Rabu, 29 Oktober 2014

Kali Kayuringin Air Menghitam, Bau & Dipenuhi Sampah



Bekasi Selatan (BIB) - Kondisi Kali atau Saluran Kayuringin saat ini semakin memprihatinkan. Selain sampah yang menumpuk di sana-sini, airnya juga sudah mulai menghitam pekat dan mengeluarkan aroma yang sangat bau.

Sampah-sampah ini akan dialirkan ke Kali Bekasi melalui Pintu Air Islamic Center Bekasi. Tidak ada niat Pemerintah Kota Bekasi untuk mengangkat sampah dan membuangnya ke TPA Sumurbatu.

Padahal jika ini dibiarkan akan mendatangkan penyakit. Yang jelas sampah, air hitam dan berbau akan berdampak terhadap masyarakat di hilir Kali Bekasi, terutama di Wilayah Kecamatan Babelan yang merupakan muara akhir dari Kali Bekasi.

Selamat lah untuk Kota Sampah eh Kota Bekasi.....

Terima kasih kepada warga Kota Bekasi yang membuang sampahnya ke Kali Kayuringin, karena anda berhak mendapatkan Gelar "Manusia Anjing"

(bang imam)

Senin, 27 Oktober 2014

Jejak Anies Baswedan

Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah (Menbuddikdasmen)


Anies Baswedan, Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah (Menbuddikdasmen). Foto : Imang Jasmine.
Anies Rasyid Baswedan Ph.D., (lahir di Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969; umur 45 tahun) adalah Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia ke-25. Ia adalah seorang intelektual dan akademisi asal Indonesia. 

Cucu dari pejuang kemerdekaan Abdurrahman Baswedan, ia menginisiasi gerakan Indonesia Mengajar dan menjadi rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2007, saat menjadi rektor Universitas Paramadina pada usia 38 tahun.

Menjelang pemilihan umum presiden Indonesia 2014, ia ikut mencalonkan diri menjadi calon presiden lewat konvensi Partai Demokrat.

Pada Pemerintahan Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H. Jusuf Kalla, Anies Baswedan ditunjuk menjadi Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah dengan masa tugas 2014-2019. Anies Baswedan dilantik pada hari Senin, 27 Oktober 2014 pada Kabinet Kerja.

Profil Pendidikan di Muaragembong

69 Lembaga Pendidikan

Siswa sedang menanam mangrove. Foto: Kompas
Muaragembong, Bekasi (BIB) - Muara Gembong atau Kecamatan Muaragembong adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat wilayah paling Utara yang menghadap langsung dengan Laut Jawa.

Berdasarkan Peta Wilayah Kabupaten Bekasi Tahun 2013 yang dibuat oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Kecamatan Muaragembong adalah satu-satunya daerah yang masih memiliki Hutan Lindung di Kabupaten Bekasi.

Hutan lindung berupa pohon bakau dan mangrove membentang di sepanjang pantai Muaragembong. Namun luasan hutan lindung ini belum terdata dengan baik, termasuk flora dan fauna yang ada di dalamnya.

Kecamatan Muaragembong adalah kecamatan yang paling terluas dari 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi. Luas Muaragembong mencapai 14.009 hekatar atau 11% dari luas Kabupaten Bekasi. Jumlah penduduk sekitar 35.736 jiwa.

Kecamatan ini dilalui oleh Sungai Citarum, sungai terbesar di Provinsi Jawa Barat.

Kecamatan Muaragembong terdiri dari 6 desa, yaitu :
  1. Desa Pantaiharapanjaya, luas 275 hektar
  2. Desa Pantaimekar, luas 235 hektar
  3. Desa Pantaisederhana, luar 65 hektar
  4. Desa Pantaibakti, 290 hektar
  5. Desa Pantaibahagia, luas 265 hektar
  6. Desa Jayasakti, luas 220 hektar
Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Tahun 2014, jumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Muaragembong adalah 69 lembaga, terdiri dari :
  1. Kelompok Bermain (Kober) 15 lembaga;

Minggu, 26 Oktober 2014

Ini Sempadan Kali Ciliwung di Betonisasi



Cisarua (BIB) - Salah satu restoran sekaligus super market besar di Puncak Bogor melakukan betonisasi Kali Ciliwung. Betonisasi ini bukan cuma di pinggir Ciliwung, malahan jembatan papan yang dirangkai menggantung diatas Kali Ciliwung.

Entah siapa yang memberi ijin, sehingga Kali Ciliwung dapat di beton dan dijadikan sebagai wisata dan restoran. Padahal, idealnya di daerah ini masih bisa di konservasi dengan menanam pohon, bukan betonisasi.

Untuk ukuran orang yang suka kuliner, punya uang, dan orang alit serta miskin pengetahuan soal lingkungan terutama masalah Konservasi Sumber Daya Alam, pembangunan atau konsep Restoran Keluarga Pinggir Kali seperti ini sangat menarik dikunjungi. Apalagi mereka yang ingin bersantap bersama keluarga di restoran atau sekedar belanja di super marketnya, tempat sempadan ini menjadi fasilitas tambahan gratis yang menarik.

Namun, untuk masyarakat yang kaya pengetahuan soal konservasi sumber daya alam, tentu perbuatan super market dan restoran ini membahayakan lingkungan, merusak sungai dan merampas sempadan sungai.

Siapa pemberi ijin membangun di sempadan sungai !!!!

Berikut ini beberapa foto yang terekam pada Ahad, 26 Oktober 2014 :

Jumat, 17 Oktober 2014

Mencari "Kambing Hitam" Soal Bully Bekasi

Siapa 'Kambing Putih' & 'Kambing Kuning'


Kota Bekasi (BIB) - Bicara soal Bekasi, yang dimaksudkan adalah Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Kedua daerah ini membentang dari Timur berbatasan dengan Kabupaten Karawang, dari Barat berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta, dari Utara berbatasan dengan Laut Jawa, dan dari Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kota Depok.

KOTA BEKASI

Bila dilihat sekilas profil Kota Bekasi saat ini, dari 12 kota metropolitan yang tersebar di Indonesia, Kota Bekasi berada di peringkat ke-4 dengan jumlah penduduk terbesar. Kota Bekasi hanya kalah dengan Kota Jakarta (DKI) menjadi urutan pertama; Kota Surabaya kedua; Kota Bandung ketiga, dan baru Kota Bekasi keempat.

Sementara itu, dibawah Kota Bekasi ada (5) Kota Medan; (6) Kota Tangerang; (7) Kota Depok; (8) Kota Semarang; (9) Kota Palembang; (10) Kota Makassar; (11) Kota Tangerang Selatan; dan (12) Kota Batam.