Senin, 12 Mei 2025

Daftar DAS di Kementerian Kehutanan Tahun 2025


Jakarta (BHC) -
Lagi rame-ramenya soal normalisasi atau naturalisasi sungai di Indonesia, terutama yang lagi viral oleh KDM, Gubernur Kontennya Jawa Barat. Terutama yang dilakukan di bekas Kali Pengairan di Wilayah Tambun Utara dan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Karena lagi ramai, yuk kita berselancar mengenal DAS versi Kementerian Kehutanan ya. Karena data DAS sebelumnya versi Kementerian Pekerjaan Umum sudah dipublish di blog ini.

Sebetulnya ada lebih dari 42.210 DAS di Indonesia. Tetapi, beberapa nama mungkin kurang familiar atau masih berada di kawasan hutan. Sehingga, yang jadi prioritas hany yang ada di depan mata saja.

Daftar SMP Negeri di DKI Jakarta Tahun 2025

298 SMP Negeri


Kepulauan Seribu (BHC) -
Provinsi DKI Jakarta saat ini memiliki 1.082 SMP. Terdiri dari 298 SMP Negeri dan 784 SMP Swasta.

Tahun Ajaran 2025/2026 ini ada penambahan 5 SMP Negeri.

Jika dilihat berdasarkan persentase, maka hanya 27,23% saja SMP Negeri. Selebihnya 72,77% merupakan SMP Swasta.

Dan jumlah total sekolah di DKI Jakarta adalah 8.832 lembaga. Sehingga SMP hanya 12,18% saja.

Jika berdasarkan persebaran, maka Kotamadya Jakarta Timur memiliki 96 SMP Negeri, Kotamadya Jakarta Selatan memiliki 67 SMP Negeri, dan Kotamadya Jakarta Barat memiliki 53 SMP Negeri.

Sedangkan Kotamadya Jakarta Utara memiliki 40 SMP Negeri dan Kotamadya Jakarta Pusat memiliki 37 SMP Negeri. Di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu sendiri hanya memiliki 7 SMP Negeri.

Daftar SMA Swasta di DKI Jakarta Tahun 2025


Jakarta (BHC) -
SMA di DKI Jakarta saat ini mencapai 507 SMA. Terdiri dari 117 SMA Negeri dan 390 SMA Swasta. 

Ada sekitar 47 SPK SMA di Provinsi DKI Jakarta. SPK ini adalah Satuan Pendidikan Kerjasama atau sekolah berbentuk Internasional atau kerjasama dengan sekolah luar negeri. Sekolah ini juga menolak dana BOS. Itu artinya, ke-47 SPK ini tidak termasuk yang akan dijadikan SMA Swasta Gratis di DKI Jakarta.

BACA JUGA : Daftar SMA Negeri di Jakarta

Sehingga, jika dilihat dari jumlah sekolah, maka jumlah sekolah swasta dikurangi SPK hanya sebanyak 343 SMA Swasta.  

Minggu, 11 Mei 2025

Mengenang Sekolah RSBI di Indonesia


Jakarta (BHC) -
Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional atau RSBI dimulai pada tahun 2006 dan berakhir pada tahun 2013 karena diputuskan dan dihentikan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). 

Dulu, banyak diplesetkan menjadi Sekolah Bertarif Internasional, padahal ini adalah sekolah negeri yang dibiayai oleh APBN/APBD. Karena dianggap menjadi kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin, maka pada tahun 2013 pemerintah menghapus RSBI dan mengembalikannya menjadi sekolah biasa atau sekolah mandiri.

Dulu RSBI mulai dari jenajng SD, SMP, SMA, dan SMK dan sederajat.

Kini, muncul lagi dengan baju baru bernama "SMA Unggul Garuda" yang notabenenya masih selaras atau tujuan utamanya hampir sama dihidupkan lagi dimasa Pemerintahan Prabowo Subianto. Sekalipun berbentuk sekolah menengah, tetapi penanggung jawabnya adalah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek)

Tahun Ajaran 2025/2026 ini, sebanyak 12 SMA Unggul Garuda mulai melantai lagi.

BACA JUGA : Ini Daftar SMA Unggul Garuda Tahun 2025

Sabtu, 10 Mei 2025

Daftar SMA Unggul Garuda Tahun 2025

 


Jakarta (BHC) - Sepertinya sekolah Unggul Garuda masih mirp-mirp dengan Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional yang dahulunya masih ada. Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional atau RSBI dimulai pada tahun 2006 dan dihapus resmi pada tahun 2023 melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

Kini sepertinya akan dihidupkan kembali pada masa Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan nama "Sekolah Unggul Garuda". Bedanya cuma dikit, jika RSBI umumnya merupakan Sekolah Negeri, tetapi Sekolah Unggul Garuda fokus pada jenjang SMA/MA baik negeri maupun swasta.

Tujuan utamanya adalah mencari potensi siswa yang mampu masuk perguruan tinggi di dunia.

Program Sekolah Unggul Garuda dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek). 

Saat ini transformasi sekolah menjadi "Sekolah Unggul Garuda" tercatat sebanyak 12 SMA/MA yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia.

Untuk Sekolah Swasta murni yang menjalankan program kurikulum internasional atau bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Asing disebut SPK (Satuan Pendidikan Kerjasama).


Apakah termasuk sekolahmu?