Selasa, 23 September 2014

Apa Sih Perbedaan Pasar Tanah Abang dengan Pasar Pagi Mangga Dua

Pasar Tanah Abang Tahun 1900-an. Foto: Wikipedia
Jakarta (BIB) - Banyak masyarakat sekitaran Jakarta atau bahkan dari luar kota sengaja berbelanja ke Pasar Tanah Abang atau ke Pasar Pagi Mangga Dua. Kesamaan dari pasar ini adalah sama-sama menjual grosiran dan eceran bahan pakaian dan pernak-pernik yang menyertainya.

Sementara perbedaannya adalah, bila Pasar Tanah Abang merupakan pusat grosir pakaian terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Kabarnya jika pintar menawar, disini merupakan surganya belanja murah namun mendapatkan barang berkualitas.

Selanjutnya pasar Tanah Abang menjual produk 100% buatan Indonesia. Kalaupun ada sedikit bahan-bahan eks produk china dan korea karena beberapa pedagang iseng ingin menghirup keuntungan yang lebih besar. Maklum, kadangkala barang ekspor itu jauh lebih murah ketimbang barang lokal.

Jumat, 19 September 2014

Data PAUD/TK/RA di Kecamatan Medansatria

Medansatria (BIB) - Dalam pendataan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Pendidikan Anak Usia Dini baik pada program Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, maupun Satuan PAUD Sejenis atau POS PAUD dan juga Taman Kanak-Kanak, masih banyak penyelenggara PAUD yang tidak mencantumkan alamat secara lengkap.

Padahal idealnya jika sebuah lembaga PAUD berdomisili di perkampungan, lembaga itu harus memuat secara detail mulai dari jalan, gang, RT/RW hingga desa/kelurahan, kecamatan dan juga kode pos. Namun bila lembaga berdiri di sepuah perumahan harusnya mencantumkan alamat yang mencakup, jalan, blok, nomor, RT/RW, nama perumahan, kelurahan, kecamatan dan kode pos.

Kelengkapan data dan alamat ini bertujuan agar data lembaga mudah dicari dan berbasis tingkat RW di tingkat kota atau di kabupaten berbasis desa. Dengan kelengkapan data, maka target pemerintah untuk menjadikan Indonesia telah berhasil mendirikan 1 desa 1 PAUD terwujud pada tahun 2014 ini.

Kamis, 18 September 2014

Bagaimana Cara Mempertanggung Jawabkan Dana BOS

Bekasi (BIB) - Dahulu saat pertama kali diluncurkan pada Juli 2005, BOS disingkat menjadi Biaya Operasional Sekolah. Namun, entah siapa yang merubah pada tahun 2009 hingga hari ini singkatan BOS berubah dari Biaya menjadi Bantuan Operasional Sekolah.

Dengan tafsir hanya berupa 'bantuan', menjadikan tidak otomatis pendidikan gratis di satuan pendidikan dasar pada sekolah pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Maka keluarlah aturan tentang masih dibolehkannya masyarakat 'menyumbang' dana pendidikan kepada satuan pendidikan milik Pemerintah itu.

Dana BOS pada peluncuran awal ditujukan untuk perluasan akses menuju peningkatan kualitas pendidikan, sehingga semua yang bersekolah di sekolah negeri baik dari kaum alit maupun kaum elit berhak mendapatkan hak yang sama menikmati pendidikan gratis.

Bila mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, terutama pada Pasal 6 ayat (1), tujuan pendidikan nasional sudah diwajibkan terhadap setiap warga negara antara usia 7-15 tahun. Dengan demikian, anggaran Dana BOS ini dikhususkan untuk penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (Wajar Dikdas 9 Tahun).

Sejak tahun 2012, sistem pengelolaan dana BOS dilakukan dengan proses transfer dari pusat ke rekening provinsi, dan dari provinsi secara online di tranfer langsung ke rekening sekolah.

Untuk menghindari penyelewengan Dana BOS di tingkat pusat dan daerah serta di sekolah, ada 3 peraturan menteri yang menyertai pengelolaan dana BOS, diantaranya :
  1. Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mekanisme penyaluran dana BOS dari Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah serta pelaporannya;
  2. Peraturan Menteri Dalam Negeri yang mengatur mekanisme pengelolaan dana BOS di daerah dan mekanisme penyaluran dari khas daerah ke sekolah; dan
  3. Peraturan Menteri Penndidikan dan Kebudayaan yang mengatur mekanisme pengalokasian dana BOS dan penggunaan dana BOS di sekolah.

Rabu, 17 September 2014

Pemkodya Jaktim Tolak Sodetan Kali Cibening dari Kota Bekasi ke KBT



Jakarta Timur (BIB) - Terkait pembuatan sodetan dari Kali Cibening menuju Kanal Banjir Timur (KBT) dan berujung penahanan 1 unit bechoe, Walikota Jakarta Timur HR Krisdianto mengatakan hingga saat ini belum ada konfirmasi maupun surat resmi dari Pemerintah Kota Bekasi.

Hal ini disampaikan Krisdianto kepada beritajakarta.com, usai membuka kegiatan sosialisasi penghematan energi dan air bagi masyarakat serta pengelola gedung di wilayah Jakarta Timur, di salah satu hotel di kawasan Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (4/9).

Lebih lanjut Krisdianto menambahkan aset-aset milik Pemprov DKI Jakarta yang sudah rusak akibat proyek sodetan akan didata dan dimintakan pertanggungjawabannya kepada Pemerintah Kota Bekasi.

Ditempat terpisah, anggota Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (WS 2CI), Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S di Bekasi mengatakan seharusnya pihak Pemkodya Jakarta Timur tidak mempersulit Pemerintah Kota Bekasi untuk menyelesaikan persoalan banjir di Kota Bekasi.

Inilah Penyedia Buku Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 telah berjalan tanpa buku pegangan guru dan siswa. Sehingga banyak sekali permasalahan yang dihadapi satuan pendidikan di daerah, mulai dari beredarnya buku palsu, buku foto copian dan dijual dengan harga cukup mahal.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) telah menetapkan perusahaan penyedia buku kurikulum 2013.

Berikut daftar penyedia Buku Kurikulum 2013 untuk tahun 2014 :

  1. CV ANEKA ILMU, Jl. Raya Semarang-Demak Km.8,5 Semarang. Telp. 08159272520, Email: anekailmu_proyek@yahoo.co.id & anekailmu_proyek@gmail.com
  2. CV ASHKAF, Jl. Kupang Jaya A/2/74 Surabaya, Telp. 0811337008, Email: ashkaf.cv@yahoo.co.id & qomri.m@gmail.com
  3. CV CHAMPION PRINTING & BINDING, Jl. Muncul No.2 RT 02/07 Desa Keboansikep, Sidoarjo. Telp. 0818500196, Email: info@championpb.com & arrahman@championpb.com
  4. CV JABAL ROHMAT, Pondok Pekayon Indah CC17 No.20 RT 014/016 Pekayonjaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Telp. 0821123069/081316286335, Email: penerbitbuku20@yahoo.com
  5. CV TITIAN ILMU, Jl. Cipagalo Girang No.24 Margacinta Bandung. Telp. 085722355990, Email: pemasaran_tutianilmu@yahoo.co.id
Selengkapnya bisa Download Tempat Beli Buku K13


(bang imam)