Senin, 30 Januari 2017

JUKNIS BOS MADRASAH 2017

Dana BOS MI Rp. 800 Ribu, MTs Rp. 1 Juta, & MA Rp. 1,4 Juta Per Siswa Per Tahun

Jakarta (BIB) - Bantuan Operasional Sekolah untuk madrasah dialokasikan melalui DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Tahun Anggaran 2017 untuk Madrasah Negeri. Sedangkan untuk Madrasah Swasta dana BOS melalui transfer langsung ke rekening madrasah dari KPPN tanpa melalui rekening penampung. 

BOS Madrasah dialokasikan bagi 49.337 madrasah diseluruh Indonesia.

Bila dilihat dari Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) mencapai angka 12,93%, MTs 23,54% dan MA 9,75%.

BOS Madrasah adalah program pemerintah yang pada dasarnya untuk penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, disebutkan yang dimaksud dengan biaya non personalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya tidak langsung berupa daya, air, jasa, telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi dan lainnya.

Minggu, 29 Januari 2017

2.290 Guru Honorer SD di Kota Bekasi Tahun 2017

356 Tenaga Kependidikan Honorer


Bang Imam lagi ngopi takar
Kota Bekasi (BIB) - Pemerhati pendidikan di Indonesia, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S mengakui kondisi guru honorer belum begitu diperhatikan, dan masih dianggap membebani anggaran daerah. Hal ini dibuktikan dengan minimnya tunjangan kesejahteraan yang diberikan terhadap guru honorer.

"Lihat saja gaji guru honorer sampai saat ini masih dibawah UMK, mereka dianggap membebani anggaran daerah. Padahal guru honorer membantu lebih dari 37% guru honorer SD Kota Bekasi bertugas mencerdaskan bangsa," kata Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S.

Saat ini menurut data yang dimilikinya, jumlah guru honorer SD Negeri di Kota Bekasi mencapai 2.290 orang. Sedangkan jumlah Tenaga Kependidikan Honorer mencapai 356 orang.

Total jumlah guru dan tenaga kependidikan di jenjang SD di Kota Bekasi tahun 2017 mencapai 6.589 orang, yang terdiri dari 2.646 honorer dan 3.943 PNS.

Sabtu, 28 Januari 2017

INI RINCIAN PEMAKAIAN ANGGARAN BOS DI KOTA BEKASI 2016

Total Penggunaan Rp. 124.659.035.943,00

Kota Bekasi (BIB) - Satuan pendidikan penerima dana BOS di Kota Bekasi selama periode tahun 2016 menghabiskan anggaran BOS sebanyak Rp. 124.659.035.943,00. Dengan rincian pada Triwulan I (Januari-Maret) terpakai sebesar Rp. 24.180.677.611,00.

Sedangkan di Triwulan II (April-Juni) terpakai sebanyak Rp. 36.132.171.632,00, pada Triwulan III (Juli-September) dana BOS yang dipergunakan oleh satuan pendidikan mencapai Rp. 31.464.765.413,00.

Untuk Triwulan IV (Oktober-Desember) anggaran dana BOS dihabiskan sebanyak Rp. 32.881.421.287,00.

Khusus anggaran untuk pembiayaan honorarium guru honorer dan tenaga kependidikan honorer yang sudah dipatok hanya sekitar 15% dari total anggaran dana BOS, maka yang dihabiskan untuk membayar honorer sekitar Rp. 19.563.799.064,00.

Selasa, 24 Januari 2017

RP. 416.090.233.749.000,00 ANGGARAN PENDIDIKAN TAHUN 2017

20 Kementerian/Lembaga Mendapat Alokasi Anggaran Pendidikan 


Jakarta (BIB) - Sebanyak 20 kementerian/lembaga juga memperoleh anggaran pendidikan tahun 2017. Dan pada tahun ini justru, Kementerian Agama menjadi lembaga yang paling besar memperoleh anggaran pendidikan, setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kementerian Agama mendapatkan alokasi anggaran pendidikan sebsar Rp. 50,439 triliun. Kemudian anggaran yang mendapatkan jumlah besar kemudian baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp. 39,823 triliun. 

