![]() |
| Pengelolaan sampah dengan cara incenerator. foto: ist |
Pernah mendengan
PLTSa ? Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ? Suatu isu yang sedang hangat
dibicarakan di Kota Bandung, sebuah kota besar di Indonesa yang beberapa waktu
yang lalu pernah heboh karena keberadaan sampah yang merayap bahkan hingga
badan jalan-jalan utamanya.
Jangankan jalan utama, saat Anda memasuki Bandung
menuju flyover Pasupati, Anda pasti akan disambut dengan segunduk
besar sampah yang hampir menutupi setengah badan jalan. Itu dulu. Sekarang,
Kota Bandung sudah kembali menjadi sedia kala dan solusi PLTSa-lah yang sedang
diperdebatkan.
Tujuan akhir
dari sebuah PLTSa ialah untuk mengkonversi sampah menjadi energi. Pada dasarnya
ada dua alternatif proses pengolahan sampah menjadi energi, yaitu proses
biologis yang menghasilkan gas-bio dan proses thermal yang menghasilkan panas.
PLTSa yang sedang diperdebatkan untuk dibangun di Bandung menggunakan proses
thermal sebagai proses konversinya.
Pada kedua proses tersebut, hasil proses
dapat langsung dimanfaatkan untuk menggerakkan generator listrik. Perbedaan
mendasar di antara keduanya ialah proses biologis menghasilkan gas-bio yang
kemudian dibarak untuk menghasilkan tenaga yang akan menggerakkan motor yang
dihubungkan dengan generator listrik sedangkan proses thermal menghasilkan
panas yang dapat digunakan untuk membangkitkan steam yang kemudian digunakan
untuk menggerakkan turbin uap yang dihubungkan dengan generator listrik.




