Jumat, 07 Oktober 2016

Penetapan NIP CPNS K2 di Banten & Jawa Barat Sudah Tuntas

Kantor Regional 3 Bandung : Sudah Selesai 18.561 Orang


Bandung (BIB) - Proses NIP CPNS Kategori II (K2) secara keseluruhan sudah selesai dibuat di Kantor Regional III Bandung, Jawa Barat. 

Tercatat sebanyak 15.561 orang mendapatkan NIP CPNS K2 yang terdiri dari Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat.

Di Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari 27 kabupaten/kota, yang dibuatkan NIP CPNS K2 nya sebanyak 14.537 orang. Padahal, K2 yang dinyatakan lulus mencapai 16.301 orang. Sehingga ada 1764 orang dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat).

Sementara di Provinsi Banten yang dinyatakan diberikan NIP CPNS K2 sebanyak 4.064 orang. Yang dinyatakan lulus tes CPNS K2 sebanyak 4.276 orang. Sehingga bila dikurangi antara CPNS yang lulus dengan yang dibuatkan NIP ada selisih 212 orang.

Jumlah yang tidak dapat diproses NIP atau TMS sebanyak 204 orang.

Yang dinyatakan TMS mencapai 204 orang, terdiri dari :
  1. Provinsi Jawa Barat 2 orang
  2. Kabupaten Bogor 14 orang
  3. Kabupaten Sukabumi 3 orang
  4. Kabupaten Cianjur 1 orang
  5. Kabupaten Bekasi 1 orang
  6. Kabupaten Purwakarta 3 orang
  7. Kabupaten Subang 12 orang
  8. Kabupaten Bandung 27 orang
  9. Kabupaten Sumedang 2 orang
  10. Kabupaten Tasikmalaya 2 orang
  11. Kabupaten Ciamis 1 orang
  12. Kabupaten Kuningan 1 orang
  13. Kabupaten Bandung Barat 70 orang
  14. Kota Bandung 1 orang
  15. Kota Depok 2 orang
  16. Kota Tasikmalaya 1 orang
  17. Kabupaten Pandeglang 5 orang
  18. Kabupaten Tangerang 17 orang
  19. Kota Tangerang 10 orang
  20. Kota Cilegon 1 orang
  21. Kota Serang 5 orang
  22. Kota Tangerang Selatan 19 orang

Kamis, 06 Oktober 2016

INI DAPODIK SMP DI MUSTIKAJAYA SEMESTER GANJIL 2016

Jumlah Siswa SMP Negeri Dua Kali Lipat Lebih Besar Ketimbang Swasta

Mustikajaya (BIB) - Jumlah siswa di SMP Negeri lebih banyak ketimbang di SMP Swasta di Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Padahal jumlah satuan pendidikan swasta jauh lebih banyak. SMP Negeri di Kecamatan Mustikajaya baru berdiri sebanyak 5 satuan pendidikan, satu diantaranya merupakan SMP Negeri Persiapan, yaitu SMPN 48 Kota Bekasi yang baru berdiri sejak Tahun Pelajaran 2016/2017.

Sedangkan jumlah SMP Swasta saat ini di Mustikajaya sebanyak 13 lembaga. Dari segi fasilitas juga SMP Swasta masih kalah jauh dengan SMP Negeri. 

Selasa, 04 Oktober 2016

INI KANDIDAT PROPER HIJAU 2015 - 2016


Jakarta (BIB) - Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Tahun 2016 terutama pada KATEGORI HIJAU telah diumumkan sebanyak 694 perusahaan peserta.

PROPER adalah penilaian kinerja perusahaan lingkungan hidup perusahaan yang memerlukan indikator yang terukur. Hal inilah yang diterapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dengan tujuan meningkatkan peran perusahaan dalam melakukan pengelolaan lingkungan sekaligus menimbulkan efek stimulan dalam pemenuhan peraturan lingkungan dan nilai tambah terhadap pemeliharaan sumber daya alam (SDA), Konservasi Energi, dan Pengembangan Masyarakat (Community Development).

KLHK telah melaksanakan program lingkungan yang disebutnya PROPER yaitu Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. 

