Minggu, 11 Maret 2012

PLTSa Bantargebang : Sampah Berubah Rupiah


TPST Bantargebang di Kota Bekasi. foto:ist
TEKNOLOGI biogas di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, berhasil memanfaatkan potensi sampah menjadi listrik sebesar 10,5 megawatt (Mw). Bulan ini, dayanya diproyeksikan bertambah lagi menjadi 16 Mw.

Manager Teknik PT Navigate Organic Energy Indonesia (NOEI) Bobby Roring mengatakan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) masih terus dikembangkan hingga menghasilkan daya 26 Mw. 

"Kami sudah menghasilkan listrik sebesar 10,5 Mw pada Februari 2012. Bulan ini (target produksi) 16 Mw dan kami harus mencapai target pengumpulan gas metana untuk diolah sampai menghasilkan listrik maksimal," kata dia, kemarin. 

Rabu, 29 Februari 2012

Teks Deklarasi Pendidikan Anti Korupsi


“IKRAR DEKLARASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI TINGKAT KOTA BEKASI”

Plt. Walikota Bekasi Dr. Rahmat Effendi saat membacakan deklarasi

Kami segenap warga sekolah yang terdiri dari peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, pejabat pengelola pendidikan dan stake holder pendidikan di Kota Bekasi bersikap dan berikrar menyatakan bahwa :

I.           Kami akan melaksanakan dan membangun budaya pembelajaran berdasarkan ajaran agama dan nilai-nilai karakter bangsa yaitu : beriman, bertaqwa, jujur, bersih, santun, cerdas, disiplin, kreatif, kerja keras, sportif, dan bertanggung jawab.

II.           Kami akan melaksanakan nilai-nilai kejujuran, akhlak mulia, dan nilai luhur pendidikan karakter bangsa sebagai budaya di sekolah, dan implementasi Pakta Integritas Kota Bekasi untuk realisasi Bekasi Cerdas, Sehat, dan Ihsan.

III.         Kami akan belajar dengan amanah, teliti, rapih, sopan dan santun baik di lingkungan sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat.

IV.          Kami adalah generasi dan warga pendidikan anti korupsi.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan lahir dan batin untuk mewujudkan komitmen ini.

Bekasi, 28 Pebruari 2012

Kami segenap warga sekolah yang terdiri dari peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, pejabat pengelola pendidikan dan stake holder pendidikan di Kota Bekasi 

dan didukung oleh Pemerintah Kota Bekasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Transparency International Indonesia (TII)

Kamis, 09 Februari 2012

Kota Bekasi Kekurangan 3.752 Ruang Kelas Baru

Bang Imam/foto: ist
Kota Bekasi (BIB) - Pemerintah Kota Bekasi masih kekurangan 3.752 ruang kelas baru (RKB) pada jenjang pendidikan sekolah dasar. Saat ini dengan jumlah siswa 181.423 orang maka Kota Bekasi seharusnya memiliki 6.479 RKB.

"Saat ini RK yang dipunyai SD Negeri di Kota Bekasi baru ada 2.727 ruang kelas. Padahal kita seharusnya memiliki ruang kelas sekitar 6.479 RK" kata Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S Direktur Sosial dan Pendidikan LSM Sapulidi.

Kamis, 26 Januari 2012

Pelatihan Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air

Kiri-Kanan : N. Darismanto nara sumber tentang Pemberdayaan P3A
Jakarta (BIB) - Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dan anggota Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Cidabau-Ciujung-Cidurian-Cisadane-Ciliwung-Citarum (TKPSDA WS 6 Ci) melaksanakan Pelatihan Pemverdayaan Masyarakat Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air pada Wilayah Ciliwung-Cisadane, Rabu, 25 Januari 2011 di Hotel Garden, Kemang-Mampang Prapatan, Jakarta.

Pelatihan diikuti oleh anggota dan pengurus P3A. GP3A, IP3A, Ulu-ulu, anggota komisi air dan anggota TKPSDA Wilayah Cilcis. 

Jumat, 20 Januari 2012

Plt. Walikota Bekasi Akui Hasil Analisa Yang Dibuat LSM Sapulidi

Tim Advokasi menyerahkan secara simbolis hasil analisa rasio guru
Kota Bekasi (BIB) - Plt. Walikota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi mengakui Hasil Analisa Rasio Kebutuhan Guru Kota Bekasi Tahun 2012-2016 yang dibuat oleh LSM Sapulidi.

Hal itu dikatakannya pada kegiatan ekspose yang dilakukan Tim Advokasi Guru Honorer Kota Bekasi antara LSM Sapulidi bekerjasama dengan Forum Komunikasi Guru Sukarelawan (FKGS) Kota Bekasi di Ruang Rapat Plt. Walikota, Jum'at, 20 Januari 2012.

"Data ini mendekati sempurna karena dilakukan oleh orang profesional dengan sistem kajian ilmiah. Untuk itu dinas pendidikan Kota Bekasi harus menindaklanjuti data ini dan mensingkronkan dengan data disdik yang ada. Ini juga menjadi catatan penting untuk BKD. Saya berharap LSM Sapulidi mau bekerjasama (MoU) dengan Dinas Pendidikan hingga persoalan data base kepegawaian tuntas," pesan Rahmat Effendi saat menanggapi hasil ekspose LSM Sapulidi di ruangannya.