Kamis, 29 Januari 2026

Daftar Perguruan Tinggi Akreditasi Unggul di Indonesia Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Data Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) hingga September 2025, terdapat sedikitnya 229 perguruan tinggi di Indoensia yang telah memperoleh Akreditasi "Unggul".

Terdiri 180 universitas, 19 institut, 8 sekolah tinggi, 17 politeknik, dan 2 akademi.

Sebanyak 89 perguruan tinggi negeri, 17 perguruan tinggi K/L, dan 126 perguruan tinggi swasta.

Bila didasarkan persebaran wilayah, hanya 41 kampus (17,80%) di Pulau Sumatera, 7 kampus (2,73%) di Kalimantan, 14 kampus (6,39%) di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, serta 14 kampus (5,47%) di wilayah Pulau Sulawesi. Serta di Wilayah Papua 1 kampus.

Sisanya sebanyak 155 kampus (68,49%) berdiri di wilayah Pulau Jawa. Bahkan di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) mencapai 46 kampus setara dengan 20,54%. 

Banjir Perumahan Subsidi di Jabodetabek Bukan Murni Kesalahan Pengembang Lo

Pemerintah Minta Tanggung Jawab Pengembang

Oleh : Tengku Imam Kobul Moh Yahya S

Banjir yang terjadi di Perumahan Bersubsidi terutama di Kecamatan Sukawangi, Kecamatan Sukatani, Kecamatan Babelan, Kecamatan Tarumajaya, Kecamatan Tambun Utara, Kecamatan Karangbahagia, Kecamatan Cikarang Barat dan Kecamatan Cibitung tidak murni lo kesalahan pengembang.

Mengapa?

Karena banjirnya melebihi 3 meter itu sudah benar-benar bencana. Dan jika banjir lebih dari 1 meter biasanya berasal dari Sungai. 

Nah, siapa penguasa dan penanggung jawab sungai? 

Untuk DAS Bekasi, DAS Cakung, DAS Sunter dan DAS Blencong yang melewati Bekasi yang bertanggung jawab adalah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Sedangkan DAS Citarum termasuk anak-anak sungainya menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Jika banjir hanya didasarkan pada banjir lokal, misal drainase di perumahan bersubsidi tidak berfungsi atau sudah tertutup bangunan, tentu tidak akan setinggi atau melebihi 1 meter banjirnya.

Terlihat, banjir juga disebabkan karena sungai-sungai besar di sekitarnya mengalirkan banjir menuju perumahan bersubsidi.

Selasa, 27 Januari 2026

SPK di Indonesia Tahun 2026


Tangerang Selatan (BHC) -
Persebaran Sekolah dengan Kurikulum Internasional belum merata di Indonesia. 

Saat ini, sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sekolah yang bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Asing (LPA) disebut Satuan Pendidikan Kerja Sama atau SPK.

Sekolah SPK biasanya memakai kurikulum dan meng-impor guru dari luar negeri, sesuai dengan kurikulum yang di ampu-nya. SPK ini umumnya baru ada di wilayah perkotaan, dan terbanyak di aglomerasi Jabodetabek.

SPK di Indonesia biasanya dimulai dari Kelompok Bermain (KB) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). 

BACA JUGA : SPK SD di Indonesia Tahun 2019

Sebetulnya, sudah banyak sekolah di Indonesia yang menyelenggarakan Kurikulum Internasional (kerja sama). Namun, belum mendapatkan Izin Operasional SPK dan belum memenuhi persyaratan yang di tentukan.

Umumnya, kurikulum internasional di Indonesia antara lain; (a) Kurikulum Montessori, (b) Cambridge International, (c) International Baccalaureate (IB), (d) International Primary Curriculum, (e) Singaporean Primary School Curriculum, (f) Australian Curriculum. Bahkan ada juga dari daerah lain, sebut saja dari Taiwan, Mesir, Maroko, Arab dll.

Daftar Perumahan Yang Banjir di Bekasi Tahun 2026


Perumahan bersubsidi yang di bangun di wilayah Bekasi kebanjiran di Januari 2026. Terutama di Wilayah Sukawangi, Babelan, Cibitung, Cikarang dan sekitarnya.

Wilayah terparah kali ini terjadi di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Daerah ini dilintasi oleh Kali Bekasi Hilir dan Sungai CBL. Banjir bahkan ada yang mencapai ketinggian 3 meter. Dan kondisi bak lautan berombak terjadi di wilayah perumahan bersubsidi.

BACA : Tips Atasi Banjir di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi

Memang, hampir seluruh perumahan di Kawasan Utara Bekasi tidak akan terbebas dari banjir. Sebab, kontur tanah rata-rata di wilayah utara Bekasi merupakan bekas sawah, rawa, dan tegalan. 

Wilayah utara Bekasi juga banyak bermuara sungai-sungai besar, seperti DAS Bekasi, DAS Blencong, DAS Citarum, dan Sungai CBL. 

Belum lagi jika ditambah dengan sungai-sungai kecil yang meluap akibat daya dukung dan daya tampung sungai yang tidak mampu lagi menampung air saat curah hujan tinggi.

Senin, 26 Januari 2026

Persentase Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta Per Jenjang Tahun 2026

60,85% Peran Swasta


Jakarta (BHC) -
Peran masyarakat dalam pendidikan di Indonesia sangat penting dan cukup vital. Sebab, dari 444.283 sekolah yang ada di Indonesia, sebanyak 270.319 sekolah merupakan milik swasta atau masyarakat.

Atau sebanding dengan 60,85% menjadi partisipasi masyarakat dalam pendidikan.

Sehingga, pemerintah baru mampu membangun sekolah sebanyak 173.964 sekolah (39,15%) saja.