Sementara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dialokasikan sebanyak Rp. 38,730 triliun.

Anggaran pendidikan terbagi 2, pertama untuk belanja pemerintah pusat lewat kementerian/lembaga yang jumlahnya sebesar Rp. 141,830 triliun dan Dana Transfer ke Daerah sebesar Rp. 268,176 triliun.

Uniknya anggaran pendidikan tahun 2017 ada alokasi untuk dana peningkatan kapasitas koperasi dan UKM sebesar Rp. 100 miliar. Padahal di Koperasi dan UKM sudah mendapatkan anggaran sebesar Rp. 115 miliar.

PROFIL SINGKAT MADRASAH 2017

Ayoo.. madrasah bangkit


Jakarta (BIB) Berdasarkan data Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama, jumlah lembaga pendidikan Islam di Indonesia per Januari 2017 mencapai 78.035 satuan pendidikan.

Bila dirinci berdasarkan jenjang, maka jumlah lembaga Raudlatul Athfal (RA) sebanyak 27.999 lembaga, Madrasah Ibtidaiyah (MI) 24.560 lembaga, Madrasah Tsanawiyah (MTs) 16.934 lembaga, Madrasah Aliyah (MA) 7.843 lembaga, dan PTKI mencapai 699 lembaga.

Sedangkan jumlah guru madrasah adalah 1.260.981 orang, yang terdiri dari guru RA sebanyak 48.596 orang, guru MI sebanyak 269.460 orang, guru MTs sebanyak 265.784 orang, guru MA sebanyak 236.999 orang, dan guru PTKI mencapai 440.142 orang.

PERATURAN DANA DEKONSENTRASI TAHUN ANGGARAN 2017

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 1 TAHUN 2017
TENTANG
PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN KEPADA GUBERNUR DALAM PENYELENGGARAAN DEKONSENTRASI TAHUN ANGGARAN 2017

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :
a. bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 16 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan, urusan pemerintahan yang akan dilimpahkan dalam rangka penyelenggaraan dekonsentrasi ditetapkan dengan Peraturan Menteri;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pelimpahan Sebagian Urusan Pemerintahan Bidang Pendidikan kepada Gubernur Dalam Penyelenggaraan Dekonsentrasi Tahun Anggaran 2017;

Senin, 23 Januari 2017

46.835 GURU HONORER SMK TAHUN 2017

149 Guru Bantu



Jakarta (BIB) - Jumlah guru honorer di jenjang SMK se Indonesia masih cukup siknifikan. Data terakhir Tahun Pelajaran 2016/2017 yang dimiliki Sapulidi Riset Center (SRC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi mencapai 46.835 guru.

Mereka mengabdi di 13.236 SMK di seluruh Indonesia. Jumlah SMK Negeri sendiri berkisar 3.434 (25,94%). Sedangkan jumlah SMK Swasta lebih mendominasi, yakni sebanyak 9.802 (74,06%).

Guru Bantu (GB) pada SMK Negeri tersisa sebanyak 88 orang. Sementara Guru Honorer Daerah (HONDA) pada SMK Negeri sebanyak 37.459 orang, Guru Tidak Tetap (GTT) mencapai 9.227 orang. 

Guru bantu swasta yang tersisa mencapai 61 orang. 

134.684 GURU HONORER SMP DI INDONESIA TAHUN 2017

445 Guru Bantu SMP


Jakarta (BIB) - Bila mendengar upah guru, terutama yang masih berstatus honorer, tentu kita sangat miris mendengarnya. Sungguhpun demikian, tidak menyurutkan guru yang sudah profesional berbakti dan mengabdi untuk mencerdaskan bangsa ini.