PROPER sendiri didesain untuk mendorong penataan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan melalui instrumen insentif dan disinsentif.

INSENTIF dalam bentuk penyebarluasan kepada publik tentang reputasi atau citra baik bagi perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan hidup yang baik, ini ditandai dengan label KATEGORI BIRU, HIJAU & EMAS.

DISINSENTIF dalam bentuk penyebarluasan kepada publik tentang reputasi perusahaan yang mempunyai kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang TIDAK BAIK (Buruk) ditandai dengan label KATEGORI MERAH & HITAM.  

Sesuai dengan Keputusan Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ada perubahan penetapan PROPER KATEGORI HIJAU TAHUN 2015-2016, yaitu :
  1. PT PUPUK ISKANDAR MUDA (Pupuk) Kabupaten Aceh Utara, Aceh
  2. PT SOCFINDO - PERKEBUNAN SEUNAGAN (Sawit) Kabupaten Nagan Raya, Aceh
  3. PT MC FET FILM INDONESIA (Industri Kimia) Kota Cilegon, Banten
  4. PT SULFINDO ADIUSAHA (Industri Kimia) Kabupaten Serang, Banten

INI DAPODIK SMK DI RAWALUMBU KOTA BEKASI 2016

Jumlah Siswa 9.312 Orang


Rawalumbu (BIB) - Pada Tahun Pelajaran 2016/2017 di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi sudah berdiri 16 sekolah menengah kejuruan atau SMK. Satu diantaranya merupakan SMK Negeri atau milik pemerintah.

Jumlah siswa keseluruhan yang bersekolah di SMK di Kecamatan Rawalumbu mencapai 9.312 orang. Dengan memiliki 263 rombongan belajar, 186 ruang kelas, 26 ruang laboratorium dan 8 ruang perpustakaan.

Sementara jumlah guru yang mengajar di SMK di Kecamatan Rawalumbu sebanyak 366 guru. Ada juga yang bekerja menjadi pegawai sebanyak 70 orang.

Ada yang unik pada kualitas SMK di Rawalumbu, misalnya SMK Bina Karya Mandiri 1 Bekasi dan SMK Bina Karya Mandiri 2 sudah mendominasi jumlah siswa yang ada, yaitu mencapai 6.072 siswa.

Untuk SMK Bina Karya Mandiri 1 Bekasi misalnya jumla siswanya mencapai 4.114 orang. Terdiri dari Kelas 10 jumlah siswa sebanyak 1.570 siswa (Laki-laki 1.218 siswa dan perempuan 352 siswa); Kelas 11 jumlah siswa mencapai 1.417 siswa (Laki-laki 1.063 siswa dan perempuan 354 siswa); sementara Kelas 12 jumlah siswa di SMK ini mencapai 1.127 siswa (Laki-laki 826 dan perempuan 301 siswa).

Kalau dihitung berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki 3.107 siswa dan perempuan sebanyak 1.007 siswa. 

Minggu, 02 Oktober 2016

INI DAPODIK SMK SEMESTER GANJIL KECAMATAN BEKASI UTARA, MEDANSATRIA, BEKASI BARAT DAN BEKASI TIMUR

Jumlah Siswa Sekitar 22.887 Orang



Bekasi Barat (BIB) - Kali ini yang mau kita bahas adalah masalah pendidikan jenjang SMK Swasta di 4 kecamatan, yaitu; Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Timur dan Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi. 

Ada beberapa SMK yang memiliki jumlah siswa diatas 1.000 orang, tetapi banyak juga sekolah tidak memperoleh murid. Beberapa faktor satuan pendidikan tidak mendapatkan siswa saat penerimaan siswa baru disebabkan oleh:
  • kurang promosi, sehingga siswa dan orang tua tidak memiliki akses informasi terhadap sekolah;
  • sekolah tidak memiliki sarana dan prasarana yang bermutu, banyak yang masih menumpang di jenjang lainnya;
  • terlalu jauh dari jalan raya atau jalan utama;
  • jurusan yang ditawarkan tidak diminati calon siswa;
  • masih diragukan kualitas sekolahnya;
  • dan lain-lain