 |
| Bang Imam, menggendong bayi dengan latar belakang bukit tambang emas, PT Martabe, Batang Toru, Sumut |
Bang Imam lahir di
Panti sebuah kecamatan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Sabtu malam,
seminggu jelang awal puasa Ramadhan tanggal 27 Juli 1977. Saat lahir diberi
nama Kobul yang berarti permintaan akan selalu terkabul. Dibesarkan dari
keluarga miskin, buruh tani dari pasangan Bapak Sarem/Kali Manis S. dan Ibu
Nurmawan H. (Alm.) adalah anak ke-3 dari tiga bersaudara.
Menempuh pendidikan
dasar dan menengah SD-SMA di Kinali sebuah Kota kecil kecamatan di Kabupaten
Pasaman Barat, Sumatera Barat. Sedangkan pendidikan tinggi bergelar Sarjana
Teknik (ST) di tempuh di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta.
Aktifitas
sehari-hari adalah sebagai praktisi pendidikan (Konsultan) pendidikan anak
(PAUD) dan pengembangan SDM Guru.
Sifat dan karakter
yang sangat keras tetapi sangat bersahabat ini membuatnya mampu beradaptasi
dengan kondisi peralihan Orde Baru ke Orde Reformasi. Dengan motto, “Ajarilah Kami Menikmati Hal-hal Yang
Sederhana” membuatnya mampu menjadi pribadi yang tidak neko-neko dan apa
adanya.
Jangan pernah bicara
soal KKN, karena itu menjadi hal yang paling dibencinya. Aktifitas sehari-hari
selain praktisi pendidikan menjadi narasumber diberbagai seminar pendidikan
diluar kota, namun kegiatan lainnya termasuk aktif mengadvokasi lingkungan
terutama yang berhubungan dengan pemanfaatan air, sanitasi, kesehatan dan
sosial.