Berdasarkan data Sapulidi Riset Center (SRC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, jumlah guru honorer yang mengabdi di jenjang SMP seluruh Indonesia saat ini per Januari 2017 mencapai 134.684 guru.

Mereka mengabdi sebagai Guru Bantu (GB) pada sekolah negeri 269 GB, di sekolah swasta 176 GBS. Ditambah dengan 106.735 Guru Honorer Daerah (HONDA) dan 27.504 Guru Tidak Tetap (GTT). 

Sebaran guru honorer pada jenjang SMP paling signifikan terdapat di Provinsi Jawa Barat yang mencapai 15.574 guru. Sedangkan sebaran Guru Bantu Swasta terbanyak berada di Provinsi DKI Jakarta yang mencapai 134 GBS.

Nasib guru honorer pada jenjang SMP masih menunggu keajaiban dari revisi UU ASN oleh DPR RI.

Minggu, 22 Januari 2017

494.023 GURU HONORER DI SD TAHUN 2017

1.051 Guru Bantu SD


Jakarta (BIB) - Wah..wah..wah ternyata guru honorer pada jenjang SD kok masih begitu banyak ya. Berdasarkan data Sapulidi Riset Center (SRC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi per Januari 2017, jumlah guru honorer SD di seluruh Indonesia mencapai 494.023 guru.

Bila dirinci, maka guru honorer berstatus Guru Bantu (GB) SD Negeri sebanyak 825 guru, GB Swasta sebanyak 226 guru, Guru Honorer Daerah (HONDA) sebanyak 409.915 guru, dan Guru Tidak Tetap (GTT) mencapai 83.050 guru.

Provinsi dengan jumlah guru honorer terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat (71.976 guru), Provinsi Jawa Timur (67.924 guru), Provinsi Jawa Tengah (57.969 guru), Provinsi Sumatera Utara (29.580 guru), dan Sulawesi Selatan (26.556 guru).

Selanjutnya guru honorer juga masih banyak di  Provinsi Sumatera Selatan 19.434 guru, Provinsi Aceh 19.331 guru, Provinsi Riau 17.731 guru, Provinsi Lampung 17.245 guru, dan Nusa Tenggara Barat sebanyak 17.149 guru. 

Untuk sebaran guru bantu di sekolah negeri terbanyak berada di Riau (171 GB) dan Aceh (167 GB). Guru Bantu Swasta (GBS) yang masih tertahan dan belum diangkat menjadi CPNS terbanyak di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yakni mencapai 159 GBS.

Sabtu, 21 Januari 2017

3.470 GURU HONORER DI PLB TAHUN 2017

43 Guru Bantu



Jakarta (BIB) - Pendidikan Luar Biasa atau Sekolah Luar Biasa (PLB/SLB) adalah pendidikan khusus yang dimiliki oleh pemerintah maupun masyarakat. Data pokok pendidikan (DAPODIK) Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Penddiikan Masyarakat (PAUD & Dikmas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah PLB diseluruh Indonesia per Januari 2017 mencapai 2.070 lembaga.

Yang terdiri dari 545 PLB Negeri (26,33%) dan 1.525 PLB Swasta (73,67%).

Bila dirinci per jenjang, maka
  • SDLB : 254 lembaga
  • SMPLB : 116 lembaga
  • SMALB : 74 lembaga
  • SLB/PLB : 1.626 lembaga
Sedangkan jumlah seluruh siswa pada PLB Tahun Pelajaran 2016/2017 di Semester Ganjil mencapai 121.244 siswa. Jumlah rombongan belajar mencapai 29.928 rombel dan ruang kelas sebanyak 19.727.

