SMP (4,52%), 8.064 SMA (1,80%), 10.575 SMK (2,36%), 1.802 SLB (0,40%), dan 11.302 PKBM (2,52%).

Provinsi Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah sekolah swasta terbanyak, yakni mencapai 48.169 sekolah swasta (10,75%). Secara persentase, Sekolah Swasta di DKI Jakarta menjadi paling banyak persentasenya di Indonesia, yaitu sekitar 78,45%.

Kamis, 22 Oktober 2026

Tambang di Kalimantan Tahun 2026


Banjarmasin (BHC) -
Di Pulau Kalimantan, selain perkebunan kelapa sawit, kegiatan perhutanan lainnya, ada juga tambang dan penggalian yang berpotensi merusak hutan dan menyebabkan bencana kekeringan, kebakaran dan banjir.

Uniknya di Kalimantan itu, di kota-kota juga ada kebun sawit dan pertambangan. Entah kenapa bisa mendapatkan izin. Padahal kita tahu, kota seharusnya menjadi tempat tinggal paling nyaman bagi warga, tanpa kebisingan tambang dan pencemaran.

Untuk kepatuhan terhadap pengelolaan lingkungan, perusahaan tambang wajib ikut program proper.

Rabu, 21 Oktober 2026

Layanan PAUD di Tangerang Raya dan Banten Tahun 2026

BSD City (BHC) - Jumlah Layanan Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD di seluruh Banten mencapai 6.898 lembaga. Memiliki 243.114 siswa dan 28.838 guru.

Terdiri dari 726 PAUD di Kota Tangerang, 797 PAUD di Kota Tangerang Selatan, dan 1.751 PAUD di Kabupaten Tangerang.

Kemudian ada 470 PAUD di Kota Serang, 311 PAUD di Kota Cilegon, 906 PAUD di Kabupaten Lebak, 814 PAUD di Kabupaten Pandeglang, serta 1.123 layanan PAUD di Kabupaten Tangerang.

Hanya 118 layanan PAUD di Banten yang berstatus PAUD Negeri. Setara dengan 1,71%.

Senin, 19 Oktober 2026

Sekolah di Banten dan Tangerang Raya Tahun 2026


Serang (BHC) -
Provinsi Banten memiliki 8 kabupaten/kota, dan Tangerang Raya lebih dikenal dengan Wilayah Jabodetabek ketimbang Banten.

Saat ini, jumlah sekolah di seluruh Banten sebanyak 15.357 lembaga, 2.532.103 murid, dan 168.043 guru.

Ada 7.163 sekolah (46,64%) berada di Wilayah Tangerang Raya dari 15.357 sekolah yang ada saat ini di Banten.

Tangerang Raya yang dimaksud adalah Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.

Ini 40 Daftar Kabupaten/Kota Dengan Pertumbuhan PAUD Tertinggi di Indonesia Tahun 2026

Kabupaten Bogor (BHC) - Layanan Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD di Indonesia berkembang pesat sejak tahun 2000-an. Layanan PAUD yang dimaksud adalah Taman Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS).

Data yang dimaksudkan adalah, data bahwa Kabupaten/Kota telah memiliki minimal 1.000 layanan PAUD. 

Jika mengacu pada data 1.000, maka kabupaten/kota di Wilayah Luar Jawa belum begitu mampu untuk bersaing, tetapi jumlah siswa yang terlayani secara total hampir menyamai, minimal diatas 10.000 anak.

Minggu, 18 Oktober 2026

Daftar Kabupaten dan Kota Yang Memiliki SD dan Siswa Terbanyak Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Ternyata tidak semua berkorelasi antara banyaknya jumlah sekolah dengan jumlah muridnya. Contohnya pada jenjang SD.

Dari 149.921 SD di Indonesia dan tersebar 514 kabupaten/kota. hanya sedikit daerah yang memiliki jumlah sekolah diatas 1.000 SD atau jumlah siswa diatas 100.000 siswa.

Ada yang jumlah sekolahnya diatas 1.000 SD, tetapi muridnya kurang dari 100.000 siswa. Sebaliknya ada juga sekolahnya kurang dari 1.000 SD, tetapi muridnya lebih dari 100.000 siswa.

Sabtu, 17 Oktober 2026

Begini Kondisi Kewenangan Pemerintah Provinsi Terhadap Pendidikan Tahun 2026

Kecuali DKI Jakarta, Semua Provinsi Hanya Memiliki Tanggung Jawab Terhadap SMA, SMK, dan SLB


Jakarta (BHC) -
Pemerintah Provinsi di Indonesia hanya diberikan kewenangan mengelola SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta.

