Senin, 22 Oktober 2012

8 Provinsi Belum Salurkan Dana BOS

Bang Imam (dua dari kiri/pegang mik)
Jakarta (BIB) - Sebanyak 8 provinsi dari 33 provinsi di Indonesia belum menyalurkan dana BOS Semester IV (periode Oktober-Desember 2012).

Ke-8 provinsi tersebut adalah; Provinsi Bali, Jambi, Maluku, Maluku Utara, Papua, Sulawesi Utara dan Sumatera Utara. Padahal Dana BOS telah disalurkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kas Daerah Provinsi sejak tanggal 1 Oktober 2012.

Hingga per tanggal 17 Oktober 2012 (Rabu) baru 26 provinsi yang sudah menyalurkan. Sehingga persentase dana BOS Triwulan IV yang sudah tersalurkan berdasarkan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) sebesar 64,09%.

Kamis, 18 Oktober 2012

RTH Kota Bekasi Terkendala Lahan

Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) Terancam Gagal

P2KH : Ruang Terbuka Hijau menjadi salah satu harga mati untuk mencitrakan kota yang nyaman bagi penduduknya. Dalam UU RTH (Publik dan Privat) untuk sebuah kota minimal 30% dari luas totalnya. Foto: Pedestarian yang dibangun pengembang perumahan Kemang Pratama, Rawalumbu, Bekasi/Bang Imam
Kota Bekasi (BIB) - Untuk mewujudkan kota hijau, setidaknya ada 8 komponen atau atribut yang harus dilakukan oleh pemerintah kota. 

Kedelapan atribut tersebut diantaranya; green planning and design, green open space, green community, green water, green waste, green energy, green building, dan green transportation.

Rabu, 17 Oktober 2012

47.622 Orang Honorer K1 Siap Diangkat Jadi CPNS


Guru Honor (FKGS) Kota Bekasi
Jakarta (BIB) - Terkait tenaga honorer K1, Komisi II DPR-RI meminta Kemenetrian PAN & RB dan Badan kepegawaian Negara (BKN) untuk segera menyelesaikan proses pengangkatannya akhir tahun 2012. 

Hal tersebut merupakan permasalahan yang dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Kemen PAN&RB dan BKN dengan Komisi II DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II Abdul Hakam Naja, Selasa (16/10). 

RDP tersebut diselenggarakan oleh Sekretariat Komisi II DPR-RI untuk membahas terkait adanya rekrutmen CPNS dalam Moratorium dan penjelasan hasil proses verifikasi dan validasi (Verval) dan investigasi tenaga honorer K1 dan K2.

Dalam RDP tersebut, Menteri PAN&RB Azwar Abubakar menyampaikan bahwa berdasarkan usul instansi, data K1 yang ada diterima BKN sebanyak 152.310 honorer tersebar di 38 Instansi Pusat dan 485 Instansi Daerah.  

Setelah dilakukan Verval oleh BKN dan BPKP, hanya 71.467 orang honorer K1 yang dinyatakan memenuhi kriteria (MK) dan 80.843 dinyatakan TMK. 

Setelah dilakukan uji publik dengan diumumkan melalui media masa dari 71.467 orang honorer K1 yang MK, terdapat sanggahan di 203 Instansi Daerah. 

Terhadap adanya sanggahan tersebut setelah dilakukan verifikasi ulang oleh BKN dengan quality assurance oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dari 71.467 orang K1 hanya 47.622 orang yang dinyatakan dan MK 12.709 orang TMK. 

Selasa, 16 Oktober 2012

Ini Perbedaan Ujian CPNS Anti KKN...!!!