Jumat, 20 Januari 2017

DANA BOS 2017 SEBESAR RP. 45,119 TRILIUN

Terbesar Diterima Provinsi Jawa Barat

Jakarta (BIB) - Dana alokasi Biaya Operasional Sekolah untuk tahun anggaran 2017 berkisar Rp. 45.119.999.600.000,00 atau sekitar Rp. 45,119 triliun. Dana BOS ini dianggarkan untuk 508 kabupaten/kota dan 34 provinsi di Indonesia.

Jumlah perolehan BOS terbesar adalah Provinsi Jawa Barat yakni sebesar Rp. 7.783.673.600.000,00 atau sekitar Rp. 7,7 triliun. Kemudian disusul Provinsi Jawa Timur Rp. 5,4 triliun, Jawa Tengah Rp. 5,2 triliun, Sumatera Utara Rp. 3,063 triliun dan Provinsi Banten sebesar Rp. 2,017 triliun.

Jumlah dana BOS paling sedikit diterima oleh Procvinsi Kalimantan Utara sebesar Rp. 133 miliar.

Ada juga dana cadangan BOS sebesar Rp. 356 miliar.

Selasa, 17 Januari 2017

PERMENDIKBUD 75 TAHUN 2016 TENTANG KOMITE SEKOLAH





PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 75 TAHUN 2016

TENTANG

KOMITE SEKOLAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :
a. Bahwa untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan, perlu dilakukan revitalisasi tugas komite sekolah berdasarkan prinsip gotong-royong;

b. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Komite Sekolah;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

Minggu, 15 Januari 2017

13.310 Siswa SMP Bersekolah di Bekasi Timur

6.933 Siswa Merupakan Siswa SMP Negeri



Bekasi Timur (BIB) - Wow... ternyata siswa SMP Negeri di Kecamatan Bekasi Timur lebih banyak ketimbang yang sekolah di SMP Swasta. Padahal, ya bila dibandingkan jumlah SMP Swasta jauh lebih banyak lo, bisa mencapai 300%.

Saat ini berdasarkan data dari Sapulidi Riset Center (SRC), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi untuk hitungan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017, jumlah SMP Negeri yang sudah berdiri di Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi sebanyak 6 lembaga, yaitu; SMP Negeri 1 Kota Bekasi, SMP Negeri 2 Kota Bekasi, SMP Negeri 3 Kota Bekasi, SMP Negeri 11 Kota Bekasi, SMP Negeri 18 Kota Bekasi, dan SMP Negeri 32 Kota Bekasi.

Sedangkan jumlah SMP Swasta mencapai 23 sekolah.

Jumlah siswa keseluruhan di Bekasi Timur pada jenjang SMP cukup banyak lo, bisa sampai 13.310 siswa, yang terdiri dari Kelas 7 sebanyak 4.512 siswa, Kelas 8 sebanyak 4.408 siswa, dan Kelas 9 mencapai 4.390 siswa.

Jumlah tersebut tersebar di 6 SMP Negeri sebanyak 6.933 siswa dan di SMP Swasta sebanyak 6.377 siswa. 

Kalau dilihat berdasarkan jenis kelamin, maka jumlah siswa laki-laki pada jenjang SMP di Bekasi Timur mencapai 6.776 siswa dan perempuan sebanyak 6.534 siswa.

95.356 Siswa Bersekolah Jenjang SMP di Kota Bekasi

Swasta Harus Berbenah


Kota Bekasi (BIB) - Sebanyak 95.356 siswa bersekolah pada jenjang SMP di Kota Bekasi Tahun Pelajaran 2016/2017. Terdiri dari 32.109 siswa Kelas 7, 32.413 siswa Kelas 8, dan 30.834 siswa Kelas 9. 

Jumlah siswa bila berdasarkan jenis kelamin pada jenjang SMP adalah, laki-laki 48.633 siswa dan perempuan sebanyak 46.723 siswa.

Sementara jumlah siswa bila dilihat berdasarkan status sekolah, maka jumlah siswa SMP pada sekolah negeri mencapai 47.368 siswa, terdiri dari 16.737 siswa Kelas 7, 15.858 siswa Kelas 8, dan 14.773 siswa Kelas 9. 

