Senin, 10 November 2025

Ini Kondisi Pendidikan di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025


Jakarta (BHC) -
Provinsi DKI Jakarta per Novemver 2025 memiliki 8.929 sekolah. Terdiri dari 2.018 sekolah negeri dan 6.911 sekolah swasta.

Persentase sekolah negeri di DKI Jakarta hanya 22,60%. Sehingga persentase sekolah swasta mencapai 77,4% atau hampir 3xlipat lebih banyak dari sekolah negeri.

Sekolah swasta ditopang oleh banyaknya layanan PAUD sampai 4.123 lembaga dan hanya 167 layanan PAUD yang dimiliki oleh Pemerintah (PAUD Negeri).

Sedangkan, DKI Jakarta menjadi urutan ke-15 dari 38 provinsi di Indonesia yang memiliki sekolah terbanyak.

Segini Jumlah Anak Tidak Sekolah Jenjang SD/MI/Sederajat Tahun 2025

649.600 Anak

Foto : Riau Aktual

Kota Bandung (BHC) -
Provinsi Jawa Barat menjadi daerah yang memiliki Anak Tidak Sekolah (ATS) paling banyak dari 38 provinsi di Indonesia. Anak Tidak Sekolah atau ATS yang dimaksud adalah anak yang dikarenakan putus sekolah atau tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Jumlah ATS SD/MI/Sederajat di Provinsi Jawa Barat mencapai 114.513 anak, yang setara dengan 17,62% dari jumlah seluruh Indonesia.

Anak Putus Sekolah (ATS) dalam data ini adalah ATS per Desember 2024 yang dirilis Kemendikdasmen per Februari 2025.

Data ini juga mencakup siswa jenjang SD, MI, dan Sederajat.

Untuk 10 Provinsi Yang Memiliki ATS SD/MI/Sederajat Terbanyak Tahun 2025 adalah;

  1. Provinsi Jawa Barat = 114.513 anak (17,62%)
  2. Provinsi Jawa Tengah = 59.662 anak (9.18%)
  3. Provinsi Jawa Timur = 57.026 anak (8,77%)
  4. Provinsi Sumatera Utara = 39.553 anak (6,08%)
  5. Provinsi Sulawesi Selatan = 32.584 anak (5,01%)
  6. Provinsi Sumatera Selatan = 29.662 anak (4,56%)
  7. Provinsi Banten = 28.794 anak (4,43%)
  8. Provinsi Riau = 26.881 anak (4,13%)
  9. Provinsi Kalimantan Barat = 23.765 anak (3,65%)
  10. Provinsi Lampung = 22.028 anak (3,39%)

Minggu, 09 November 2025

Daftar Madrasah Aliyah di Kabupaten Bekasi Tahun 2025


Babelan (BHC) -
Hingga saat ini ada 63 MA telah berdiri di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Jumlah madrasah sendiri di Kabupaten Bekasi mencapai 739 lembaga. 

Jika mengacu pada Data Emis Tahun Ajaran 2025/2026, jumlah madrasah di Indonesia sebanyak 88.581 lembaga.

Terdiri dari 31.482 RA, 1.721 MI Negeri, 1.539 MTs Negeri, 822 MA Negeri, 3 MAK Negeri, 23.305 MI Swasta, 18.155 MTs Swasta, 9.552 MA Swasta, dan 2 MAK Swasta.

Sehingga jumlah madrasah di Kabupaten Bekasi setara dengan 0,83% saja.

Ada 2 kecamatan di Kabupaten Bekasi belum terdapat Madrasah Aliyah (MA) yaitu Kecamatan Cikarang Pusat dan Kecamatan Kedungwaringin.

Sabtu, 08 November 2025

Perbandingan Pendidikan di Bogor, Depok dan Bekasi Tahun 2025


Cibinong (BHC) -
Perbandingan banyaknya lembaga pendidikan antara Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Dari ke-5 daerah tersebut, Kabupaten Bogor menjadi daerah yang paling banyak memiliki lembaga pendidikan, yakni sebanyak 6.725 lembaga. Kabupaten Bogor sekaligus menjadi daerah di Provinsi Jawa Barat yang memiliki jumlah layanan pendidikan terbanyak.

Kemudian disusul Kabupaten Bekasi dengan jumlah 3.621 sekolah. Berikut ini urutan layanan pendidikan terbanyak di Bodebek Tahun 2025 :

  1. Kabupaten Bogor = 6.725 lembaga
  2. Kabupaten Bekasi = 3.621 lembaga
  3. Kota Bekasi = 2.471 lembaga
  4. Kota Depok = 2.056 lembaga
  5. Kota Bogor = 1.007 lembaga

Jumlah lembaga pendidikan di Bodebek mencapai 15.880 lembaga. Di Jawa Barat sendiri terdapat 63.707 sekolah. Sehingga jumlah layanan pendidikan di Bodebek setara dengan 24.62%. Dan Kabupaten Bogor 10,55%.

Selasa, 04 November 2025

Konsultasi Publik Amdal, RKL-RPL & Penyusunan KA-Andal Pengendalian Banjir Sungai Cikeas Cileungsi

Segmen Kecamatan Bantargebang, Kecamatan Jatiasih di Kota Bekasi dan Kecamatan Gunungputri di Kabupaten Bogor

Oleh : Tengku Imam Kobul Moh Yahya S


Rencana Kegiatan Pengendalian Banjir di Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi yang akan dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) meliputi 3 kegiatan utama, yaitu:

1. Rencana Kegiatan Yang Digunakan Untuk Mengendalikan Banjir di Sungai Cikeas sepanjang 12,13 km dengan kegiatan;

  • Penurunan Mercu Bendung Koja
  • Pembuatan Kolam Detensi Nusapala dengan kapasitas tampung total 144.181 m3
  • Normalisasi (normalisasi lebar dasar sungai mencapai antara 20-25 meter)
  • Pembuatan Tanggul Desain (Typical Parapet dengan ketinggian 3 m, 3,5 m, 4 m, dan 4,5 m

2. Rencana Kegiatan Yang Digunakan Untuk Mengendalikan Banjir di Sungai Cileungsi sepanjang 12,27 km adalah:

  • Normalisasi (normalisasi lebar dasar sungai rencana 32 meter dengan skema Single Channel)
  • Pembuatan Tanggul Typical Parapet dengan ketinggian 3 m, 3,5 m, dan 4 m

3. Area Disposal sebanyak 6 titik yang digunakan untuk menyimpan galian tanah dari kegiatan pengendalian banjir.