Rabu, 08 Februari 2017

Kurikulum 2013 PAUD Belum Maksimal Dilaksanakan, Mengapa ?


Jakarta (BIB) - Untuk menjalankan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-Dikmas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membuat beberapa buku panduan bagi sekolah, guru, organisasi PAUD, dan masyarakat PAUD.

Berikut adalah 10 Buku Panduan Pelaksanaan Kurikulum 2013 PAUD :

Senin, 06 Februari 2017

JUKNIS BOP PAUD 2017

Rp. 600.000,00 Per Siswa Per Tahun


Jakarta (BIB) - Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Non Fisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini, maka BOP PAUD Tahun 2017 harus menyesuaikan dengan Juknis ini.

BOP PAUD adalah program pemerintah untuk membantu penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan anak usia dini yang diberikan kepada Satuan PAUD dan Satuan Pendidikan Non Formal yang menyelenggarakan Program PAUD untuk mendukung kegiatan operasional pendidikan.

Penerima sasaran BOP PAUD adalah Satuan PAUD dan Satuan Pendidikan Non Formal dengan peserta didik yang sudah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) PAUD-Dikmas.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-Dikmas) jumlah anak usia dini dari 3-6 tahun mencapai 18,95 juta anak (2016). Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, kegiatan PAUD ditujukan pada Peningkatan Akses dan Kualitas PAUD secara Holistik-Integratif agar terwujudnya pendidikan dasar 12 tahun yang berkualitas.

Saat ini jumlah penyelenggara Satuan PAUD telah mencapai 192.616 PAUD yang hampir 99% diantaranya diselenggarakan oleh masyarakat.

Minggu, 05 Februari 2017

Ini Kondisi SMA dan SMK di Jawa Barat Tahun 2017

9.707 Guru Honorer dan 6.017 Pegawai Honorer


Bandung (BIB) - Provinsi Jawa Barat diwarisi sekolah jenjang SMA dan SMK dari 27 kabupaten dan kota pasca pemberlakuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Undang-Undang ini mengamanatkan kewenangan pengelolaan SMA, SMK dan Pendidikan Khusus ditarik ke Provinsi.

Berdasarkan data Sapulidi Riset Center (SRC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, jumlah SMA/SMK di Provinsi Jawa Barat saat ini mencapai 3.225 sekolah. Terdiri dari 1.520 SMA dan 2.705 SMK.

Jumlah siswa sebanyak 1.634.916 siswa, terdiri dari 644.854 siswa SMA dan 990.062 siswa SMK. Sedangkan jumlah guru sebanyak 74.890 orang, terdiri dari 31.906 guru SMA dan 42.984 guru SMK.

Sementara itu jumlah tenaga kependidikan (pegawai) di SMA/SMK se Provinsi Jawa Barat mencapai 14.718 orang, terdiri dari 6.835 tenaga kependidikan pada SMA dan 7.883 tenaga kependidikan di jenjang SMK.

1.200.631 Ruang Kelas Rusak Tahun 2017

69.485 Ruang Kelas Rusak Total


RUANG KELAS RUSAK DI INDONESIA 2017

NO
JENJANG
RUANG
KELAS
BAIK
JUMLAH RUANG KELAS
TOTAL
RUANG
KELAS
RUSAK
RINGAN
RUSAK
SEDANG
RUSAK
BERAT
RUSAK
TOTAL
JUMLH
RUSAK
(01)
(02)
(03)
(04)
(05)
(06)
(07)
(08)
(09)

Jumlah
511.420
948.560
100.010
82.576
69.485
1.200.631
1.711.051
1
SD
270.028
601.393
69.551
58.269
49.875
779.088
1.049.116
2
SMP
99.853
195.791
21.683
17.057
13.208
247.739
347.592
3
SMA
69.147
70.773
4.943
4.224
3.354
83.294
151.441
4
SMK
65.375
69.571
3.115
2.502
2.612
77.800
143.175
5
SLB
7.017
11.032
718
524
436
12.710
19.727

SUMBER : SAPULIDI RISET CENTER (SRC) 2017

Jakarta (BIB) - Sebanyak 1.200.631 ruang kelas di Indonesia dari berbagai jenjang kondisinya dalam keadaan rusak. Bahkan sebanyak 69.485 ruang kelas sudah tidak bisa dipergunakan lagi, alias rusak total.

Ruang kelas rombeng yang masih banyak di Indonesia membutuhkan perhatian khusus pemerintah, pemerintah daerah dan swasta.

Pemerhati pendidikan, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S menilai kondisi ruang kelas yang rombeng perlu penanganan khusus dan perhatian khusus. Dia melihat selama ini penanganan terhadap ruang kelas rusak cukup lambat responnya.

59.978 Guru Honorer Jenjang SMA di Indonesia Tahun 2017

107 Guru Bantu

Jakarta (BIB) - Berdasarkan data Sapulidi Riset Center (SRC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, jumlah guru honorer jenjang SMK Tahun Pelajaran 2016/2017 diseluruh Indonesia mencapai 59.978 orang.

Bila dirinci guru bantu negeri sebanyak 64 orang, guru honorer daerah sebanyak 48.058 orang, guru tidak tetap sebanyak 11.813 orang, dan guru bantu swasta sebanyak 43 orang. 

Guru honorer terbesar berada di Provinsi Jawa Barat sebanyak 4.654 orang. Kemudian disusul oleh Provinsi Aceh (4.294 orang), Provinsi Nusa Tenggara Barat (4.119 orang), dan Provinsi Sumatera Selatan (4.041 orang).

Sedangkan jumlah guru bantu terbesar berada di Provinsi DKI Jakarta yakni sebanyak 40 orang.