Pada sekolah swasta, jumlah siswa SMP mencapai 15.372 siswa Kelas 7, 16.555 siswa Kelas 8, dan 16.061 siswa Kelas 9. Total jumlah siswa SMP Swasta mencapai 47.988 siswa.

Sedangkan jumlah sekolah baik SMP Negeri maupun SMP Swasta di Kota Bekasi saat ini sebanyak 259 SMP, yang terdiri dari 49 SMP Negeri dan 210 SMP Swasta.

Direktur Sosial dan Pendidikan, LSM Sapulidi, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, mengakui jumlah SMP Swasta di Kota Bekasi terlalu banyak, sedangkan jumlah SMP Negeri masih kurang.

Sabtu, 14 Januari 2017

303 Guru Honorer di SMP Negeri Kota Bekasi 2017

Menunggu Revisi UU ASN



Kota Bekasi (BIB) - Mengutif catatan Sapulidi Riset Center (SRC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, jumlah pendidik non PNS atau Guru Honorer di jenjang SMP Negeri di Kota Bekasi mencapai 303 orang. Mereka tersebar di 41 SMP Negeri.

Sebenarnya, jumlah seluruh SMP Negeri di Kota Bekasi mencapai 49 satuan pendidikan. Namun, 8 SMP Negeri masih menginduk ke sekolah utama, karena belum memiliki bangunan yang refresentatif. 

Bila tidak ada kendala, tahun 2017 ini akan dilakukan revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini dilakukan untuk mengakomodir nasib puluhan ribu tenaga honorer yang ada di sekolah negeri.

Kalau revisi terlaksana tahun ini, kemungkinan pengangkatan CPNS untuk pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah negeri akan dituntaskan selama 3 tahun.

Jumlah seluruh guru di SMP Negeri yang ada di Kota Bekasi mencapai 1.558 orang, yang terdiri dari 1.255 orang merupakan Guru PNS dan 303 orang Guru Non PNS. Sedangkan tenaga kependidikan atau pegawai sebanyak 453 orang. Terdiri dari 119 pegawai PNS dan 334 pegawai Non PNS.

Sehingga total jumlah pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) pada 49 SMP Negeri di Kota Bekasi adalah 2.011 orang.

Kamis, 12 Januari 2017

SMA NEGERI 1 KOTA BEKASI

8 Guru Honor dan 21 Tenaga Honorer


Bekasi Timur (BIB) - SMA Negeri 1 Kota Bekasi merupakan sekolah menengah atas pertama yang berdiri di Bekasi. Dalam sejarah awalnya, SMA Negeri 1 Bekasi menginduk dengan SMA Negeri Karawang atau biasa disebut filial.

Terletak di kawasan pendidikan, tepatnya di Jl. H. Agus Salim No.181 Kelurahan Bekasijaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Berdiri diatas lahan seluas sekitar 16.135 m2, sudah berdiri bangunan antara lain, 35 ruang kelas, 4 ruang laboratorium, 1 ruang perpustakaan dan 2 sanitasi siswa.

Nama yang menjadi tokoh utama dalam pendirian SMA Negeri 1 Kota Bekasi adalah Bapak Raden K. Kusumo. Beliau gigih memperjuangkan berdirinya sekolah menengah negeri di Bekasi.

Berkat bantuan dan jasanya, maka pada tahun 1962, SMA Negeri 1 Bekasi resmi berdiri dan menempati serta menumpang di SMP Negeri 3 Kota Bekasi.

SMA Negeri 1 Kota Bekasi menumpang di SMP Negeri 3 Bekasi selama 1,5 tahun dan kemudian berpindah ke STN (saat ini merupakan SMP Negeri 18 Kota Bekasi) selama 5 tahun. Dan tahun 1964, tepatnya 30 Juli 1964, keluarlah SK Kakanwil Depdikbud Provinsi Jawa Barat No.79/SK/B III tentang penegerian SMA Negeri 1 Kota Bekasi.

