Berikut ini adalah Syarat Rekomendasi Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) Sekolah Dasar (SD) di Provinsi DKI Jakarta tahun 2026 :
1. Identitas Penanggung Jawab
1. Identitas Penanggung Jawab
Saya adalah Konsultan Pendidikan dan Penikmat Sumber Daya Air dan Lingkungan sesekali juga menyenangi menulis dan traveling
Saat ini, sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sekolah yang bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Asing (LPA) disebut Satuan Pendidikan Kerja Sama atau SPK.
Sekolah SPK biasanya memakai kurikulum dan meng-impor guru dari luar negeri, sesuai dengan kurikulum yang di ampu-nya. SPK ini umumnya baru ada di wilayah perkotaan, dan terbanyak di aglomerasi Jabodetabek.
SPK di Indonesia biasanya dimulai dari Kelompok Bermain (KB) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
BACA JUGA : SPK SD di Indonesia Tahun 2019
Sebetulnya, sudah banyak sekolah di Indonesia yang menyelenggarakan Kurikulum Internasional (kerja sama). Namun, belum mendapatkan Izin Operasional SPK dan belum memenuhi persyaratan yang di tentukan.
Umumnya, kurikulum internasional di Indonesia antara lain; (a) Kurikulum Montessori, (b) Cambridge International, (c) International Baccalaureate (IB), (d) International Primary Curriculum, (e) Singaporean Primary School Curriculum, (f) Australian Curriculum. Bahkan ada juga dari daerah lain, sebut saja dari Taiwan, Mesir, Maroko, Arab dll.
Saya adalah Konsultan Pendidikan dan Penikmat Sumber Daya Air dan Lingkungan sesekali juga menyenangi menulis dan traveling
149.838 SD
Total jumlah SD di Indonesia hingga per 03 Januari 2026 sebanyak 149.838 SD. Rinciannya 129.169 SD Negeri, 65 Sekolah Rakyat SD, 20.405 SD Swasta, dan 199 SD SPK.
Jumlah layanan SD terbanyak berdasarkan provinsi di Indonesia adalah Provinsi Jawa Barat sebanyak 19.661 lembaga. Kemudian diikuti oleh Jawa Timur sebanyak 19.008 lembaga.
Diikuti oleh Jawa Tengah 18.543 lembaga.
Baru kemudian provinsi di luar Pulau Jawa yakni Sumatera Utara sebanyak 9.724 lembaga dan Sulawesi Selatan sebanyak 6.493 lembaga.
Jumlah Sekolah Rakyat jenjang SD terbanyak berada di Jawa Timur sebanyak 9 SRSD. Dan SPK SD terbanyak berada di DKI Jakarta sebanyak 28 SPK SD.
Saya adalah Konsultan Pendidikan dan Penikmat Sumber Daya Air dan Lingkungan sesekali juga menyenangi menulis dan traveling
Lainnya banyak berdiri di sekitar kota-kota metropolitan di luar Jabodetabek. Sebut saja Kota Banda Aceh, Kota Medan, Kota Pekanbaru, Kota Batam, Kota Palembang, Kota Cilegon, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Purwokerto, Yogyakarta, Kota Surabaya, Bali, Kota Mataram, dan Kota Makassar serta di Papua.
Namun, 78% nya tersebar di Jabodetabek.
Di Jabodetabek juga terkonsentrasi pada wilayah perumahan elit dan mandiri, sebut saja Kelapa Gading, PIK, Pulo Mas, Pondok Indah, Kemang, Lippo Karawaci, BSD City, Lippo Cikarang, Harapan Indah, dan Sentul.
Target pasarnya memang untuk orang kaya dan ekspatriat yang menginginkan pendidikan nasional dicampur dengan pendidikan luar negeri.
Rata-rata SPK di Indonesia tidak banyak, hanya mereka membuka cabang diperbagai tempat dengan nama yang sama.
Saya adalah Konsultan Pendidikan dan Penikmat Sumber Daya Air dan Lingkungan sesekali juga menyenangi menulis dan traveling
SPK TK. KB, SD, SMP & SMA
Biasanya SPK di Indonesia bekerjasama dengan Cambridge dan IB (International Baccalaureate). SPK menyandingkan Kurikulum Nasional, saat ini Implementasi Kurikulum Merdeka.
Setiap SPK berbeda dalam pelaksanaan dan implementasi sesuai karakter yang dibangun sekolah masing-masing.
SPK di Jakarta dan Bodetabek cukup berkembang. Bahkan saat ini sudah merambah ke berbagai kota besar di Indonesia.
Saat ini jumlah SPK di DKI Jakarta sebanyak 231 SPK. Terdiri dari 37 SPK TK, 23 SPK KB, 71 SPK SD, 59 SPK SMP dan 41 SPK SMA.
Sedangkan persebaran SPK berdasarkan wilayah, Kota Jakarta Selatan sebanyak 88 SPK, Kota Jakarta Utara 66 SPK dan Kota Jakarta Barat sebanyak 55 SPK.