Tetapi, untuk sekolah swasta dipertanggungjawabkan sepenuhnya terhadap Yayasan (masyarakat).

Sedangkan jenjang PAUD, SD, SMP, PKBM, dan SKB berada dibawah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten/Kota. Untuk Provinsi DKI Jakarta, mengelola semua jenjang pendidikan dari layanan Pendidikan Anak Usia Dini hingga jenjang Menengah.

Selain berbentuk sekolah, ada juga pendidikan berbentuk madrasah, pondok pesantren dan pendidikan diniyah. Layanan ini khusus dikendalikan oleh Kementerian Agama.

Pada Pemerintahan Prabowo-Gibran, ada juga Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang berada dibawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, serta berbentuk Sekolah Rakyat dibawah kewenangan Kementerian Sosial.

Kondisi Pendidikan di Jawa Barat Tahun 2026


Bandung (BHC) -
Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak mencapai 9.923.066 siswa. Tetapi, bukan merupakan yang paling banyak sekolahnya.

Karena Provinsi Jawa Barat justru memiliki jumlah sekolah di bawah Provinsi Jawa Timur yang memiliki sekolah sebanyak 67.761 sekolah. Sedangkan Jawa Barat cuma memiliki 65.596 sekolah.

Tetapi, untuk jumlah siswa keseluruhan dan jumlah guru, Provinsi Jawa Barat unggul dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatera Utara.

Jumlah ini termasuk jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, PKBM, dan SKB.

Jumat, 16 Oktober 2026

Daftar Perusahaan Peserta Proper di Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sumedang Tahun 2026


Kota Bandung (BHC) -
Pada tahun 2026 ini, Provinsi Jawa Barat mengikutsertakan 1.233 perusahaan sebagai peserta proper.

Di Wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang jumlah peserta perusahaan untuk kegiatan proper sebanyak 293 perusahaan.

Kawasan Cekungan Bandung atau Bandung Raya menjadi salah satu perhatian dalam pencemaran lingkungan akibat sulitnya perusahaan mengendalikan limbah padat, cair, dan emisinya.

Padahal kawasan ini sebagai Ibukota Provinsi Jawa Barat dan termasuk wilayah hulu (pegunungan) dan kawasan hijau bumi Pasundan.

Daftar Peserta Proper di Kota Bandung Tahun 2026


Kota Bandung (BHC) -
Proper adalah program penilaian peringkat kinerja perusahaan di bidang pengelolaan lingkungan hidup. Kepatuhan pengelolaan lingkungan hidup diberikan tingkatan mulai dari Proper Emas, Proper Hijau, Proper Biru, Proper Merah, dan Proper Hitam. 

Perusahaan dan kegiatan besar di Kota Bandung menjadi peserta proper tahun 2026.

Peserta Proper di Kota Bekasi Tahun 2026


Kota Bekasi (BHC) -
Di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, hotel, restoran dan Mal serta Apartemen tidak masuk menjadi peserta proper 2026. 

Dari 26 perusahaan peserta proper di Kota Bekasi, sebanyak hanya 7 perusahaan yang menjadi evaluator (tanggung jawab) KLH/BPLH, sisanya merupakan tanggung jawab Provinsi melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat.

Sangat terlihat jelas kalau pengelolaan lingkungan di Kota Bekasi kurang baik.

"Mereka menyamakan karakteristik Bekasi dengan daerah lainnya. Padahal, kan Kota Bekasi statusnya metropolitan dan commuter penyangga Jakarta, seharusnya perusahaan penunjang tersebut wajib ikut proper agar pemantauan lebih mudah dan perusahaan lebih patuh," kata Tengku Imam Kobul Moh Yahya S di Bekasi.

Kamis, 15 Oktober 2026

Kabinet Merah Putih


Pada tanggal 1 Oktober 2026, Kabinet Merah Putih dirombak kembali oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kabinet Prabowo-Gibran resmi dilantik pertama pada tanggal 21 Oktober 2024. 

Prabowo Subianto setidaknya sudah 7 kali merombak Kabinet Merah Putih, yaitu 19 Februari 2025, 08 September 2025, 17 September 2025, 08 Oktober 2025, 27 April 2026, 14 September 2026, dan yang terakhir 01 Oktober 2026.