Jumat, 04 September 2026

Program Studi Akreditasi Kampus Unggul Negeri di Indonesia Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Hingga kini terdapat 93 perguruan tinggi negeri yang telah memperoleh akreditasi "UNGGUL".

Terdiri dari 49 PTN Akademik, 40 PTAN, dan 5 Politeknik Negeri.

Berdasarkan wilayah Kawasan, terdapat 22 PTN/PTAN di Wilayah Sumatera, 46 PTN/PTAN/Politeknik Negeri di Wilayah Jawa, 5 PTN/PTAN di Wilayah Kalimantan, 7 PTN/PTAN di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara, dan 12 PTN/PTAN di Wilayah Indonesia Timur.

Websitenya perguruan tinggi negeri lebih kepamer tampang dan gaya pejabatnya ketimbang memberikan informasi yang mudah diakses masyarakat soal akademiknya.

BACA JUGA : Ini Kampus Swasta Dengan Akreditasi Unggul di Indonesia Tahun 2026

Jadi jangan heran, website penuh dengan foto-foto pejabat yang menurut akademik ga ada gunanya.

Universitas di Indonesia Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Universitas atau perguruan tinggi di Indonesia mencapai 913 kampus. Namun, keseluruhan perguruan tinggi dari berbagai bentuk sebanyak 4.030 kampus.

Di Indonesia, bentuk perguruan tinggi termasuk universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, dan akademi.

Sebaran perguruan tinggi di Pulau Jawa masih mendominasi ya, mencapai 1.354 kampus yang setara dengan 33,59%.

BACA JUGA : Daftar Perguruan Tinggi Negeri 2026

Untuk universitas saja di Pulau Jawa mencapai 487 kampus (53,57%) dari 913 kampus. 72 kampus diantaranya merupakan Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Pulau Jawa.

Rabu, 02 September 2026

Daftar Program Studi S3 (Doktor) di Indonesia Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Selain Spesialis dan Subspesialis, serta pendidikan profesi, Perguruan Tinggi juga sudah banyak yang menyelenggarakan program pascasarjana, terutama S3 (Doktor).

Program Studi Pendidikan Doktor hanya ditulis yang sudah memiliki akreditasi atau terdaftar di BAN-PT saja.

Kemungkinan masih banyak yang tidak tercatat, karena belum akreditasi BAN-PT.

Untuk prodi S3 masih didominasi kampus negeri dan di Jawa.

Selasa, 01 September 2026

Ini Prodi Pendidikan Profesi di Indonesia Tahun 2026


Jakarta (BHC) - Pendidikan Profesi di Indonesia belumlah begitu banyak. Dan karenanya masih perlu untuk menjadi perhatian kita semua.

Program studi Profesi adalah jenjang pendidikan tinggi lanjutan setelah program sarjana (S1) atau sarjana terapan (D4) yang dirancang khusus untuk memberikan keahlian, kompetensi praktis, serta gelar keprofesian tertentu sebelum seseorang mulai bekerja pada bidangnya.

Program Studi Spesialis Kampus di Indonesia Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan baru-baru ini mensahkan 25 prodi PPDS baru.

Biasanya pelaksana program studi PPDS ialah Fakultas Kedokteran atau Rumah Sakit Pendidikan Utama (RS PPU) yang menjadi pusat pelatihan klinis.

Di Indonesia selain program pendidikan spesialis juga sudah ada subspesialis. Tetapi, sayangnya program ini masih didominasi oleh Perguruan Tinggi Negeri.

Dapodik Yang Sudah Singkron Baru 94,6%

Data pokok pendidikan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan hingga penutupan Dapodik 31 Agustus 2026, baru 96,4% yang sudah singkronisasi


Jakarta (BHC) -
Dari 447.108 sekolah yang terdata per 01 September 2026 pukul 0:04 wib, sudah ada 431.157 sekolah yang sudah terkirim dan sudah singkronisasi. Sehingga masih ada 15.951 sekolah yang belum si gkronisasi.

