Rabu, 01 Oktober 2014

Daftar Madrasah Aliyah di Kota Bekasi Tahun 2014


Kota Bekasi (BIB) - Di Kota Bekasi tersebar pendidikan keagamaan yang dibina oleh Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi.

Menurut data Bidang Pendidikan Lsm Sapulidi pada Pusat Data dan Direktori Referensi Pendidikan di Kota Bekasi, hingga tahun 2014 ini ada 27 madrasah keagamaan jenjang pendidikan menengah di wilayah ini. Dari data tersebut, dua diantaranya merupakan sekolah negeri.

Berikut data Madrasah Aliyah (MA) di Kota Bekasi :

  1. MA NEGERI 1 KOTA BEKASI, Jl. Markisa Raya II Taman Wisma Asri, Kelurahan Telukpucung, Kecamatan Bekasi Utara
  2. MA NEGERI 2 KOTA BEKASI, Jl. Bojong Asih 5, Perumahan Taman Narogong Indah, Kecamatan Rawalumbu.
  3. MA ANNIDA AL ISLAMY, Jl. KH. Mas Mansyur No.91, Kecamatan Bekasi Timur
  4. MA MUHAMMADIYAH 03 BEKASI, Jl. Ki Mangun Saskoro No.45, Kelurahan Bekasijaya, Kecamatan Bekasi Timur
  5. MA AL MUAWANAH, Jl. RH. Umar Ceger No.61 Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan
  6. MA AL ALAWIYAH, Jl. Lapangan Bola, Kranji, Bekasi Barat

Minggu, 28 September 2014

Video Komunitas Baca Qur'an One Day One Juz Area Bekasi



Kota Bekasi (BIB) - Komunitas membaca Al-Qur'an satu hari satu juz juga ikut berpartisipasi mengambil tempat di area Hari Bebas Kenderaan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Kota Bekasi.

Mereka yang tergabung dalam "Komunitas One Day One Juz Dewan Pengurus Area Bekasi" ini melakukan pembacaan Al-Qur'an dengan kusu' di pinggir Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Ahad, 28 September 2014.

(bang imam)

Foto-fotonya by Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S. :

Jumat, 26 September 2014

Video Dari Sampah Mengalir Air



Dari Yogyakarta, sedekah sampah untuk membeli air ke Gunung Kidul, program PMI Yogyakarta, ini program bagus...

2 Hari Bersama GPL Pekayon

Kami Seperti Anak Kecil Yang Dikasih Boneka, Girang Banget

Pekayon (BIB) - GPL Pekayon sudah cukup terkenal sebagai LSM lokal di Bekasi. GPL sudah berdiri sejak tahun 2003 lalu. Digawangi oleh ibu-ibu pengajian di Perumahan Pondok Pekayon Indah (PPI) tidak sampai 1 km (sama-sama satu perumahan) dengan Walikota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi. 

Ibu-ibu ini bersama warga telah mendirikan Yayasan Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) Pekayon, yang lebih populer di singkat dengan GPL Pekayon saja. Saat ini selain membuka Taman Bacaan, GPL Pekayon juga sebagai pelopor pengolah sampah menjadi Kompos sekala perumahan atau RW.

Banyak yang sudah studi banding ketempat itu. Termasuk pengurus GPL sudah memiliki kader GPL-GPL di berbagai kelurahan dan kecamatan di Kota Bekasi.

Yang terbaru, aktifitas tambahan GPL Pekayon sejak setahun lalu adalah dipercayakan menjaga Taman Hijau Pekayon (THP) yang merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum, sebagai bagian dari Rencana Aksi Kota Hijau di Kota Bekasi.

Agar lebih mengenal soal GPL Pekayon, saya mencoba melihat lebih dekat dan berkenalan dengan para pengurus. 

Sejak, Rabu hingga Kamis, 23-24 September 2014 saya berkunjung dan berbagi ilmu. Hari pertama mengunjungi Taman Hijau Pekayon dan ditemani langsung oleh Ibu Tina (Ketua GPL Pekayon) dan Ibu Lucy (Sekretaris GPL). 

Rabu, 24 September 2014

TAMAN HIJAU PEKAYON

Bagian Dari Program Aksi Kota Hijau (P2KH)


Taman Hijau Pekayon, Foto: GPL
Pekayonjaya, Bekasi Selatan (BIB) - Taman Hijau Pekayon adalah salah satu program P2KH atau Program Pengembangan Kota Hijau dengan bentuk aksi nyata dalam pengelolaan dan menjadikan kota hijau. 

Program ini berasal dari implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum sejak tahun 2011.

P2KH dimulai dari kegiatan implementasi Rencana Aksi Kota Hijau (RAKH) dengan 3 pilar utama, yaitu :

  1. software. melalui penyusunan master plan ruang terbuka hijau dan peta hijau;
  2. hardware, melalui pengembangan percontohan taman kota ramah lingkungan; dan
  3. organware, yaitu pembentukan komunitas hijau dan kampanye kota hijau di daerah yang mencerminkan karakter program yang inklusif dan partisipatif.

Menurut Joko Kirmanto, Menteri Pekerjaan Umum, Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) di koordinasikan langsung oleh Pemerintah Provinsi yang difasilitasi oleh Pemerintah Pusat lewat Ditjen Tata Ruang, PU yang memiliki 3 fokus atribut kota hijau, diantaranya; green planning and design, green open space, dan green community.

Dari dasar tersebut, Pemerintah Kota Bekasi ikut menandatangani komitmen dalam pembangunan Gerakan Kota Hijau di Indonesia sejak tahun 2013. Nah, di tahun inilah Kota Bekasi memulai pengembangan Kota Hijau dengan membangun dan merehabilitasi kembali Taman milik komunitas Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) Pekayon.

Pada akhir 2013, taman itu sudah diserahterimakan dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada Pemerintah Kota Bekasi dan diberi nama "Taman Hijau Pekayon".