Rabu, 04 Mei 2016

Menengok PAUD di Kota Bekasi

Dapodik Dengan Kondisi Dilapangan Belum Singkron


Siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Kota Bekasi pada Tari Kreasi di Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) IGTKI-PGRI Kota Bekasi, Maret 2016 lalu. Foto: Bang Imam
Kota Bekasi (BIB) - Layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sudah semakin dilirik masyarakat. Orang tua peserta didik sudah menganggap penting anak mendapatkan layanan pendidikan sejak usia dini. Hal ini terlihat sudah bertumbuhnya layanan Taman Penitipan Anak di Kota Bekasi.

Sedianya Taman Penitipan Anak (TPA) melayani anak usia 3 bulan sampai dengan 3 tahun. Karena sudah diminati, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membuat panduan layanan TPA, yakni Juknis TPA. Berdasarkan catatan per 02 Mei 2016, pada Data Pokok Pendidikan Dirjen PAUD-Dikmas setidaknya telah berdiri 10 lembaga PAUD berbentuk layananan Taman Penitipan Anak (TPA) di Kota Bekasi.

TPA ini tersebar di Kecamatan Bekasi Timur (1 lembaga), Kecamatan Bekasi Utara (5 lembaga), Kecamatan Mustikajaya (2 lembaga), dan di Kecamatan Jatiasih (2 lembaga). Di lapangan ada juga yang sudah menjalankan layanan TPA, tetapi belum mendaftarkan ke Dapodik Dirjen PAUD-Dikmas.

TPA merupakan salah satu layanan PAUD yang saat ini semakin berkembang. TPA telah dikembangkan oleh Departemen Sosial (saat ini Kementerian Sosial) sejak tahun 1963 sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pengasuhan, pembinaan, bimbingan, sosial anak balita selama anak tidak bersama orang tuanya. Sejak dibentuknya Direktorat Pendidikan Anak Dini Usia (Dit. PADU) pada tahun 2000 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka pembinaan pendidikan anak usia dini dikelola oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud). 

Selasa, 03 Mei 2016

Kondisi Guru PAUD di Indonesia 2016 ?

18.943 Orang Cuma Lulusan SMP

Ibu Tine Mulyaningsih (tengah) salah satu guru PAUD yang dulunya berprofesi ibu rumah tangga dan saat ini sudah lulus pasca sarjana (S2). Ibu Tine Mulyaningsih juga didapuk sebagai Ketua HIMPAUDI Kecamatan Bekasi Timur. Foto: koleksi Bang Imam
Jakarta (BIB) - Masih banyaknya guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang belum sarjana membutuhkan perhatian yang khusus dari pemerintah. Data terakhir Tahun Pelajaran 2014/2015 jumlah Guru PAUD yang belum berizajah sarjana mencapai 382.070 orang. 

Jumlah ini tersebar di PAUD Formal berbentuk Taman Kanak-Kanak (TK) sebanyak 141.762 orang dan di PAUD Non Formal pada Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA) maupun Satuan PAUD Sejenis (SPS) jumlah pendidik yang belum sarjana mencapai 240.306 orang.

Untuk jumlah guru PAUD yang sudah sarjana (S1 hingga S3) juga sudah cukup lumayan banyak lo, catatan dari Sapulidi Riset Center (SRC) misalnya hampir sekitar 212.113 orang.

Yang lebih keren lagi, guru PAUD yang sudah mencapai pasca sarjana (S2) itu justru dahulunya cuma kader posyandu atau ibu rumah tangga yang aktif membesarkan POS PAUD di lingkungan RW.

Direktur Advokasi Bidang Sosial dan Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakata (LSM) Sapulidi, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S mengakui menemui banyak kader Posyandu yang dulunya cuma ibu rumah tangga dengan keaktifannya di PAUD justru termotivasi untuk kuliah yang lebih tinggi lagi.

"Saya sering bertemu sama kader posyandu yang dulunya cuma lulusan SMA, sekarang sudah S2. Pendidik PAUD ini banyak yang kuliah secara mandiri, padahal gaji mereka masih ada yang Rp. 150 ribu per bulan," jelas Bang Imam, panggilan akrab pemerhati PAUD Indonesia ini.

Minggu, 01 Mei 2016

43.425 Guru Honorer di SMK Tahun 2016

Direkrut Oleh Sekolah Sebanyak 8.887 Guru


Jakarta (BIB) - Hingga saat ini tercatat 43.425 orang berstatus Guru Honorer di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di seluruh Indonesia. Guru Honorer di jenjang SMK ini ada yang mengabdi sebagai Guru Bantu (GB) pada sekolah negeri sebanyak 187 orang, Guru Honorer Daerah (HONDA) sebanyak 33.594 orang dan Guru Tidak Tetap (GTT) yang mengabdi mencapai 8.887 orang.