Jenjang tertinggi yang sudah singkron adalah jenjang SD yaitu 99,3% dari 149.876 SD yang masuk dapodik per hari ini, sebanyak 148.791 SD sudah singkronisasi. Dan masih ada 1.085 SD yang belum singkron dan belum update dapodiknya.

Kemudian jenjang SMP sudah singkron 98,3% atau setara dengan 43.745 SMP yang sudah melakukan singkronisasi. Yang belum singkron sebanyak 765 SMP terdata belum singkron.

Senin, 31 Agustus 2026

Izin Pendirian Sekolah Dasar Swasta di DKI Jakarta Tahun 2026


Berikut Syarat Izin Pendirian Sekolah Dasar (SD) Swasta di DKI Jakarta Tahun 2026;

1. Tanda Daftar Yayasan

2. Akta Pendirian Yayasan

3. Surat Pernyataan Bermaterai yang menyatakan menaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan

4. Tidak Menempati atau Menggunakan fasilitas gedung milik Pemerintah, Rumah Toko/Rumah Kantor atau pada lahan yang bermasalah

5. Surat Pernyataan Kepala Sekolah (bermaterai) yang menyatakan sanggup melaksanakan jam belajar mulai pukul 06.30

6. SK Pengesahan Akta Pendirian Yayasan

7. SK Pengesahan Akta Perubahan Yayasan

8. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Bantu Izin Pendirian Sekolah Swasta Tahun 2026

TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, Madrasah & Pesantren

Jakarta (BHC) - Untuk memulai pra pendirian satuan pendidikan (sekolah swasta), dimulai dengan membentuk badan hukum nirlaba, biasanya berbentuk 'Yayasan'.

Saat ini dalam pembentukan badan hukum bidang pendidikan wajib memperhatikan jenjang yang akan didirikan berdasarkan KBLI yang telah ditetapkan.

Setelah membentuk badan hukum, kemudian diaktifkan dan didaftar pada https://oss.go.id/ untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dikeluarkan oleh OSS-RBA. Dan biasanya, https://oss.go.id/ juga akan menentukan langkah perizinan selanjutnya yang akan diurus setelah membentuk badan hukum, seperti;

Cara Membuat Izin Pendirian Sekolah Swasta/Madrasah Swasta dengan Tahun 2026 ?


Jakarta (BIB) -
Izin Operasional Sekolah/Madrasah (IOP/M) saat ini menyesuaikan dengan kewenangan dan tingkatannya.

Untuk sekolah umum, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, dan SMP menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota. Artinya, Izin Operasional Pendidikan Dasar dan PAUD menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten/Kota. 

Sementara untuk Izin Operasional Sekolah (IOP) jenjang SMA, SMK, dan SLB dilakukan di Pemerintah Provinsi.

Dan untuk Izin Operasional Madrasah dilakukan melalu laman Kementerian Agama.


Sementara itu, Izin Operasional Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) baik dari SPK KB, SPK TK, SPK SD, SPK SMP, SPK SMA, dan SPK SMK diajukan melalui Pemerintah Pusat (Kemdikdasmen).

Minggu, 30 Agustus 2026

Sekolah Muhammadiyah di Jabodetabek Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Selain Perguruan Tinggi, Perserikatan Muhammadiyah juga memiliki sekolah, madrasah, pendidikan diniyah, dan pondok pesantren.

Kali ini kita sedang membahas tentang sekolah Muhammadiyah yang berdiri di Jabodetabek. Mulai dari jenjang PAUD (yang diwakili oleh Aisyiyah atau Aisyiyah Bustanul Athfal), juga termasuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.

BACA JUGA : Kampus Muhammadiyah

Muhammadiyah sudah memiliki lembaga pendidikan dari layanan Pendidikan Anak Usia Dini hingga ke Perguruan Tinggi dan tersebar di seluruh Indonesia.

Sebetulnya basis Muhammadiyah bukan di Jabodetabek, melainkan di Yogyakarta, Solo, Semarang dan Pekalongan, serta di Lamongan, Jawa Timur. Sedangkan di luar Jawa, sebut saja Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Lampung. Namun, secara umum sudah tumbuh di kota-kota kecil di seluruh Indonesia.

