Selasa, 23 Juni 2015

Mencari Tiket Lebaran

Jakarta - Sibolga Rp. 2 Juta Sekali Jalan


Punya kampung baru yang jauh memang sangat merepotkan. Apalagi bila transportasi menuju kampung tersebut dinyatakan terbatas.

Saya sejak tahun 2011 memilih untuk pulang kampung ke Kampung Baringin Lingkungan VII, Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Kampung Baringin bukanlah kampung asal saya, melainkan karena Ayahanda dan almarhum Ibunda memilih kampung ini sebagai tempat beristirahat mereka dimasa tua. Jadi bagi saya Kampung Baringin adalah kampung kedua yang wajib dikunjungi setelah Pasaman Barat di Sumatera Barat.

Mencari tiket tujuan kampung baruku itu boleh dibilang susah-susah gampang, atau kalaupun ada tiketnya cukup MAHAL.

Selain lewat darat, menuju Kampung Baringin dapat ditempuh dengan pesawat terbang. Jika dengan pesawat bisa menempuh perjalanan udara antara Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta) ke Sibolga turun di Bandara Pinangsori (Dr. Ferdinand Lumban Tobing) dengan waktu tempuh sekitar kurang lebih 2 jam.

Selain Jakarta-Sibolga, bisa juga Jakarta-Medan-Sibolga dan Jakarta-Medan-Aek Godang. Pilihan penerbangan adalah dengan pesawat Garuda IndonesiaWings Air (Grup Lions) maupun Susi Air.

Harga tiket perjalanan untuk H-4, 13 Juli 2015 pulang pergi (PP) dan kembali tanggal 22 Juli 2015, Garuda Indonesia memtatok Rp. 3.884.000,00 (sudah termasuk pajak) artinya satu kali perjalanan dipatok  Rp. 1.942.000,00 atau lebih kurang sekitar Rp. 2 juta sekali jalan.

Senin, 22 Juni 2015

Hormati Juga Orang Yang [tidak] Berpuasa

Bulan Romadhon adalah bulan yang sangat mulia bagi umat Islam. Bulan ini juga menjadi ajang untuk menunjukkan kepekaan kita terhadap saudara kita yang kurang mampu termasuk anak yatim, selain tentunya memperbanyak ibadah dan membaca Al-Qur'an.

Siang hari sekitar pukul 13.30 Wib pada hari Sabtu, 20 Juni 2015 kemaren, saya menumpang taksi menuju ke Radio Suara Bekasi di Rawalumbu untuk menjadi narasumber pembahasan soal Pro-Kontra Soal Calistung di PAUD.

Saat akan memutar balik di Jalan Burangrang Raya (jalan lampu merah Kayuringin) Bekasi Selatan, saya dan pengemudi taksi melihat 3 orang ibu-ibu sedang berjalan menuju lampu merah. Ketiganya memakai kebaya yang sangat rapi, kemungkinan habis pulang dari beribadah Gereja.

Sopir taksi yang juga beragama Nasrani ini, memulai pembicaraan dengan saya.

"Bapak coba lihat ibu-ibu bertiga yang sedang berjalan. Kok dia sambil merokok ya, kayaknya kurang pantas. Jangan dulu kita soal toleransi dan menghormati orang yang berpuasa. Perempuan merokok di jalan (kawasan publik) saja rasanya sudah tidak betul (elok)," kata Abang Sopir Taksi.

Minggu, 21 Juni 2015

Bikin NUPTK Gampang kok ...

Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan atau NUPTK saat ini cara membuatnya sangat gampang sekali.

NUPTK harus dimiliki oleh Guru, Kepala Sekolah, Pengawas baik yang PNS maupun Non PNS.

