Minggu, 11 Maret 2012

PLTSa Sebuah Teknologi Pengelolaan Sampah


Pengelolaan sampah dengan cara incenerator. foto: ist
Pernah mendengan PLTSa ? Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ? Suatu isu yang sedang hangat dibicarakan di Kota Bandung, sebuah kota besar di Indonesa yang beberapa waktu yang lalu pernah heboh karena keberadaan sampah yang merayap bahkan hingga badan jalan-jalan utamanya. 

Jangankan jalan utama, saat Anda memasuki Bandung menuju flyover Pasupati, Anda pasti akan disambut dengan segunduk besar sampah yang hampir menutupi setengah badan jalan. Itu dulu. Sekarang, Kota Bandung sudah kembali menjadi sedia kala dan solusi PLTSa-lah yang sedang diperdebatkan.

Tujuan akhir dari sebuah PLTSa ialah untuk mengkonversi sampah menjadi energi. Pada dasarnya ada dua alternatif proses pengolahan sampah menjadi energi, yaitu proses biologis yang menghasilkan gas-bio dan proses thermal yang menghasilkan panas. PLTSa yang sedang diperdebatkan untuk dibangun di Bandung menggunakan proses thermal sebagai proses konversinya. 

Pada kedua proses tersebut, hasil proses dapat langsung dimanfaatkan untuk menggerakkan generator listrik. Perbedaan mendasar di antara keduanya ialah proses biologis menghasilkan gas-bio yang kemudian dibarak untuk menghasilkan tenaga yang akan menggerakkan motor yang dihubungkan dengan generator listrik sedangkan proses thermal menghasilkan panas yang dapat digunakan untuk membangkitkan steam yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang dihubungkan dengan generator listrik.

PLTSa Bantargebang : Sampah Berubah Rupiah


TPST Bantargebang di Kota Bekasi. foto:ist
TEKNOLOGI biogas di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, berhasil memanfaatkan potensi sampah menjadi listrik sebesar 10,5 megawatt (Mw). Bulan ini, dayanya diproyeksikan bertambah lagi menjadi 16 Mw.

Manager Teknik PT Navigate Organic Energy Indonesia (NOEI) Bobby Roring mengatakan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) masih terus dikembangkan hingga menghasilkan daya 26 Mw. 

"Kami sudah menghasilkan listrik sebesar 10,5 Mw pada Februari 2012. Bulan ini (target produksi) 16 Mw dan kami harus mencapai target pengumpulan gas metana untuk diolah sampai menghasilkan listrik maksimal," kata dia, kemarin. 

Rabu, 29 Februari 2012

Teks Deklarasi Pendidikan Anti Korupsi


“IKRAR DEKLARASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI TINGKAT KOTA BEKASI”

Plt. Walikota Bekasi Dr. Rahmat Effendi saat membacakan deklarasi

Kami segenap warga sekolah yang terdiri dari peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, pejabat pengelola pendidikan dan stake holder pendidikan di Kota Bekasi bersikap dan berikrar menyatakan bahwa :

I.           Kami akan melaksanakan dan membangun budaya pembelajaran berdasarkan ajaran agama dan nilai-nilai karakter bangsa yaitu : beriman, bertaqwa, jujur, bersih, santun, cerdas, disiplin, kreatif, kerja keras, sportif, dan bertanggung jawab.

II.           Kami akan melaksanakan nilai-nilai kejujuran, akhlak mulia, dan nilai luhur pendidikan karakter bangsa sebagai budaya di sekolah, dan implementasi Pakta Integritas Kota Bekasi untuk realisasi Bekasi Cerdas, Sehat, dan Ihsan.

III.         Kami akan belajar dengan amanah, teliti, rapih, sopan dan santun baik di lingkungan sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat.

IV.          Kami adalah generasi dan warga pendidikan anti korupsi.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan lahir dan batin untuk mewujudkan komitmen ini.

Bekasi, 28 Pebruari 2012

Kami segenap warga sekolah yang terdiri dari peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, pejabat pengelola pendidikan dan stake holder pendidikan di Kota Bekasi 

dan didukung oleh Pemerintah Kota Bekasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Transparency International Indonesia (TII)

Kamis, 09 Februari 2012

Kota Bekasi Kekurangan 3.752 Ruang Kelas Baru

Bang Imam/foto: ist
Kota Bekasi (BIB) - Pemerintah Kota Bekasi masih kekurangan 3.752 ruang kelas baru (RKB) pada jenjang pendidikan sekolah dasar. Saat ini dengan jumlah siswa 181.423 orang maka Kota Bekasi seharusnya memiliki 6.479 RKB.

"Saat ini RK yang dipunyai SD Negeri di Kota Bekasi baru ada 2.727 ruang kelas. Padahal kita seharusnya memiliki ruang kelas sekitar 6.479 RK" kata Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S Direktur Sosial dan Pendidikan LSM Sapulidi.

Kamis, 26 Januari 2012

Pelatihan Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air

Kiri-Kanan : N. Darismanto nara sumber tentang Pemberdayaan P3A
Jakarta (BIB) - Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dan anggota Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Cidabau-Ciujung-Cidurian-Cisadane-Ciliwung-Citarum (TKPSDA WS 6 Ci) melaksanakan Pelatihan Pemverdayaan Masyarakat Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air pada Wilayah Ciliwung-Cisadane, Rabu, 25 Januari 2011 di Hotel Garden, Kemang-Mampang Prapatan, Jakarta.

Pelatihan diikuti oleh anggota dan pengurus P3A. GP3A, IP3A, Ulu-ulu, anggota komisi air dan anggota TKPSDA Wilayah Cilcis.