Minggu, 05 Mei 2024

Jelang PPDB SMP Negeri di Kota Bekasi Tahun 2024

Akankah Menambah USB Baru?

Kota Bekasi (BHC) - Tengku Imam Kobul Moh Yahya S sebagai Konsultan Pendidikan yang tinggal di Bekasi ini sudah mencatatkan proses penerimaan peserta didik baru sejak tahun 2008.

Berkaca dari proses PPDB setiap tahunnya, maka ada 3 masalah utama yang selalu terjadi dalam pelaksanaan PPDB, diantaranya:

  • Sosialiasi yang kurang
  • Keterbatasan Daya Tampung Sekolah Negeri
  • Kualitas Sekolah Swasta.

Ketiga masalah ini, hampir terjadi di setiap pelaksanaan PPDB.

SOSIALISASI

Tahun ini misalnya, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah di depan mata, yang akan dilaksanakan pada Bulan Mei 2024. Tetapi, Juknis malah belum selesai dan belum ditandatangani oleh Pj. Walikota Bekasi.

Tentu ini menjadi masalah besar dan berulang lagi, berulang lagi, dan berulang lagi. Nantinya, selain calon peserta didik kesulitan memahami juknis, calon peserta didik akan dihadapkan pada ketar-ketir untuk menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan.

Utamanya yang pindah sekolah ke luar Kota Bekasi atau sebaliknya calon peserta didik dari luar Kota Bekasi yang ingin bersekolah di kota ini.

Inilah masalah utama kejadian apabila "lelet" melakukan pelaksanaan sosialisasi.

Sabtu, 04 Mei 2024

Ini Dapodik SMA di Kota Bekasi Tahun 2024

46,95% SMA Swasta Tidak Sehat


Kota Bekasi (BHC) -
Jika SMK Swasta sebanyak 50,69% yang tidak sehat karena kekurangan murid, maka SMA Swasta juga mengalami hal yang sama.

Tetapi bukan diatas 50%, melainkan hanya 46,95%.

Jumlah SMA di Kota Bekasi saat ini sebanyak 155 SMA. Terdiri dari 22 SMA Negeri dan 93 SMA Swasta.

Bahkan, ada yang unik dalam Dapodik SMA Swasta, muridnya ada tetapi gurunya tidak ada. Ada juga yang gurunya cuma 1 orang.

BACA JUGA : 50,69% SMK Swasta di Kota Bekasi Kekurangan Murid

"Hal ini tidak mungkin. Karena idealnya jumlah guru disesuaikan dengan jumlah mata pelajaran yang diajarkan di jenjang SMA. Kalau cuma 1 guru, masak sih bisa mengajar sampai lebih dari 10 mata pelajaran yang berbeda," ujar Bang Imam di Bekasi, 04 Mei 2024, heran.

Jumat, 03 Mei 2024

50,69% SMK di Kota Bekasi Kurang Sehat

 Berdasarkan Dapodikdasmen Semester Genap


Kota Bekasi (BHC) - Catatan Bang Imam per hari ini, sebanyak 50.69% SMK di Kota Bekasi dinyatakan tidak sehat, alias kekurangan murid.

Artinya, jika dikurangi dengan 15 SMK Negeri, maka hanya 39% SMK Swasta yang tergolong sehat dan mampu secara finansial.

Konsultan Pendidikan yang bernama lengkap, Tengku Imam Kobul Moh Yahya S ini mengungkapkan, jika kondisi ini sebenarnya sudah terjadi sejak 10 tahun terakhir.

"Bahkan, di 5 tahun terakhir SMK Swasta yang tidak sehat kurang lebih 36%, tetapi saat ini malah naik menjadi 50.69%. Berarti naik persentase SMK Swasta yang menurun kualitas dan kuantitasnya," jelasnya.

Apalagi jika dihubungkan dengan ketersediaan ruang kelas pada SMK Swasta. Saat ini jumlah kondisi ruang kelas SMK Swasta di Kota Bekasi mencapai 2.146 ruang.

BACA JUGA : Ini Jurusan SMK di Kota Bekasi Tahun 2024

Bila dihitung tiap ruang kelas memiliki jumlah maksimal siswa sebanyak 36 orang, maka jumlah siswa SMK Swasta seharusnya mencapai 77.256 siswa.

Sementara saat ini hanya tersedia murid sebanyak 45.109 siswa di SMK Swasta. Jika dibagi terhadap 2.146 ruang kelas, maka hanya ada 21 siswa per kelas.

Kamis, 02 Mei 2024

Kampus Rangking Dunia dari Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2024

39 Universitas


Denpasar (BHC) -
Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) juga menempatkan 39 universitasnya yang masuk rangking dunia versi EduRank tahun 2024.

Di seluruh dunia dari 183 negara, ada 14.131 universitas yang masuk rangking dunia. Sebanyak 562 universitas diantaranya berasal dari Indonesia.

Dan 39 universitas berdiri di Bali, NTB, dan NTT.

BACA JUGA : Kampus Top di Indonesia Timur Masuk Rangking Dunia Tahun 2024

Berikut Universitas Top Dunia dari Bali, NTB, dan NTT Tahun 2024;

Rabu, 01 Mei 2024

Kampus Top di Yogyakarta Tahun 2024

Masuk Rangking Dunia


Yogyakarta (BHC) -
Bilqis Haura Consultant mencatat berdasarkan rilis dari EduRank, dari 562 universitas di Indonesia yang masuk Top Rangking Dunia, sebanyak 26 universitas berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Terdiri dari 13 universitas di Sleman, 10 universitas di Yogyakarta, 2 universitas di Bantul, dan 1 universitas di Gunung Kidul.

Ada 11 universitas yang berasal dari Yogyakarta yang masuk 100 top rangking universitas di Indonesia.

Sedangkan UGM menjadi urutan ke-2 di Indonesia, urutan ke-114 di Asia dan 655 di Dunia.