Sabtu, 14 Mei 2016

Rp. 49,255 Miliar BOSDA SMP Negeri di Kota Bekasi 2016

BOSDA SMP Swasta Mencapai Rp. 10,077 Miliar


Siswa SMPN 7 Kota Bekasi, Foto: Prawoto (Majalah Komunitas)
Kota Bekasi (BIB) - Komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam melaksanakan program Wajib Belajar Pendidikan Hingga 12 Tahun atau setara dengan minimal lulusan SMA dan sederajat ditunjukkan dengan menganggarkan dana Biaya Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) pada APBD Kota Bekasi 2016. 

Anggaran dana BOSDA untuk siswa SMP Negeri mencapai Rp. 49.255.560.000,00 (Empat Puluh Sembilan Miliar Dua Ratus Lima Puluh Lima Juta Lima Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah). Jumlah ini di dapat dari setiap siswa mendapatkan BOSDA Kota Bekasi sebesar Rp. 90.000,00 per siswa per bulan. 

Sedangkan dana BOSDA Kota Bekasi juga dibagikan kepada siswa yang bersekolah di SMP Swasta. Setiap siswa mendapatkan dana BOSDA sebesar Rp. 15.000,00 per siswa per bulan. Total yang dialokasikan untuk BOSDA SMP Swasta mencapai Rp. 10.077.300.000,00.

Sementara itu berdasarkan Data Sapulidi Riset Center (SRC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi jumlah siswa SMP di Kota Bekasi pada Semeter Genap Tahun Pelajaran 2015/2016 adalah 92.568 siswa. Terdiri dari 44.959 siswa bersekolah di 43 SMP Negeri dan 47.609 siswa bersekolah di 216 SMP Swasta.

Jumat, 13 Mei 2016

Rp. 77,472 Miliar BOSDA SMA/SMK Kota Bekasi 2016

SMA/SMK Swasta Terima Rp. 18.137.100.000,00

KONDISI PENDIDIKAN JENJANG SMA DAN SMK DI KOTA BEKASI
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016

NO
URAIAN
SMA
SMK
TOTAL
N
S
JML
N
S
JML
(01)
(02)
(03)
(04)
(05)
(06)
(07)
(08)
(09)
1
Sekolah
18
85
103
12
126
138
241
2
Siswa
18.266
20.511
38.777
10.589
53.757
64.346
103.123
3
Guru
889
1.402
2.291
490
1.888
2.378
4.669
4
Pegawai
328
227
555
229
408
637
1.192


Sumber : diolah Sapulidi Riset Center (SRC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Dirjen Dikdasmen, Kemdikbud, Mei 2016

Kota Bekasi (BIB) - Jumlah keseluruhan dana Biaya Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang berasal dari APBD Kota Bekasi untuk jenjang SMA/SMK Tahun 2016 mencapai 77.472.240.000,00 atau terbilang Tujuh Puluh Tujuh Miliar Empat Ratus Tujuh Puluh Dua Juta Dua Ratus Empat Puluh Ribu Rupiah.

Jumlah ini untuk membiayai 103.123 siswa yang tersebar di SMA dan SMK baik negeri maupun swasta di Kota Bekasi.

Rinciannya adalah, dana BOSDA untuk siswa SMA Negeri sebanyak Rp. 37.215.720.000,00 dan BOSDA untuk siswa SMK Negeri Rp. 22.119.420.000,00. Sedangkan dana BOSDA untuk siswa SMA/SMK Swasta sebanyak Rp. 18.137.100.000,00.

Pemerintah Kota Bekasi memberikan anggaran dana BOSDA untuk SMA/SMK Negeri sebesar Rp. 170.000,00 per siswa per bulan. Sedang untuk siswa SMA/SMK Swasta diberikan dana BOSDA sebesar Rp. 25.000,00 per siswa per bulan.