Jumat, 28 Agustus 2026

Ini Kondisi Pendidikan di Flores Tahun 2026

Pulau Flores yang baru tertimpa musibah bencana gempa bumi, memiliki 8 kabupaten yaitu, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur.

Foto : Garda Indonesia


Labuan Bajo (BHC) -
Jumlah sekolah di 8 kabupaten yang ada di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 5.277 sekolah.

Sedangkan jumlah siswa sebanyak 488.458 anak dengan didukung oleh 56.491 guru.

Berikut Tabel 1.1. Kondisi Pendidikan di Pulau Flores, NTT tahun 2026;

Rabu, 26 Agustus 2026

Daftar SMA, SMK & SLB di DKI Jakarta Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Bilqis Haura Consultant menyoroti data yang ada di Dapodik bahwa, jumlah SMA, SMK & SLB di Provinsi DKI Jakarta mencapai 1.165 SMA/SMK/SLB.

Terdiri dari 519 SMA, 558 SMK, 88 SLB.

Baca Juga : Daftar SPK SMA di Indonesia Tahun 2026 

Sedangkan berdasarkan status, terdapat 208 SMA/SMK/SLB Negeri (17,85%), dan 957 SMA/SMK/SLB Swasta (82,15%).

Selasa, 25 Agustus 2026

Sekolah di BSD City & Sekitarnya Tahun 2026


BSD City (BHC) -
Berdasarkan data yang diperoleh Bilqis Haura Consultant jumlah sekolah yang tersebar di Wilayah Kota Mandiri BSD City mencapai 653 sekolah. 

Dan juga memiliki 109.179 siswa serta 8.526 guru.

Data ini sudah termasuk layanan PAUD (TPA, KB, TK, SPS), SD, SMP, SMA, SMK, SLB, PKBM/SKB, dan SKB baik negeri maupun swasta.

Tersebar di 4 kecamatan yaitu, Kecamatan Serpong dan Serpong Utara di Kota Tangerang Selatan dan Kecamatan Cisauk dan Pagedangan di Kabupaten Tangerang.

Untuk Wilayah sekitarnya ditambah Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Data ini tidak termasuk Madrasah (RA, MI, MTs, MA, dan MAK), Pondok Pesantren dan Pendidikan Diniyah.

Minggu, 23 Agustus 2026

SD di Kabupaten Bekasi Tahun 2026

348.958 Siswa SD


Tambun Selatan (BHC) -
Data pokok pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperlihatkan jumlah sekolah di Kabupaten Bekasi mencapai 3.783 sekolah.

Terdiri dari 895 sekolah negeri (23,65%) dan 2.888 sekolah swasta (76,35%).

Berdasarkan jenjang, maka Kabupaten Bekasi memiliki 1.778 PAUD (46,99%), 1.124 SD (29,71%), 453 SMP (11,97%), 136 SMA (3,59%), 197 SMK (5,20%), 10 SLB, 84 PKBM, dan 1 SKB.

Kabupaten Bekasi juga memiliki 685.317 siswa dan 42.355 guru.

Sabtu, 22 Agustus 2026

Kampus di Cikarang


Kota Cikarang sebagai kota commuter di wilayah Jabodetabek juga saat ini menjadi tempat terbaik untuk kuliah. Selain sangat dekat dengan Jakarta, juga dekat dengan Kawasan Industri tersebsar di Asia Tenggara.

Sehingga, kampus-kampus di Wilayah Cikarang menawarkan kuliah sambil bekerja alias kelas karyawan.

Ini Aturan Baru Soal Jumlah Siswa dan Rombel di Sekolah Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Agar tidak sembrono menerima murid baru saat SPMB, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengatur jumlah maksimal murid yang harus diterima dan jumlah rombel maksimal.

Namun, aturan ini dikecualikan terhadap daerah 3T atau daerah yang padat penduduknya diatas rata-rata agar tetap akses pendidikan yang merata dan berkeadilan terjamin.