Rabu, 11 Januari 2017

PROFIL SINGKAT SMK NEGERI DI KOTA BEKASI 2017

11.489 Siswa Bersekolah di SMK Negeri di Kota Bekasi


Kota Bekasi (BIB) - Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, bahwasanya kewenangan pengelolaan pendidikan jenjang SMK menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.

Di Kota Bekasi berdasarkan data Sapulidi Riset Center (SRC), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, jumlah SMK Negeri yang sudah berdiri saat ini sebanyak 15 SMK, bahkan 3 diantaranya masih berstatus Unit Sekolah Baru (USB) karena baru melaksanakan proses belajar mengajar sejak Tahun Pelajaran 2016/2017.

Jumlah guru yang mengajar di 15 SMK Negeri sebanyak 451 orang, jumlah siswa sebanyak 11.489 anak, jumlah rombel 343 rombel, dan jumlah ruang kelas mencapai 242 ruang.

Jumlah tenaga honorer di 15 SMK sebanyak 388 0rang, yang terdiri dari 253 guru honorer dan 135 pegawai

Selasa, 10 Januari 2017

PROFIL SMA NEGERI DI KOTA BEKASI 2017

213 Guru Honorer & 51 Tenaga Honorer



Kota Bekasi (BIB) - Sesuai dengan data Sapulidi Riset Center (SRC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, jumlah satuan pendidikan berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kota Bekasi sebanyak 22 lembaga.

4 lembaga diantaranya masih merupakan Unit Sekolah Baru (USB), yaitu USB SMAN 19 Kota Bekasi, USB SMAN 20 Kota Bekasi, USB SMAN 21 Kota Bekasi dan USB SMAN 22 Kota Bekasi.

Mulai awal tahun 2017, Pemerintah Kota Bekasi harus menyerahkan kewenangan pengelolaan jenjang SMA kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Jumlah guru yang tercatat dalam data pokok pendidikan (Dapodik) ke-22 SMAN Negeri yang ada di Kota Bekasi per Desember 2016 mencapai 859 orang. Terdiri dari 646 guru berstatus PNS dan 213 guru merupakan tenaga honorer.

Untuk jumlah tenaga kependidikan (pegawai) yang terdaftar dalam dapodik mendikdasmen mencapai 98 orang, 47 orang pegawai merupakan PNS dan 51 orang masih berstatus tenaga honorer.

SMK NEGERI 1 KOTA BEKASI

6 Guru Honorer & 17 Tenaga Honorer


Bekasi Barat (BIB) - SMK Negeri 1 Kota Bekasi terletak di wilayah Bekasi Barat, tepatnya di Jl. Bintara VIII No.2 Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Berdiri sejak tahun 1997, pertama sekali membuka 2 program keahlian dan 4 rombongan belajar. Program Keahlian yang dibuka di SMK Negeri 1 Kota Bekasi adalah Teknik Otomotif dan Teknik Mesin.

Saat pertama kali dibuka terjaring 144 siswa yang berminat sekolah di SMK Negeri 1 Kota Bekasi.

Sesuai dengan Surat Keputusan Walikota Bekasi Nomor 420/Kep.169.A-Disdik/IV/2013 maka SMK Negeri 1 Kota Bekasi masuk dalam Kategori Sekolah Model.

Luas lahan SMK Negeri 1 Kota Bekasi mencapai 9.270 m2. Saat ini pelaksanaan kurikulum memakai KTSP (Kurikulum 2006).

Berdasarkan data Sapulidi Riset Center (SRC), jumlah siswa di SMK Negeri 1 Kota Bekasi pada Tahun Pelajaran 2016/2017 untuk Semester Ganjil mencapai 1.566 orang. Terdiri dari Kelas X sebanyak 558 anak, Kelas XI sebanyak 529 anak, dan Kelas XII mencapai 479 anak.

