Tangerang Selatan (BHC) - Persebaran Sekolah dengan Kurikulum Internasional belum merata di Indonesia.
Saat ini, sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sekolah yang bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Asing (LPA) disebut Satuan Pendidikan Kerja Sama atau SPK.
Sekolah SPK biasanya memakai kurikulum dan meng-impor guru dari luar negeri, sesuai dengan kurikulum yang di ampu-nya. SPK ini umumnya baru ada di wilayah perkotaan, dan terbanyak di aglomerasi Jabodetabek.
SPK di Indonesia biasanya dimulai dari Kelompok Bermain (KB) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
BACA JUGA : SPK SD di Indonesia Tahun 2019
Sebetulnya, sudah banyak sekolah di Indonesia yang menyelenggarakan Kurikulum Internasional (kerja sama). Namun, belum mendapatkan Izin Operasional SPK dan belum memenuhi persyaratan yang di tentukan.
Umumnya, kurikulum internasional di Indonesia antara lain; (a) Kurikulum Montessori, (b) Cambridge International, (c) International Baccalaureate (IB), (d) International Primary Curriculum, (e) Singaporean Primary School Curriculum, (f) Australian Curriculum. Bahkan ada juga dari daerah lain, sebut saja dari Taiwan, Mesir, Maroko, Arab dll.



















