Kota Bekasi (BHC) - Dari 4 jalur seleksi SPMB Sekolah Maung di Jawa Barat, 2 jalur diantaranya "Sepi Peminat" alias pendaftar dibawah daya tampung yang disediakan.
Hal ini terjadi atas 3 kemungkinan, yang pertama (1) calon murid baru enggan mendaftar, (2) minimnya prestasi murid di bidang akademik dan kejuaraan, (3) kurangnya sosialisasi Sekolah Maung.
Ke-3 masalah tersebut tentu saling terkait dan menjadi momok bagi "Program Politik Terburu-buru Kepala Daerah".
Dari 1.185 kursi yang tersedia untuk Jalur Akademik Sekolah Maung jenjang SMA misalnya, hanya 582 pendaftar hingga 31 Mei 2026. Itu artinya, cuma 49,11% pendaftar dari kuota yang disediakan.
Malah ada yang tidak mendapatkan murid sama sekali alias "Jonk" pendaftar. Terjadi di SMA Negeri 1 Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi dan SMA Negeri 1 Paminanan, Kabupaten Cirebon. Selain yang "Jonk", ada juga dengan Nol pendaftar untuk Jalur Kejuaraan pada SMAN 1 Banjar di Kota Banjar, dan SMAN 1 Parigi di Kabupaten Pangandaran.
Direktur Bilqis Haura Consultant, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, mengakui program Sekolah Maung Unggulan "KDM" belum siap tempur.
"Pendaftar di jalur Akademik dan jalur Kejuaraan masih ada yang 'Jonk' peminat, bahkan pada Jalur Kejuaraan jenjang SMA persentasenya cuma 20,17% pendaftar. Memprihatinkan sekali," kata Bang Imam di Bekasi, 1 Juni 2026.
Pendaftar yang lumayan dan membludak hanya di jalur Rapor. Itupun, karena syaratnya cuma nilai rata-rata rapor Semester 1-5.
"Jadi di jalur ini tidak ada kendala. Rata-rata tingginya peminat bukan karena ingin bersekolah di Sekolah Maung. Cuma mau coba-coba saja, siapa tahu diterima dan tercatat sebagai pelopor Sekolah Maung Jawa Barat, hehehe," jelas Bang Imam, panggilan akrabnya menambahkan.