Sabtu, 15 Agustus 2015

Aliran Air Sungai Sebagai Energi Terbarukan Dari Anugerah Hingga Musibah

ISU TEMATIK 3 UNTUK KONGRES SUNGAI INDONESIA

Banjarnegara (BIB) - Keberadaan sungai tidak terpisahkan dengan gunung, hutan dan daratan lebih luas lagi sebagai wilayah tangkapan air hujan dan pemasok mata air, rembesan dan aliran. Pengelolaan dan pemanfaatan hutan, gunung, lereng dan perbukitan masyarakat pemangku sungai dan hutan secara tradisional menerapkan budaya kelola dengan memelihara sistem pewilayahan tutupan/larangan, lindung, kelola dan budidaya atau serupa dengan itu, serta memagarinya dengan norma, nilai dan adat-istiadat.
Degradasi dan ancaman terhadap sungai adalah ancaman terhadap ekologi dan ekosistem air yang, pada hakekatnya, mewujud sebagai ancaman bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan bersama.  Tetap memperhatikan dengan sungguh-sungguh situasi kawasan Daerah Aliran Sungai, Badan Sungai dari hulu, tengah, hilir sampai muara, serta pantai, laut dan pesisiran dari sungai-sungai besar seperti Barito, Kapuas, Mahakam, Musi, Batanghari, Kampar, Brantas, Solo maupun sungai Ajkwa (pembuangan tailing tambang emas freeport di Papua); masalah yang dihadapi Sungai Citarum, Kali Ciliwung, Kali Semarang dan Kali Surabaya (Kali Mas) sekurangnya menunjuk betapa parah dan rumitnya masalah yang dihadapi ekosistem sungai kita.Tak teringkari bahwa tata kelola sungai memiliki kekhususan karena ia menyangkut kawasan hulu dan hilir.

Sungai juga menyimpan potensi yang luar biasa sebagai sumber energi, ratusan bahkan mungkin ribuan pembangkit listrik skala kecil (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) maupun skala besar (Pembangkit Listrik Tenaga Air) telah memberikan pasokan catu daya kelistrikan di berbagai wilayah di negeri seribu sungai ini. Kelangkaan energy konvensional fosil akan menjadi musibah umat manusia dan pemanfaatan aliran air sungai sebagai sumberdaya energy adalah anugerah yang secepatnya harus dimanaatkan secara optimal bagi kesejahteraan manusia.  
Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA adalah pembangkit yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik yang biasa disebut hidroelectrik. Bentuk utama pembangkit listrik jenis ini adalah generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari air, namun secara luas PLTA tidak hanya terbatas pada air dari sebuah waduk atau air terjun, melainkan juga meliputi pembangkit listrìk yang menggunakan tenaga air dalam bentuk lain, seperti tenaga ombak.
Energi terbarukan adalah sumber energy yang dihasilkan dari sumberdaya energy yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanutan jika dikelola dengan baik, antara lain : panas bumi, biofuel, aliran air sungai, panas surya, angina, biomassa, biogas, ombak laut dan suhu kedalaman laut.
Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan diperlukan karena :
  • Cadangan energy konvensional fosil semakin menipis, sehingga energy konvensional semakin mahal.
  • Penggunaan energy terbarukan adalah upaya mitigasi dampak emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global.
  • Penggunaan energy terbarukan sebagai upaya mitigasi resiko gejolak kenaikan harga minyak dunia.
  • Pengembangan energy terbarukan adalah sebagai upaya untuk pengamanan penyediaan listrik bagi generasi mendatang.
Yang pasti energi terbarukan memberikan keamanan dan lebih tingi jaminan keberlanutan lingkungan pada saat sekarang dan masa yang akan datang. Potensi aliran air sungai sebagai pilihan energy terbarukan akan memberikan multiplier effect terhadap upaya-upaya pelestarian kawasan dan lingkungan, karena hanya dengan kawasan dan lingkungan yang terjaga kellestariannya, maka akan memberikan jaminan keberlanjutan daya dukung.
Pertanyaan reflektif untuk membangun gerakan percepatan energy terbarukan dengan sumberdaya aliran air sungai adalah sebagai berikut :
  • Adakah pemahaman dan kesadaran atas krisis energy fosil menjadi kepedulian kolektif seluruh masyarakat  ?
  • Seberapa besar dan dimana saja potensi sumberdaya aliran air sungai yang mampu didaya gunakan untuk energy terbarukan ?
  • Bagaimana mewujudkan upaya bersama untuk mengatasi kelangkaan energy dimasa yang akan datang ?
Tujuan

  1. Membangun gerakan percepatan energy terbarukan dengan memahami Kebjikan Nasional Energi serta aturan dan perundangannya.
  2. Mengiventarisir potensi potensi sumberdaya aliran air sungai yang mampu didaya gunakan untuk energy terbarukan.
  3. Mendorong dan mengapresiasi inisiatif-inisiatif masyarakat untuk mengembangkan alternative-alternatif penyediaan energy terbarukan.
#KongresSungaiIndonesia2015 #KSI2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara.

komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar.

jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke bangimam.kinali@gmail.com dan SMS/WA 085739986767

twitter: @BangImam

facebook: Bang Imam Kinali Bekasi