Rawalumbu (BHC) - Kota Bekasi sudah mengalami sedikitnya 2 kali banjir besar selama Januari 2026. Yang pertama sekali pada Minggu, 18 Januari 2026 dan yang kedua pada Jum'at, 23 Januari 2026.
Bahkan, polder pengendali banjjir yang dibangun Pemerintah Kota Bekasi di beberawa wilayah justru menjadi korban banjir itu sendiri, hehehe.
Pemerintah Kota Bekasi hingga saat ini belum mampu menanggulangi bencana banjir akibat dari Bencana Hidrometeorologi.
Selain banjir berulang di beberapa daerah, justru tiap tahun bertambah titik banjir baru.
Berikut ini Titik Banjir di Kota Bekasi Per 23 Januari 2026 yang dilaporkan BPBD Kota Bekasi;
KECAMATAN BEKASI TIMUR
- Jl. Maluku Raya, Perumnas III Bekasi
KECAMATAN BEKASI BARAT
- Perumnas I Bekasi RW.006 (TMA 70-80 cm)
- Perumahan Duta Kranji (TMA 10-70 cm)
- Perumahan Mas Naga (TMA 20-100 cm)
KECAMATAN BEKASI SELATAN
- RW.011 Kelurahan Jakamulya (TMA 20-30 cm)
KECAMATAN BEKASI UTARA
- Kantor Kecamatan Bekasi Utara (TMA 10-30 cm)
- SMP Negeri 21 Kota Bekasi (TMA 20-50 cm)
- Kampung Kaliabang Rorotan (1 rumah atap rumah roboh)
- Perumahan Bulak Perwira (TMA 5-20 cm)
KECAMATAN MEDANSATRIA
- Jl. Alamanda Indah II RT.015 RW.017, Kelurahan Pejuang (TMA 30-70 cm)
KECAMATAN RAWALUMBU
- Perumahan Bumi Bekasi Baru Utara (TMA 50-70 cm)
- Perumahan Pondok Hijau Permai (TMA 100 cm)
- Perumahan Taman Narogong Indah (TMA 40-60 cm)
KECAMATAN MUSTIKAJAYA
- Perumahan Mayang Pratama (TMA 5 cm)
KECAMATAN JATIASIH
- Perumahan Dosen IKIP (TMA 70 cm)
KECAMATAN PONDOKGEDE
- Perumahan Essence Park (TMA 70 cm)
- Perumahan Jatibening Permai (TMA 150 cm)
- Perumahan Prima Lingkar Asri (TMA 60 cm)
Selain data diatas masih banyak titik banjir yang belum terlaporkan oleh warga. Hal ini berkaitan karena masyarakat sudah bosan, karena setiap ada laporan tidak ada tindak lanjut untuk mengatasi banjir.
"Kalau kita lapor cuma ditanya mau dievakuasi (untuk mengungsi) atau butuh penyaluran makanan. Hanya itu yang mereka infokan kepada kita. Tidak ada mitigasi dan penyelesaian. Banjir selalu berulang di Kota Bekasi," terang warga yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Banjir hingga sore ini di beberapa wilayah sudah mulai berangsur surut. Surutnya banjir bukan karena upaya pencegahan banjir yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi, melainkan karena memang curah hujan sudah menurun sejak siang tadi.
Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S mengakui jika Pemerintah Kota Bekasi dalam 5 tahun terakhir tidak memiliki solusi banjir yang signifikan.
"Selain selalu berulang banjirnya tiap tahun di beberapa daerah, justru titik banjir baru bermunculan. Ini karena penyelesaian banjir yang dibuat Pemerintah Kota Bekasi hanya darurat, seperti penyediaan pompa dan kolam retensi," jelas Bang Imam panggilan akrabnya.
Bahkan, di beberapa daerah seperti Bekasi Timur dan Bekasi Barat justru pengendali banjir malah kebanjiran.
Banjir di Kota Bekasi dapat disebabkan karena meluapnya DAS Bekasi (Subdas Cikeas dan Subdas Cileungsi), DAS Cakung, DAS Sunter, DAS Blencong serta kali-kali kecil seperti Kali di Perumahan BSK, Kali Jambe dan Kali Sasak Jarang.
Bahkan, banjir juga disebabkan karena daya tampung dan daya dukung drainase yang ada tidak mampu menampung air hujan yang cukup ekstrim.
"Ruang terbuka hijau sangat minim di Kota Bekasi. Ditambah lagi ruang terbuka privat yang sudah terbangun. Tata Ruang Kota Bekasi perlu ditata ulang lagi, sudah tidak cocok dan kalah cepat sama bencana hidrometeorologi," jelas Bang Imam menambahkan.
Drainase yang ada di wilayah Kecamatan Rawalumbu, Mustikajaya, Bekasi Selatan, Jatiasih, Bekasi Barat, Bekasi Timur dan Bekasi Utara misalnya daya tampungnya sudah overload. Sebab, rata-rata drainase itu terintegrasi antara perumahan 1 dengan perumahan dibawahnya.
"Yang kasihan perumahan dibawahnya, drainasenya dibuat untuk pengendali air yang turun diwilayahnya, tetapi air dari daerah lain justru mengalir ke drainase tersebut, sehingga daya tampung dan daya dukungnya tidak memadai. Sedangkan folder yang ada kurang berpengaruh, karena air tumpah dari mana-mana, tidak dihitung dengan fakta yang ada. Yang penting ada, biar Pemerintah terlihat kerja, hehehe," ucarnya.
Banjir belum akan usai, karena diperkirakan curah hujan masih akan mengintai minimal hingga bulan Februari 2026 ini.
#BangImamBerbagi #Banjir #KotaBekasi #2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara dan komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar. jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke email: bangimam.kinali@gmail.com, WA 0813-14-325-400, twitter: @BangImam, fb: Bang Imam Kinali Bekasi, ig: bangimam_berbagi