Bila dilihat berdasarkan jenis kelamin, maka jumlah siswa laki-laki adalah 1.002 anak dan jumlah siswa perempuan sebanyak 564 anak.

Sedangkan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang ada di SMK Negeri 1 Kota Bekasi adalah 79 orang. Terdiri dari 61 guru dan 18 pegawai.

Guru yang sudah berstatus PNS di SMK Negeri 1 Kota Bekasi adalah 55 orang dan berstatus honorer mencapai 6 orang.

Pada tenaga pegawai yang sudah PNS cuma 1 orang dan sisanya 17 orang merupakan tenaga honorer.

Senin, 09 Januari 2017

INI DAPODIK SEMESTER GENAP KEMDIKBUD TAHUN 2017

Jumlah Guru Mencapai 2.946.389 Orang

Up Date Per 16 Nopember 2016

Jakarta (BIB) - Hingga per tanggal 09 Januari 2017, pada pukul 20.40 wib, jumlah up date data pokok pendidikan (DAPODIK) Pendidikan Dasar dan Menengah di Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencapai 216.574 sekolah.

Satuan Pendidikan yang dimaksudkan adalah jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan LSB. 

Saat ini jumlah satuan pendidikan jenjang SD baik berstatus negeri maupun swasta sebanyak 148.652 sekolah. Sedangkan jenjang lainnya, seperti SMP mencapai 38.585 sekolah, SMA 13.459 sekolah, SMK 13.690 sekolah dan SLB sebanyak 2.188 sekolah.

Jumlah siswa saat ini yang sudah masuk dapodik adalah mencapai 45.335.505 siswa, yang terdiri dari jenjang SD sebanyak 25.705.844 anak, SMP 10.161.386 anak, SMA 4.666.137 anak, SMK 4.679.432 anak, dan siswa SLB sebanyak 122.715 anak.

Untuk jumlah rombongan belajar (ROMBEL) pada semua jenjang mencapai 1.851.766 rombel, terdiri dari 1.106.088 rombel jenjang SD, SMP 349.230 rombel, SMA 199.576 rombel, SMK 166.493 rombel, dan SLB sebanyak 30.379 rombel.

Bang Imam Ucapkan Terima Kasih

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh ...

Semangat Pagi

Bang Imam lagi di tengah-tengah kebun sawit, Kampung Baringin, Lingkungan VII, Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara (Januari 2017)
Pertama sekali saya berterima kasih terhadap semua nya yang sudah menyempatkan melihat, bertanya dan mengomentari semua catatan-catatan yang ada di blog ini.

Hingga di awal Januari 2017, sudah ada 4.005.842 orang yang mengunjunginya, terima kasih atas atensi yang sudah singgah dan membaca isinya.

Sebagai pemerhati sosial dan pendidikan, blog ini selalu memberikan informasi dan ctatan ringan soal perkembangan dari waktu ke waktu.

Agar lebih terarah dan tidak bias, kalau kata orang saat ini "hoak", maka blog ini menambah referensi dan data serta tabel dari sumber informasi aslinya

Saya berharap kepada yang sudah singgah selalu mengutamakan diskusi agar informasi lebih tajam dan menambah wawasan kita semua, utamanya masyarakat sosial dan pendidikan di seluruh Indonesia

Sekali lagi terima kasih, selamat tahun baru 2017

Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S (Bang Imam)

link :
Facebook : Bang Imam Kinali Bekasi
Twitter : Bang Imam
Instagram : BangImam_Berbagi
WA : 0857 3998 6767
Email : bangimam.kinali@gmail.com

IKLAN : WA/SMS 0857 3998 6767

Selasa, 03 Januari 2017

Danau Siais

Danau Siais terletak di Desa Siais, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara



Foto : Bang Imam