Kamis, 13 November 2014

Anies Baswedan Akan Review Kurikulum 2013

Apakah Kurikulum Buatan M. Nuh Merepotkan Guru & Siswa ?


Buku Kurikulum 2013, foto: ist
Jakarta (BIB) - Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengatakan akan membuat tim untuk mereview kurikulum 2013. 

"Nanti kita akan buat tim independen untuk membuat review atas konsep dan pelaksanaan kurikulum 2013," kata Anies saat selesai mendengarkan pemaparan siswa dan masukan dari guru di SMA 87, Jakarta, Rabu.


Anies melakukan tinjauan langsung ke SMA 87, Rempoa, Jakarta dan mendengarkan langsung masukan dari lima orang murid mengenai kurikulum. Hal ini dilakukan Anies untuk mengkaji kurikulum di tingkat hilir yakni di kelas. 

"Jangan dilihat bahwa ganti menteri akan ganti kurikulum, bukan itu. Yang ingin kita kerjakan adalah menyempurnakan kurikulum," kata Anis.

Bagi Anies masalah kurikulum ini jangan sampai memberatkan siswa dan guru yang merupakan pengguna langsung kurikulum tersebut. 

"Kita harus melakukan kebijakan yang tidak merugikan ke depan. Termasuk ketika kita membuat kurikulum, jangan membuat kurikulum yang membuat repot semuanya," katanya.

Dalam pemaparan oleh lima orang siswa SMA 87 yang terdiri dari Ahmad Dhiya, Dinda Putri, Imaduddin Irza, Nadhif Rafifaiz, dan Parardhya Amaraputri, ditekankan bahwa kurikulum 2013 dirasa memberatkan siswa. 

"Ada 16 pelajaran dan beban berat sekali. Kami senang Pak Anies mau mendengarkan langsung keluhan kami, semoga ada perbaikan dengan kurikulum," ujar Dinda mewakili teman-temannya.

Menanggapi masukan dari para siswa tersebut, Anies sangat mengapresiasinya. (ANT/A-102)

Sumber : Review Kurikulum 2013

Anda boleh memberikan kritik, saran, masukan untuk perbaikan atau "review" Kurikulum 2013 di laman komentar !!!

Potensi Banjir di Bekasi Diperkirakan Desember

Selama Nopember 2014 Masih Aman


Potensi Banjir di Jawa Barat, bulan Desember 2014. Foto: BMKG
Kota Bekasi (BIB) - Berdasarkan peta sebaran hujan pada bulan Nopember dan Desember 2014 oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan pada bulan Nopember ini belum menyebabkan banjir di wilayah Jawa Barat. Kalaupun ada masih berkapasitas banjir rendah.

Namun, diperkirakan mulai Desember 2014, potensi banjir berkapasitas sedang mulai menghampiri hampir seluruh wilayah di Provinsi Jawa Barat.

Berikut ini daerah rawan banjir di bulan Desember 2014 :

I. KOTA BEKASI
  1. Bekasi Barat
  2. Bekasi Selatan
  3. Bekasi Timur
  4. Bekasi Utara
II. KABUPATEN BEKASI
  1. Cabangbungin
  2. Muaragembong

Selasa, 11 November 2014

Pidato Joko Widodo di APEC China

Daftar Upah Minimum Provinsi & Kabupaten/Kota di Indonesia 2015


Ini daftar upah minumum provinsi dan kabupaten/kota tahun 2015 :

I. Daftar Upah Minimum Provinsi 2015

  1. Aceh Rp. 1.750.000,00 (naik 8,57%)
  2. Sumatera Utara Rp. 1.505.850,00
  3. Sumatera Barat Rp. 1.490.000,00 
  4. Riau Rp. 1.700.000,00
  5. Kepulauan Riau Rp. 1.665.000,00
  6. Bengkulu Rp. 1.350.000,00
  7. Jambi Rp. 1.710.000,00 (naik 13,83%)
  8. Sumatera Selatan Rp. 1.974.346,00 (naik 13,83%)
  9. Bangka Belitung Rp. 2.100.000,00 (28,05%)
  10. Banten Rp. 1.600.000,00 (naik 20,75%)
  11. DKI Jakarta Rp. 2.441.301,00

Senin, 10 November 2014

Anggaran Pendidikan 2015 Sebesar Rp. 409 Triliun

BOS Rp. 31,298 Triliun, Tunjangan Sertifikasi Rp. 70,2 Triliun

Jakarta (BIB) - Anggaran Pendidikan untuk tahun 2015 dalam APBN sebesar Rp. 409.131.707.077.000,00 atau Empat Ratus Sembilan Triliun Seratur Tiga Puluh Satu Miliar Tujuh Ratus Tujuh Juta Tujuh Puluh Tujuh Ribu Rupiah.

Dengan demikian, anggaran pendidikan tahun 2015 mencapai 20,06% dari APBN. Karena APBN 2015 adalah sebesar Rp. 2.039.483.607.639.000,00.

Anggaran pendidikan sebesar itu dilaksanakan untuk memenuhi fungsi pendidikan dalam rangka :
  1. meningkatkan kualitas wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun yang merata
  2. meningkatkan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan menengah universal (PMU)
  3. meningkat akses, kualitas, relevansi dan daya saing pendidikan tinggi
  4. meningkatkan profesionalisme dan distribusi guru dan tenaga kependidikan
  5. meningkatkan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan nonformal, dan pendidikan informal serta kualitas pendidikan agama dan keagamaan
  6. memantapkan pelaksanaan pendidikan nasional
  7. meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan
  8. mengurangi kesenjangan taraf pendidikan antar wilayah, antar jenis kelamin, dan antar kelompok sosial-ekonomi.