Selasa, 10 Mei 2016

Pedoman Adiwiyata Tahun 2016

Sejarah Adiwiyata

AGambaran Umum Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di Indonesia
Pada awalnya penyelenggaraan PLH di Indonesia dilakukan oleh Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta pada tahun 1975. Pada tahun 1977/1978 rintisan Garis‐garis Besar Program Pengajaran Lingkungan Hidup diujicobakan di 15 Sekolah Dasar Jakarta. 
Pada tahun 1979 di bawah koordinasi Kantor Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Meneg PPLH) dibentuk Pusat Studi Lingkungan (PSL) di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, dimana pendidikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL mulai dikembangkan). Sampai tahun 2010, jumlah PSL yang menjadi Anggota Badan Koordinasi Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) telah berkembang menjadi 101 PSL. 
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departeman Pendidikan Nasional (Ditjen Dikdasmen Depdiknas), menetapkan bahwa penyampaian mata ajar tentang kependudukan dan lingkungan hidup secara integratif dituangkan dalam kurikulum tahun 1984 dengan memasukan materi kependudukan dan lingkungan hidup ke dalam semua mata pelajaran pada tingkat menengah umum dan kejuruan. Tahun 1989/1990 hingga 2007, Ditjen Dikdasmen Depdiknas, melalui Proyek Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) melaksanakan program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup; sedangkan Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) mulai dikembangkan pada tahun 2003 di 120 sekolah. 

Sabtu, 07 Mei 2016

Oalah...Sekolah Internasional Berubah Sebutan Menjadi "Satuan Pendidikan Kerjasama"

1 Desember 2014, Semua Sekolah Berlabel Internasional Berubah Menjadi SPK

Jakarta (BIB) - Saat saya mengunjungi salah satu sekolah berlabel Internasional, saya cukup kaget karena istilah "Internasional" atau "Bertaraf Internasional" berubah nama menjadi "Sekolah Pendidikan Kerja Sama atau SPK", bagaimana dengan "Sekolah Model" ala sekolah negeri ya...???

Makin bingung saya....

Apa yang dimaksud dengan Satuan Pendidikan Kerja Sama atau "SPK" ??? Dalam laman Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang dimaksud dengan Satuan Pendidikan Kerja Sama adalah satuan pendidikan yang diselenggarakan atau dikelola atas dasar kerja sama antara Lembaga Pendidikan Asing yang Terakreditasi/Diakui di negaranya atau Lembaga Pendidikan di Indonesia pada jalur formal dan nonformal yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Pengubahan istilah dari "Sekolah Internasional" atau "Sekolah Bertaraf Internasional" menjadi Satuan Pendidikan Kerja Sama tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 31 Tahun 2014 tentang Kerjasama Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan Oleh Lembaga Pendidikan Asing Dengan Lembaga Pendidikan di Indonesia.

Kamis, 05 Mei 2016

Ini Peserta Proper 2016

2.217 Perusahaan Ikuti Penilaian Kinerja Lingkungan


Jakarta (BIB) - Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah merilis peserta Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Tahun 2016. 

Ada 2.217 perusahaan sebagai peserta untuk penilaian sejak Juli 2015 hingga Juni 2016.

Di Provinsi Jawa Barat sendiri ada 300 perusahaan yang mengikuti penilaian kinerja bidang lingkungan ini. Dari 300 perusahaan yang mengikuti proper, 74 perusahaan berasal dari Kabupaten Bekasi dan 10 perusahaan berdomisili di Kota Bekasi.

Berikut ini nama-nama peserta PROPER 2016 dari Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi :

I. PESERTA PROPER DARI KOTA BEKASI 2016
  1. PT DARMEX OIL (minyak goreng) 
  2. RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BEKASI (Rumah Sakit)
  3. PT SINAR SOSRO KPB CAKUNG (Minuman Ringan)
  4. PT LOGAM JAYA ABADI PANT I (Peleburan Logam)
  5. PT LOGAM JAYA ABADI PLANT 2 (Pengolahan Limbah B3)
  6. PT MIEKE OLEO NABATI INDUSTRI (Minyak Goreng)
  7. PT ISPAT BUKIT BAJA (Pengolahan Logam)
  8. PT ALUMINIUM EXTRUCSION INDONESIA (Pengolahan Logam)
  9. PT BRIDGESTONE TIRE INDONESIA - BEKASI PLANT (Ban)
  10. PT HYUNDAI INDONESIA MOTOR (Otomotif)