Selasa, 07 Mei 2024

Kondisi SD Negeri dan SD Swasta di Bekasi Timur Tahun 2024

Jelang PPDB Tahun Pelajaran 2024/2025

Arenjaya (BHC) - Kecamatan Bekasi Timur Terdiri dari 4 kelurahan, yaitu Kelurahan Arenjaya, Kelurahan Bekasijaya, Kelurahan Durenjaya, dan Kelurahan Margahayu.

Kecamatan Bekasi Timur menjadi salah satu kecamatan yang memiliki jumlah sekolah terbanyak, setelah Kecamatan Bekasi Utara.

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodikdasmen) Kemdikbudristek pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2023/2024, jumlah SD di Kecamatan Bekasi Timur mencapai 70 SD. Terdiri dari 43 SD Negeri dan 27 SD Swasta.

Sedangkan berdasarkan persebaran tiap kelurahan, Kelurahan Arenjaya sebanyak 18 SD, Kelurahan Bekasijaya sebanyak 18 SD, Kelurahan Durenjaya sebanyak 11 SD, dan di Kelurahan Margahayu sebanyak 23 SD.

Minggu, 05 Mei 2024

Kapan PPDB Online dilaksanakan di Tingkat Provinsi?

Tahun Pelajaran 2017/2018


Jakarta (BHC) -
Sebetulnya pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (ppdb) secara online di tingkat provinsi sudah dimulai sejak tahun 2004, yakni dilaksanakan oleh Provinsi DKI Jakarta.

Saat itu ppdb online hanya terbatas pada jenjang SMA dan SMK dan khusus sekolah negeri.

Provinsi lainnya melaksanakan ppdb online dimulai sejak tahun 2017. Hal ini setelah kewenangan pendidikan jenjang SMA, SMK dan SLB beralih dari yang dulunya di Kabupaten/Kota menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.

Catatan, Bang Imam sebagai Konsultan Pendidikan, pada Tahun Pelajaran 2017/2018 atau tahun awal provinsi memiliki kewenangan mengelola pendidikan menengah, hanya 12 provinsi saja yang mampu melaksanakan seleksi penerimaan siswa baru secara online/daring.

Sejarah PPDB Online

Penerimaan Peserta Didik Baru

Oleh : Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S

Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilaksanakan secara online atau daring dimulai tahun 2003, tepatnya Tahun Pelajaran 2003/2004. Pelopor PPDB Online pertama tersebut adalah Kota Malang di Provinsi Jawa Timur.

Saat itu, Kota Malang melaksanakan ppdb online untuk jenjang SMP, SMA dan SMK dan hanya fokus pada sekolah negeri saja.

Kemudian di tahun 2004, peserta bertambah menjadi 2, selain Kota Malang disusul oleh Provinsi DKI Jakarta. DKI Jakarta di tahap awal ppdb online hanya terbatas pada SMA dan SMK Negeri saja.

Kota Bekasi sendiri baru bergabung dan melaksanakan PPDB secara online sejak tahun 2009, atau tahun ke-7 uji coba pelaksanaan ppdb di Indonesia. Kota Bekasi melaksanakan ppdb online pada jenjang SMP, SMA, dan SMK Negeri.

Pada Tahun Pelajaran 2009-2010, selain Kota Bekasi, daerah yang sudah melaksanakan ppdb online, diantaranya; Provinsi DKI Jakarta, Kota Batam, Kota Bengkulu, Kota Yogyakarta, Kota Malang, Kota Kediri.

Termasuk sudah diikuti juga oleh Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Madiun, Kabupaten Situbondo, dan Kota Mataram.

Jelang PPDB SMP Negeri di Kota Bekasi Tahun 2024

Akankah Menambah USB Baru?

Kota Bekasi (BHC) - Tengku Imam Kobul Moh Yahya S sebagai Konsultan Pendidikan yang tinggal di Bekasi ini sudah mencatatkan proses penerimaan peserta didik baru sejak tahun 2008.

Berkaca dari proses PPDB setiap tahunnya, maka ada 3 masalah utama yang selalu terjadi dalam pelaksanaan PPDB, diantaranya:

  • Sosialiasi yang kurang
  • Keterbatasan Daya Tampung Sekolah Negeri
  • Kualitas Sekolah Swasta.

Ketiga masalah ini, hampir terjadi di setiap pelaksanaan PPDB.

SOSIALISASI

Tahun ini misalnya, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah di depan mata, yang akan dilaksanakan pada Bulan Mei 2024. Tetapi, Juknis malah belum selesai dan belum ditandatangani oleh Pj. Walikota Bekasi.

Tentu ini menjadi masalah besar dan berulang lagi, berulang lagi, dan berulang lagi. Nantinya, selain calon peserta didik kesulitan memahami juknis, calon peserta didik akan dihadapkan pada ketar-ketir untuk menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan.

Utamanya yang pindah sekolah ke luar Kota Bekasi atau sebaliknya calon peserta didik dari luar Kota Bekasi yang ingin bersekolah di kota ini.

Inilah masalah utama kejadian apabila "lelet" melakukan pelaksanaan sosialisasi.

Sabtu, 04 Mei 2024

Ini Dapodik SMA di Kota Bekasi Tahun 2024

46,95% SMA Swasta Tidak Sehat


Kota Bekasi (BHC) -
Jika SMK Swasta sebanyak 50,69% yang tidak sehat karena kekurangan murid, maka SMA Swasta juga mengalami hal yang sama.

Tetapi bukan diatas 50%, melainkan hanya 46,95%.

Jumlah SMA di Kota Bekasi saat ini sebanyak 155 SMA. Terdiri dari 22 SMA Negeri dan 93 SMA Swasta.

Bahkan, ada yang unik dalam Dapodik SMA Swasta, muridnya ada tetapi gurunya tidak ada. Ada juga yang gurunya cuma 1 orang.

BACA JUGA : 50,69% SMK Swasta di Kota Bekasi Kekurangan Murid

"Hal ini tidak mungkin. Karena idealnya jumlah guru disesuaikan dengan jumlah mata pelajaran yang diajarkan di jenjang SMA. Kalau cuma 1 guru, masak sih bisa mengajar sampai lebih dari 10 mata pelajaran yang berbeda," ujar Bang Imam di Bekasi, 04 Mei 2024, heran.