Jumat, 29 Mei 2020

Standar Sanitasi dan Kesehatan di Sekolah Menuju New Normal


Bahwa Sanitasi di Sekolah merujuk pada Sustainable Development Goal's (SDG's) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Setidaknya ada beberapa hal yang wajib disediakan dalam rangka Program Sanitasi di Sekolah, yaitu (1) Akses pada sumber air yang layak, (2) Fasilitas jamban yang berfungsi dan terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan, (3) akses pada sarana cuci tangan dengan ketersediaan sabun dan air yang mengalir

Oleh : Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S

Merujuk pada Profil Sanitasi Sekolah Tahun 2017 terlihat kesenjangan fasilitas sanitasi di sekolah yang tidak memadai. Dimana satu dari tiga sekolah di Indonesia tidak memiliki akses air.

Data berikutnya yang terkonfirmasi, bahwasanya 12,09% atau 25.835 sekolah di Indonesia tidak memiliki jamban (Kamar Mandi/WC). Dan satu dari dua sekolah di Indonesia juga tidak memiliki jamban (Kamar Mandi/WC) yang terpisah antara siswa laki-laki dan siswa perempuan.

Sehingga untuk rasio Jamban siswa laki-laki di Indonesia adalah 1:122 dan rasio jamban dengan siswa perempuan adalah 1:117.

Belum lagi soal fasilitas cuci tangan dengan menggunakan sabun. Data yang terkonfirmasi, bahwasanya 35,19% atau setara dengan 75.193 sekolah di Indonesia tidak memiliki sarana cuci tangan.

Rendahnya kesadaran untuk menjalankan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah sehingga menimbulkan masalah lingkungan di sekolah yang tidak aman, tidak bersih, dan tidak sehat.

Kamis, 28 Mei 2020

Harga Rumah Subsidi dan Rumah Susun Subsidi Tahun 2020

Jabodetabek Rumah Rp. 168 Juta & Apartemen/Rumah Susun Rp. 302-345 Juta



Jakarta (BIB) - Harga Rumah Subsidi dan Harga Rumah Susun Subsidi tahun 2020 belum disandarkan pada pandemi Virus Corona (Covid-19).

Harga Rumah Umum Tapak Bersubsidi misalnya masih di kisaran antara Rp. 150 juta sampai dengan Rp. 220 juta.

Harga terendah berada di wilayah Pulau Jawa yakni sekitar Rp. 150.500.000,-. Harga ini tidak termasuk untuk Wilayah Jabodetabek.

Karena Jabodetabek harga Rumah Umum Tapak Bersubsidi saat ini sebesar Rp. 168.000.000,-.

Sedangkan harga Rumah Umum Tapak Bersubsidi termahal berada di wilayah Papua dan Papua Barat yakni Rp. 219.000.000,-.

Sementara itu harga Rumah Susun/Apartemen Bersubsidi harga termurah adalah Rp. 248.400.000,- dan yang tertinggi sebesar Rp. 565.200.000,-.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 242/KPTS/M/2020 tentang Batasan Penghasilan Kelompok Sasaran Kredit/Pembiayaan Pemilikan Ruamh Bersubsidi, Besaran Suku Bunga/Margin Pembiayaan Bersubsidi, Lama Masa Subsidi dan Jangka Waktu Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah, Batasan Harga Jual Rumah Umum Tapak dan Satuan Rumah Susun Umum, Batasan Luas Tanah dan Luas Lantai Rumah Umum Tapak, Luas Lantai Satuan Rumah Susun Umum Serta Besaran Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan.

Rabu, 27 Mei 2020

Ini Perkembangan Siswa di Sekolah Swasta 3 Tahun Terakhir

23,38% Siswa Bersekolah di Swasta


Al-Azhar, Jakarta


"Ternyata salah satu pertanda berkembang dan majunya suatu daerah ditandai dengan berdirinya sekolah swasta"

Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S

Secara umum, persentase sekolah swasta dibandingkan dengan sekolah negeri milik pemerintah memang belum imbang. Saat ini jumlah sekolah swasta dari semua jenjang di seluruh Indonesia baru sekitar 53.938 sekolah atau 24,47% dari jumlah sekolah yang ada.

Namun, dapat dipastikan daerah yang berkembang dan maju, salah satu indikatornya dapat dilihat dari perkembangan dan pertumbuhan sekolah swasta di tempat itu.

Direktur Sosial dan Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S mengatakan, "Ternyata salah satu pertanda berkembang dan majunya suatu daerah ditandai dengan berdirinya sekolah swasta,".

Jadi, sangat jelas dan jarang sekolah swasta berdiri di daerah yang jumlah penduduknya sedikit dan yang sangat akses sulit. Artinya, hingga saat ini pertumbuhan sekolah swasta umumnya di daerah perkotaan.

Kalaupun ada di pedesaan, bisa dihitung dengan jari.

Sehingga, tidak salah kalau tingginya peradaban dimuka bumi ini, banyak ditentukan oleh swasta.

Jumat, 22 Mei 2020

Kamis, 21 Mei 2020

Ini APK PAUD di Jawa Barat Tahun 2020

APK Kota Bekasi dibawah rata-rata Jawa Barat dan Nasional


Kota Bekasi (BIB) - Secara Nasional, Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nasional sebesar 41,18. Tentu, angka ini cukup memprihatinkan, mengingat sudah banyak program yang digelontorkan baik oleh pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama/Ditjen Pendidikan Islam, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.

Kenapa memprihatinkan, ternyata angkanya masih di bawah 50%. Berdasarkan data di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama, jumlah anak yang mengenyam pendidikan layanan PAUD seperti TK, RA, KB, TPA, dan SPS sebanyak 7.873.572 anak.

Sedangkan jumlah anak yang rentang usia 3-6 tahun di seluruh Indonesia saat ini mencapai 19.118.894 anak.

Sekalipun demikian, bukan berarti peran lembaga PAUD dalam pendidikan usia dini mengendor. Sebab, beberapa daerah banyak yang sudah melebihi 50% atau bahkan diatas 100%.

Untuk tingkat Provinsi misalnya, ada 5 provinsi yang sudah memiliki APK PAUD diatas 50,00, yaitu; Provinsi DI Yogyakarta (68,60), Provinsi Jawa Timur (67,92), Provinsi Gorontalo (58,64), Provinsi Nusa Tenggara Barat (56,07), dan Provinsi Jawa Tengah (55,74).