| Jalan Layang Ahmad Yani rusak RTH GOR Bekasi |
Senin, 22 Agustus 2011
Sapulidi yang seutuhnya
Berawal dari perkumpulan untuk mensukseskan Dede Yusuf dalam organisasi ‘pasukan bodreks’ pada Pilgub 2008 lalu—atau di plesetkan menjadi ‘Barisan Orangnya Dede Yusuf dari Bekasi’ sebagian tim dari Bekasi yang mengantarkan Yusuf Macan Effendi menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat itu membentuk organisasi swadaya masyarakat.
Karena merasa kegiatan sudah selesai, Nendi Kurniawan yang biasa kami panggil Bang Iwan membuat ide brilian mendatangi sebagian mantan ‘pasukan bodreks’ untuk membentuk lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Minggu, 21 Agustus 2011
MORATORIUM CPNS : GURU & DOSEN TIDAK KENA
| Moratorium CPNS dikecualikan terhadap guru dan dosen |
Pemerintah akan melakukan penundaan sementara penetapan tambahan formasi untuk penerimaan CPNS atau moratorium selama 16 bulan, sejak 1 September 2011 hingga 31 Desember 2012
JAKARTA - Moratorium pegawai negeri sipil (PNS) tidak berlaku bagi guru dan dosen. Pengangkatan akan tetap dilakukan sesuai dengan kebutuhan.
Menurut Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sudah menetapkan formasi yang kosong hingga beberapa waktu ke depan. Formasi penerimaan CPNS yang akan dihentikan sementara adalah tenaga administrasi.
"Khusus untuk guru dan tenaga pendidik, guru dan dosen, akan tetap terus berjalan. Tapi untuk tenaga administrasi stop meskipun ada yang pensiun," ungkap Nuh di Kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (19/8).
Nuh mengatakan pengangkatan dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan bidang. "Akan disamakan dengan jumlah kebutuhan guru di suatu daerah. Daerah sendiri yang akan mengusulkan berapa guru yang akan diangkat selanjutnya, dan akan dicocokkan dengan data guru di Kemendiknas," kata Nuh.
Menurut dia, pemerintah hanya akan mengangkat pegawai di bidang yang amat membutuhkan. Di tingkat sekolah dasar (SD), petugas tata usaha (TU) belum menjadi prioritas.
Jumat, 19 Agustus 2011
Ratusan Depot Pengisian Air Isi Ulang Tak Bersertifikat di Bekasi
| Air Mengalir dari pegunungan. Foto: Bang Imam |
Bekasi (BIB) – Lebih dari 240 an Depot Air Minum (DAM) Isi Ulang tidak memiliki ecoli dapat menyebabkan penyakit diare dan typhus. Data terakhir kami saat ini baru 42 DAM yang sudah memiliki sertifikat,” ungkap Dwi Puji Hastuti, SKM Kasie Kesehatan Lingkungan Bidang P2P/KL Dinas Kesehatan Kota Bekasi baru-baru ini saat berdiskusi di Pokja Sanitasi Kota Bekasi.
Salah satu faktor ketidakmauan pengelola DAM membuat sertifikat hygiene sanitasi karena mereka umumnya berpedoman kepada hasil air baku atau air yang dibeli dan dimasukkan ke dalam sanitasi air tersebut oleh suplayer sudah dianggap baik dan sesuai dengan standar baku mutu yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907/Menkes/SK/VII/2002.
Padahal persoalan kualitas air dan pencemarannya dapat disebabkan karena kurang bersih dan terpeliharanya depot air minum isi ulang di tingkat pengelola. Persoalan lain karena pengelola DAM umumnya kurang memperdulikan kebersihan instalasi dan pemeriksaan rutin.
Biasanya, pengelola berdalih jika dilakukan pemeriksaan rutin akan memakan waktu lama (sekitar 1 minggu) dan pemeriksaan air menggunakan jasa laboratorium sangat mahal untuk ukuran pengelola DAM.
Minggu, 14 Agustus 2011
Pansel KPK Tuntaskan Rekam Jejak Calon
JAKARTA (BIB) - Panitia Seleksi (Pansel) Calon pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK ) telah menyelesaikan tahapan traking atau rekam jejak dengan menggelar rapat tertutup dengan tim penelusuran jejak membahas rekam jejak 10 calon pimpinan KPK yang lolos seleksi profile assessment.
Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK yang juga Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Patrialis Akbar mengungkapkan hal itu dalam keterangan pers di Gedung Soepomo, Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan, Sabtu (13/8).
Langganan:
Komentar (Atom)