Pengecualian berlaku apabila sebelumnya, Dinas Pendidikan sudah menghitung seluruh kebutuhan, sarana yang ada, kemampuan sekolah dan jumlah calon murid yang akan melanjutkan ke jenjang PAUD, Kelas 1 SD, Kelas 7 SMP, Kelas 10 SMA/SMK, SDLB/SMPLB/SMALB, Paket A, Paket B, dan Paket C.

Ini Kondisi SMP di Kabupaten Bekasi Tahun 2026


Kota Cikarang (BHC) -
Di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat jumlah SMP yang sudah berdiri per 22 Agustus 2026 sebanyak 453 SMP, 139.048 Siswa, dan 8.246 Guru.

Untuk SMP Negeri saja terdiri dari 112 SMP Negeri, 92.553 Siswa SMP Negeri, dan 4.425 Guru SMP Negeri.

Serta 341 SMP Swasta, 46.495 Siswa SMP Swasta, dan 3.821 Guru SMP Swasta.

Jumat, 21 Agustus 2026

Daftar SMA, SMK dan SLB di Kota Bekasi Tahun 2026


Kota Bekasi (BHC) -
Jumlah SMA, SMK, dan SLB di Kota Bekasi sebanyak 277 SMA/SMK/SLB. Setara dengan 11,04% dari sekolah yang ada di Kota Bekasi. Terdiri dari 122 SMA, 142 SMK, dan 13 SLB.

Yang berstatus sekolah negeri hanya 41 SMA/SMK/SLB Negeri dan 236 SMA/SMK/SLB Swasta.

Sejak alih kelola SMA/SMK/SLB dari Pemerintah Kota Bekasi ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tahun 2017, belum ada perubahan yang signifikan baik penambahan sekolah maupun penambahan ruang kelas baru.

Provinsi Jawa Barat baru membangun 1 sekolah negeri di Kota Bekasi dalam kurun 10 tahun pasca alih kelola, yakni SLB Negeri Medansatria tahun 2025.

Sisanya 22 SMA Negeri dan 15 SMK Negeri yang ada di Kota Bekasi seluruhnya masih dibangun oleh APBD Kota Bekasi.

Informasi Sekolah, Siswa dan Guru di Kota Bekasi Menurut Kecamatan Tahun 2026

Kota Bekasi (BHC) - Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kota Bekasi di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah sekolah mencapai 2.507 lembaga.

Dengan jumlah siswa sebanyak 459.042 siswa dan memiliki guru yang mencapai 34.107 orang.

Sudah termasuk semua jenjang dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, PKBM, dan SKB.

Ini Dapodik SMP di Kota Bekasi Tahun 2026


Bekasi Timur City (BHC) -
Jika pada jenjang SD, calon siswa ramai-ramai memilih SD Swasta, ternyata berbanding terbalik dengan pemilihan jenjang SMP. 

Calon siswa tidak lagi memilih SMP Swasta sebagai pilihan utama, tetapi berbalik badan condong ke SMP Negeri.

Padahal, di lingkungan SD Swasta sebelumnya yang menjadi pilihannya sudah tersedia dan terintegrasi jenjang pendidikan lanjutan baik SMP, SMA, dan SMK. 

Penomena ini terjadi di Kota Bekasi, sehingga SMP Negeri di Kota Bekasi justru tinggal duduk manis menunggu siswa, mereka merebut hingga daya tampung SMP Negeri tiap tahun tergolong sangat minim dibalik antusias calon murid baru.

Berbeda dengan SMP Swasta yang masih menunggu limpahan atau calon siswa yang sudah "gugur" dalm SPMB, untuk menjadi pilihan terakhir masuk SMP Swasta. Hanya PAUD, SD, dan SMK Swasta saja yang menjadi pilihan utama. Sedang SMP Swasta dan SMA Swasta cukup strong untuk berjuang mendapatkan murid limpahan yang tidak "lolos" SPMB.