Kamis, 03 Juli 2025

Apa Yang Dimaksud "Jalur Kepemimpinan" Dalam SPMB Tahun 2025 ?

OSIS, Pramuka, Paskibra


Kota Bekasi (SPMB) -
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 terdiri dari 4 jalur seleksi, yaitu Jalur Domisili, Mutasi, Afirmasi dan Prestasi.

Di Provinsi Jawa Barat pada Jenjang SMA, SMK terdapat Jalur Prestasi Kepemimpinan yang ditujukan terhadap Ketua OSIS dan Pimpinan Regu Utama/Pratama yakni organisasi kepanduan di sekolah.

Seperti OSIS dan Pramuka, dan Paskibara.

Rabu, 02 Juli 2025

Pendaftar SPMB Tahap I SMA Negeri di Kota Bekasi Tembus 10.291 Murid

Jalur Domisili, Afirmasi dan Mutasi

Kota Bekasi (BHC) - Antusias murid untuk mendaftar pada SMA Negeri di Kota Bekasi masih tergolong tinggi. 

Catatan Sapulidi Riset Center pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 ini terlihat jumlah pendaftar tembus pada angka 10.291 murid. Bahkan, dihari pertama yang laman https://spmb.jabarprov.go.id/ sempat down, jumlah pendaftar sudah melebihi 8.000 murid.

Bayangkan, andaikan di SPMB Tahap I semua dilakukan seleksi, tidak akan mampu menampung pendaftar yang begitu membludak.

Daya tampung 22 SMA Negeri di Kota Bekasi hanya berkisar 8.047 murid. Itupun, yang sudah dilakukan seleksi baru sekitar 70% dari total daya tampung yang ada.

Ketatnya proses seleksi, terutama pada Jalur Domisili, KETM, Murid Berkebutuhan Khusus (MBK), Mutasi dan Anak Guru pada SPMB Tahap I menjadikan persaingan cukup sengit.

Untungnya di Kota Bekasi semua kecamatan sudah memiliki SMA Negeri. Sehingga setiap murid memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi dalam merebut kursi. 

Namun, tidak semua jalur menjadi perebutan sengit. Contoh, untuk Murid Berkebutuhan Khusus (MBK) dan Jalur Mutasi pendaftarnya tidak begitu antusias di Bekasi.

Murid cenderung memilih mendaftar melalui Jalur Domisili, karena persyaratan mudah dan semua murid memiliki kesempatan untuk mendaftar.

Berbeda dengan Jalur MBK, Mutasi dan Anak Guru yang memang kuota spesifik untuk murid tertentu.

Selasa, 01 Juli 2025

SPMB Kuota, Pendaftar dan Hasil Seleksi Jalur KETM SMA Negeri di Bekasi, Bogor dan Depok Tahun 2025

Bogor (SPMB) - Hasil SPMB Jenjang SMA Negeri di Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor Tahun 2025.

SPMB Tahap I termasuk Jalur Domisili (35%), Afirmasi (KETM & Murid Berkebutuhan Khusus) 30%, dan Jalur Mutasi (Mutasi & Anak Guru) 5%.

Kabupaten Bogor masuk Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah I, Kota Bogor dan Kota Depok masuk Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah II, dan Kota Bekasi serta Kabupaten Bekasi masuk Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah III. 

Berikut adalah Total Kuota, Kuota KETM, Pendaftar dan Hasil Seleksi SPMB Jalur Afirmasi SMA Negeri di KCD Wilayah I, II & III pada SPMB Tahap I Jawa Barat Tahun 2025 :

SPMB TK, SD & SMP di Kabupaten Bogor Tahun 2025

Kota Cibinong (BHC) - SPMB di Kabupaten Bogor Tahun 2025 sudah dimulai masa pendaftaran tanggal 01 Juli 2025. 

Berikut Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Bogor Tahun 2025 :

Senin, 30 Juni 2025

VIRAL !!! SD Negeri di Kota Bekasi Tak Laku Lagi

Murid Miskin Ogah Daftar ke SD Negeri

Oleh : Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S

Lagi viral dan fenomenal di Kota Bekasi, bahwa murid yang berasal dari keluarga miskin ogah mendaftar ke SD Negeri melalui Jalur Afirmasi. Padahal SPMB Tahap I di Kota Bekasi memberikan kuota atau daya tampung sebesar 15% dari seluruh kursi yang tersedia.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi sudah memberikan jatah bagi murid yang berasal dari keluarga miskin melalui Jalur Afirmasi sebanyak 4.143 kursi.

Ternyata, murid yang berasal dari keluarga miskin ogah mendaftar, sehingga SD Negeri tidak laku di Kota Bekasi. Hingga hari terakhir, murid yang mendaftar melalui Jalur Afirmasi jenjang SD Negeri hanya 469 orang. Setara dengan 11,32%.

Itu artinya, masih tersisa kursi Jalur Afirmasi yang diperuntukkan bagi murid asal keluarga miskin sebesar 3.674 kursi (88,68%).

Berdasarkan hasil pantauan hingga akhir pendaftaran dan daftar ulang, sebanyak 184 SD Negeri di Kota Bekasi tidak ada pendaftar Jalur Afirmasi alias Jonk.

"Kalau dikalkulasi dari 315 SD Negeri di Kota Bekasi, berarti hanya 131 SD Negeri yang ada pendaftar murid yang berasal dari keluarga miskin. Ini menjadikan 58,41% SD Negeri di Kota Bekasi ga laku untuk murid miskin. Miris ya," kata Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, pemerhati pendidikan saat rilis hasil SPMB Tahap I SD Negeri di Kota Bekasi, Senin, 30 Juni 2025.

Fenomena ini menambah daftar akan terjadi dalam waktu dekat "Merger" alias tutupnya beberapa SD Negeri di Kota Bekasi.