Sedangkan yang termasuk guru honorer di SMK Swasta adalah mereka yang mengabdi sebagai Guru Bantu (GB) yang diangkat oleh Pemerintah Pusat dan mendapatkan gaji dari APBN. Jumlah GBS saat ini di jenjang SMK Swasta mencapai 757 orang. Yang paling banyak tersebar di SMK Swasta di Provinsi DKI Jakarta yakni mencapai 688 orang. Anehnya, di Ibukota Negara ini tidak terdapat GB yang mengabdi di SMK Negeri, semuanya justru bekerja pada SMK Swasta.

Jumlah Guru Honorer SMK terbanyak di Provinsi Jawa Timur, yakni sebanyak 5.021 orang. Kemudian disusul oleh Provinsi Jawa Barat sebanyak 4.751 orang dan Provinsi Jawa Tengah mencapai 4.097 orang.

Guru Honorer paling sedikit terdapat di Provinsi Kalimantan Utara yaitu 124 orang, Papua Barat 246 orang, dan Bangka Belitung 265 orang.

Ada 57.580 Guru Honorer di SMA Tahun 2016


Jakarta (BIB) - Dari 79.353 orang guru tidak tetap pada jenjang SMA, sebanyak 57.580 orang merupakan Guru Honorer. Jumlah guru honorer yang banyak tersebut didominasi mengajar di SMA Negeri sebanyak 57.280 orang. Sedangkan yang masuk dalam kategori guru honorer di SMA Swasta adalah Guru Bantu Pusat yaitu sebanyak 300 orang.

Jumlah guru honorer di dominasi dari rekruitmen Pemerintah Daerah (Pemda) sebanyak 44.151 orang. Sisanya merupakan Guru Tidak Tetap (GTT) yang direkrut oleh sekolah sebanyak 12.958 orang. Ada juga guru honorer yang direkrut pusat dengan status Guru Bantu sebanyak 471 orang.

Yang unik pada jenjang SMA, jumlah guru bantu justru lebih banyak mengabdi di sekolah swasta ketimbang di sekolah negeri. Akibatnya banyak guru honorer (GB) di swasta masih terhambat untuk diangkat menjadi CPNS, karena syarat menjadi CPNS harus mengabdi di lembaga pemerintah.

Berikut ini adalah jumlah guru honorer pada jenjang SMA Tahun Pelajaran 2015/2016 menurut provinsi :

170.545 Guru Honorer SMP Tahun 2016

Didominasi Guru Honorer Daerah (HONDA)


KONDISI GURU DI JENJANG SMP TAHUN 2016
NO
URAIAN
SMP NEGERI
SMP SWASTA
JUMLAH
(01)
(02)
(03)
(04)
(05)
I
GURU TETAP
1
Kepala Sekolah
22.475
14.548
32.023
2
Guru PNS
305.652
-
305.652
3
PNS Kemenag
2.177
435
2.612
4
PNS DPK
-
22.507
22.507
5
GTY
-
106.955
106.955

Sub Total
307.929
129.897
437.726
II
GURU TIDAK TETAP
1
GB
524
304
828
2
HONDA
136.397
30.072
166.469
3
GTT
33.320
6.056
39.376

Sub Total
170.241
36.432
206.672

Jumlah Guru SMP
500.545
180.877
681.422
Sumber : Statistik Pendidikan 2016, diolah oleh Sapulidi Riset Center (SRC)
Lembaga Swadaya Masyarakat Sapulidi


Jakarta (BIB) - Keberadaan lembaga pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) belum sepenuhnya mampu dibebankan kepada guru Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dari 37.023 SMP di seluruh Indonesia, 437.726 orang dinyatakan sebagai guru tetap, sisanya 206.673 orang merupakan guru tidak tetap, baik yang mengajar di sekolah negeri maupun di sekolah swasta.

Jumlah guru pada jenjang SMP saat ini mencapai 681.422 orang. Terdiri dari 37.023 Kepala Sekolah, 305.652 Guru PNS, 2.612 Guru PNS Kemenag, 22.507 Guru PNS DPK, 106.955 Guru Tetap Yayasan (GTY), 828 Guru Bantu (GB), 166.469 Guru Honorer Daerah (HONDA), dan 39.376 Guru Tidak Tetap (GTT). 

Bila ditinjau dari tempat mengajar, ada sekitar 500.545 orang guru mengajar di SMP Negeri dan 180.877 guru mengajar di SMP Swasta.

Guru yang mengajar di SMP Negeri tersebut sebanyak 307.829 orang merupakan guru berstatus PNS dan 170.241 orang berstatus Non PNS. Sementara guru PNS di SMP Swasta ditambah GTY mencapai 129.897 orang. Dan yang berstatus guru tidak tetap (GB, Honda, GTT) di SMP Swasta mencapai 36.432 orang.