MODEL CPNS TAHUN 2013

NO
SEBELUMNYA
SAAT INI
A
FORMASI
1
Usulan formasi didasarkan pada usulan setiap satuan organisasi, (tanpa melampirkan hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja)
Usulan formasi wajib (harus) melampirkan hasil analisis jabatan, analisis beban kerja, redistribusi PNS, dan proyeksi kebutuhan PNS 5 tahun
2
Penetapan formasi  berbasis pangkat/golongan ruang dan jumah alokasi
Penetapan formasi berbasis jabatan, yakni nama dan jenis jabatan, kualifikasi pendidikan, golongan/ruang, jumah alokasi, serta unit kerja penempatan.
B
SOAL UJIAN
1
Pemerintah menetapkan kisi-kisi kompetensi dasar
Pemerintah menetapkan kisi-kisi kompetensi dasar
2
Master soal disusun oleh pejabat pembina kepegawaian (PPK) bekerjasama dengan PTN
Master soal kompetensi dasar disusun oleh tima ahli konsorsium 10 PTN
3
Tidak ada uji validitas soal
Dilakukan uji validitas soal
4
Instansi membuat soal berbeda-beda
Master soal disampaikan ke seluruh instansi (secara elektronik) dibantu oleh Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).
Catatan : Penggandaan dan distribusi oleh instansi masing-masing yang pengamanannya dibantu polisi dan pengawasan oleh konsorsium LSM (ICW cs).
5
Tes kompetensi dasar (TKD) terdiri dari tes pengetahuan umum, tes bakat skolastik, dan tes skala kematangan
Tes kompetensi dasar meliputi wawasan kebangsaan, intelegensia umum dan karakteristik pribadi
6
Tes substansi
Tes kompetensi bidang, meliputi tes tertulis, wawancara, tes psikologi lanjutan, dan praktek (performance test).
7
Tes psikologi

C
PELAKSANAAN SELEKSI
1
Waktu : Jadwal pelaksanaan tes ditentukan masing-masing pejabat pembina kepegawaian (PPK), sehingga pelaksanaannya tidak serentak
Waktu : Jadwal ditetapkan oleh menteri PAN dan RB c/q Panitia seleksi Nasional, dan pelaksanaan tes dilakukan serentak
2
Panitia pengadaan CPNS adalah instansi masing-masing
Ada panitia pengadaan CPNS nasional, ada panitia pengadaan CPNS instansi
3
Ujian tulis terdiri dari tes kompetensi dan tes psikologi
Ujian tertulis : Tes kompetensi dasar meliputi wawasan kebangsaan, intelegensia umum, dan karakteristik pribadi
4

Tes kompetensi bidang tahap awal wajib hanya untuk guru, dosen, dokter, perawat, sanitarian, dan bidan (kecuali instansi pembina menetapkan lain)
D
PENGOLAHAN HASIL UJIAN
1
Oleh pejabat pembina kepegawaian (PPK) bekerjasama dengan PTN
Oleh konsorsium PTN
2
Bersifat tertutup
Bersifat terbuka
3
Nilai tidak diumumkan dan tidak dapat diketahui oleh peserta ujian
Nilai dapat diketahui oleh peserta
4
Kelulusan berdasarkan peringkat sesuai jumlah alokasi formasi
Kelulusan berdasarkan passing grade
5
Hasil pengolahan lembar jawaban oleh PTN diserahkan ke PPK
Hasil pengolahan oleh konsorsium, diserahkan kepada Menteri PAN – RB, up. Panselnas
6
Penetapan kelulusan oleh pejabat pembina kepegawaian, sulit dikontrol oleh PTN dan BKN
Penetapan kelulusan oleh pejabat pembina kepegawaian (PPK) berdasarkan hasil olahan konsorsium PTN sebagai bahan penetapan NIP oleh BKN
E
PENGAWASAN
1
Pengawasan internal instansi (inspektorat)
Pengawasan internal pemerintah, terdiri dari : Pengawasan internal instansi, BPKP, POLRI (Bareskrim), Menteri PAN-RB (Deputi Waskun, Inspektorat)
2
BKN, yakni Deputi Pengendalian Kepegawaian (Dalpeg), tapi tidak tersistem
Pengawasan eksternal, terdiri dari BIN, KPK (Deputi pencegahan), konsorsium LSM-ICW

Minggu, 14 Oktober 2012

Pelatihan Senam Irama Ceria Dua (SIC-2)


SIC-2 : Pelatihan Senam Irama Ceria 2 di Kota Bekasi diikuti oleh 700 guru PAUD/TK, Sabtu, 13 Oktober 2012. Foto: Bang Imam
PENDAHULUAN

Seperti  belajar  berhitung atau  membaca,  belajar  bagaimana “melakukan  perkerjaan” sains  merupakan proses sepanjang  hidup.  

Anak-anak dari  segala umur akan mendapatkan  manfaat  dari  menganalisis  situasi  “sains”. 

Mereka  perlu didorong untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman  sains di alam sekitarnya, menjelaskan apa yang  mereka lihat, menanyakan banyak hal tentang apa yang mereka lihat, mengulangi pengalaman sains itu, dan mencoba menelaah mengapa peristiwa sains itu bisa terjadi.

Senam Irama Ceria 2 (SIC 2), dapat membantu meningkatkan energi, baik fisik maupun intelektual anak. 

Maka kami hadirkan Senam Irama Ceria 2 untuk memenuhi kebutuhan anak usia dini Indonesia.