Nah bagi yang belum memiliki NUPTK, ini lo syarat yang harus diperhatikan :

1). Guru dan Pengawas PNS
  • memiliki kualifikasi akademik minimal Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D4) dari LPTK/PT yang memiliki Program Studi yang Terakreditasi, bagi LPTK/PT Swasta dibuktikan dengan surat keterangan akreditasi dari Kopertis setempat
  • memiliki SK Ketetapan CPNS/PNS
2). Guru Non PNS di Sekolah Negeri
  • memiliki kualifikasi akademik minimal Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D4) dari LPTK/PT yang memiliki Program Studi yang Terakreditasi, bagi LPTK/PT Swasta dibuktikan dengan surat keterangan akreditasi dari Kopertis setempat
  • memiliki SK Pengangkatan dari Walikota/Bupati/Gubernur dan menyatakan bahwa pembayaran gaji berasal dari APBD Kota/Kabupaten/Provinsi
3). Guru Non PNS di Sekolah Swasta
  • memiliki kualifikasi akademik minimal Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D4) dari LPTK/PT yang memiliki Program Studi yang Terakreditasi, bagi LPTK/PT Swasta dibuktikan dengan surat keterangan akreditasi dari Kopertis setempat
  • berstatus sebagai Guru Tetap Yayasan (GTY) dibuktikan dengan SK pengangkatan sebagai Guru Tetap dari penyelenggara pendidikan minimal 2 tahun secara terus-menerus dihitung sampai bulan Januari 2015 dengan ketentuan SK tidak berlaku surut .

Rabu, 17 Juni 2015

Ini Prestasi Olahraga Yang Dinilai Pada PPDB Online Kota Bekasi 2015

Kuota Daya Tampung 120 Siswa


Kota Bekasi (BIB) - Dinas Pendidikan Kota Bekasi kembali membuka Jalur Prestasi Olahraga dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online Tahun Pelajaran 2015/2016.

Tahun ini daya tampung siswa berprestasi di bidang olahraga diberikan kuota sebanyak 3 rombongan belajar (rombel) di SMA Negeri 8 Kota Bekasi.

Namun, tidak semua cabang olahraga yang dapat diterima, hanya beberapa yang dianggap potensial dan mampu mengangkat nama baik Kota Bekasi lewat pembinaan olahraga.

Perestasi olahraga yang dinilai juga hanya dikhususkan bagi siswa yang melanjutkan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Nah, bagi lulusan SMP/MTs dan sederajat yang ingin ikut seleksi PPDB Online melalui Jalur Prestasi Olahraga harus mampu membuktikan sertifikat atau piagam yang diperoleh dalam prestasi tersebut.

Yang mendapat nilai poin tambah adalah prestasi yang mampu masuk di 3 besar, yaitu Juara I, Juara II maupun Juara III baik tingkat Internasional, Nasional, Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Selasa, 16 Juni 2015

Masuk SMA Model Minimal Rata-Rata Nilai 76

Verifikasi Raport 19-23 Juni 2015, Online 26-30 Juni 2015



Kota Bekasi (BIB) - PPDB Online di Kota Bekasi ada yang melalui verifikasi raport.

Yang melakukan verifikasi raport sebelum pelaksanaan PPDB Online adalah; SMP Negeri 1 Kota Bekasi, SMP Negeri 5 Kota Bekasi, SMA Negeri 1 Kota Bekasi, SMA Negeri 5 Kota Bekasi dan SMK Negeri 1 Kota Bekasi.

Syarat Nilai PPDB Online pada Sekolah Model :

A. Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Jumlah nilai minimal pada SMPN 1 Kota Bekasi dan SMPN 5 Kota Bekasi adalah rata-rata minimal 76 untuk 3 mata pelajaran, yakni Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia.

Nilai rata-rata raport dihitung mulai Kelas 4 sampai dengan Kelas 6 dari Semester VII sampai Semester XI.

B. Sekolah Menengah Atas (SMA)

1). SMA NEGERI 1 KOTA BEKASI

Jumlah nilai rata-rata minimal 78 untuk empat mata pelajaran, yaitu Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Jumlah nilai ini terakumulasi dari Kelas 7 sampai dengan Kelas 9 pada Semester I sampai Semester V.

2). SMA NEGERI 5 KOTA BEKASI

Jumlah nilai rata-rata raport minimal 76 untuk 4 mata pelajaran pokok, yakni Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Nilai ini berdasarkan akumulasi rata-rata raport Kelas 7 s/d Kelas 9 pada Semester I s/d/ Semester V.