Berikut ini Tabel 1.1. Sebaran SPK Aktif di DKI Jakarta Tahun 2024;
SPK Aktif di
Jakarta Tahun 2024
|
No |
Kota |
Jumlah |
SPK di Jakarta |
||||
|
TK |
KB |
SD |
SMP |
SMA |
|||
|
|
Jumlah |
231 |
37 |
23 |
71 |
59 |
41 |
|
1 |
Jakarta
Pusat |
9 |
0 |
0 |
2 |
4 |
3 |
|
2 |
Jakarta
Timur |
13 |
3 |
1 |
4 |
3 |
2 |
|
3 |
Jakarta
Barat |
55 |
7 |
4 |
19 |
14 |
11 |
|
4 |
Jakarta
Selatan |
88 |
18 |
11 |
26 |
20 |
13 |
|
5 |
Jakarta
Utara |
66 |
9 |
7 |
20 |
18 |
12 |
Sumber: Dapodikdasmen, Kemdikbudristek, diolah Bang Imam Berbagi, 2024
Saya adalah Konsultan Pendidikan dan Penikmat Sumber Daya Air dan Lingkungan sesekali juga menyenangi menulis dan traveling
73 SPK SD
Di Provinsi DKI Jakarta menjadi satu-satunya daerah yang menjamur pendirian SPK. Sehingga persaingan menjadi sangat ketat. Tetapi masih terbatas di daerah-daerah tertentu saja.
Tentunya yang memiliki perumahan yang cukup banyak dihuni ekspatriat atau siswa yang menginginkan melanjutkan pendidikan keluar negeri.
Saat ini di Jakarta terdapat 73 SPK SD. Terkonsentrasi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Sedangkan di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur masih sangat sedikit.
BACA JUGA : Daftar SPK PAUD di Indonesia Tahun 2024
KONSULTASI PERIZINAN : Bang Imam 0813-14-325-400
Saat ini jumlah SD di DKI Jakarta sebanyak 2.236 lembaga. Terdiri dari 1.306 SD Negeri dan 930 SD Swasta. Jadi persentase SPK SD di DKI Jakarta adalah 3,26%.
Saya adalah Konsultan Pendidikan dan Penikmat Sumber Daya Air dan Lingkungan sesekali juga menyenangi menulis dan traveling
243 SD Swasta
![]() |
| Bang Imam |
Sebab, menurutnya di Provinsi DKI Jakarta siswa yang bersekolah di SD Negeri dimanjakan dengan bantuan KJP. Boleh dibilang, masuk SD Negeri sudah serba 'Gratis'.
Namun, dia menambahkan, bahwa 3 tiga hal yang dapat dilakukan oleh SD Swasta untuk mampu bersaing dengan SD Negeri.
"Menurut survey kami, ada 3 hal peserta didik akan memilih sekolah swasta. Yang pertama adalah kualitas, kedua fasilitas (sarana dan prasarana) dan yang ketiga berbasis keagamaan," tutur Bang Imam, panggilan akrab Konsultan Pendidikan ini di Jakarta, 10 Oktober 2023.
Bang Imam kemudian menjelaskan, bahwa jarang sekali peserta didik berebut masuk SD Negeri jika ingin mengejar kualitas. Umumnya, menurutnya lagi peserta didik masuk SD Negeri lebih kepada harapan memakai fasilitas 'pendidikan gratis'.
BACA JUGA : Dapodik SD Swasta di Kota Jakarta Selatan Tahun 2023
"Jadi, jika ingin SD Swasta diburu peserta didik, tentu harus menjamin sekolah tersebut berkualitas. Minimal diatas rata-rata SD Negeri terdekat," tuturnya.
Saya adalah Konsultan Pendidikan dan Penikmat Sumber Daya Air dan Lingkungan sesekali juga menyenangi menulis dan traveling
198 SD Swasta
Dapodik SD Negeri
dan Swasta di Kota Jakarta Utara Tahun 2023
|
No |
Kecamatan |
Dapodik SD Negeri dan Swasta |
|||||
|
Sekolah
|
Siswa
|
Rombel
|
Guru
|
Tendik
|
Ruang
Kelas |
||
|
|
Jumlah |
334 |
121.921 |
2.806 |
5.923 |
1.472 |
4.557 |
|
1 |
Cilincing
|
79 |
29.032 |
996 |
1.217 |
329 |
940 |
|
2 |
Kelapa
Gading |
40 |
10.859 |
471 |
731 |
188 |
549 |
|
3 |
Koja
|
61 |
25.518 |
872 |
1.118 |
273 |
843 |
|
4 |
Pademangan
|
23 |
10.396 |
368 |
490 |
137 |
377 |
|
5 |
Penjaringan
|
49 |
21.330 |
808 |
1.121 |
236 |
835 |
|
6 |
Tanjung
Priok |
82 |
24.786 |
925 |
1.246 |
309 |
1.013 |
Sumber : dapodik, diolah Bang Imam
Berbagi, 2023
Tanjung Priok (BIB) - Kota Jakarta Utara di Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah yang memiliki sekolah swasta yang cukup banyak.
Dari 1.373 sekolah yang tersebar di Kota Jakarta Utara, sebanyak 1.142 lembaga merupakan sekolah swasta. Artinya, sebanyak 83,17% merupakan sekolah milik masyarakat.
Sedangkan milik pemerintah atau sekolah negeri hanya sekitar 231 sekolah negeri (16,83%).
Khusus dalam pembahasan kali ini, yakni jenjang Sekolah Dasar (SD), jumlah SD di Kota Jakarta Utara mencapai 334 SD. Terdiri dari 136 SD Negeri (40,71%) dan 198 SD Swasta (59,29%).
Bahkan 21 diantaranya merupakan SPK SD atau setara dengan 6,28%.
Saya adalah Konsultan Pendidikan dan Penikmat Sumber Daya Air dan Lingkungan sesekali juga menyenangi menulis dan traveling