Jumat, 22 Juni 2018

Jalur Zonasi di PPDB Online SMP Negeri Kota Bekasi 2018

DAYA TAMPUNG 40%



Kota Bekasi (BIB) - Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online jenjang SMP Negeri di Kota Bekasi Tahun Pelajaran 2018/2019 memberikan kuota atau daya tampung sebanyak 40% dari total daya tampung yang ditetapkan.

Jumlah yang diberikan sebanyak 5.970 kursi untuk 49 SMP Negeri yang ada.

Jalur Zonasi hanya diberikan kepada calon peserta didik yang berasal dari Kota Bekasi yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK). Dan KK yang berlaku adalah minimal pembuatannya paling lambat tanggal 31 Desember 2017 atau 6 bulan sebelum pelaksanaan PPDB Online.

Jalur Zonasi dilakukan verifikasi terlebih dahulu pada tanggal 25, 26 dan 28 Juni 2018. Setelah melakukan proses pra pendaftaran.

Kamis, 14 Juni 2018

Ini Daya Tampung PPDB Online Jenjang SMP Negeri di Kota Bekasi Tahun 2018

14.927 KURSI



Kota Bekasi (BIB) - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jenjang SMP Negeri di Kota Bekasi Tahun Pelajaran 2018/2019 kembali dilakukan secara online. 

Namun, sekalipun dilakukan secara online, ada pertimbangan lain dalam proses seleksi PPDB, karena pertimbangan bukan hanya faktor nilai ujian nasional semata.

Karena ada faktor tertentu, maka jalur proses PPDB Online Jenjang SMP Negeri dibagi menjadi 6 jalur seleksi, yaitu :
  1. Jalur Umum Dalam Kota Bekasi (29%)
  2. Jalur Umum Luar Kota Bekasi (5%)
  3. Jalur Afirmasi (20%)
  4. Jalur Zonasi (40%)
  5. Jalur Penghargaan Maslahat Guru (5%)
  6. Jalur Prestasi (1%)

Selasa, 12 Juni 2018

Ini Siswa Pendaftar Jenjang SMK di PPDB Jabar Kabupaten Bekasi 2018

DAYA TAMPUNG 6.286 KURSI, PENDAFTAR 4.088 SISWA



Kota Cikarang (BIB) - Pelaksanaan pendaftaran PPDB Jawa Barat Tahun Pelajaran 2018/2019 sudah berakhir pada Sabtu, 8 Juni 2018. Untuk jenjang SMK di Kabupaten Bekasi, jumlah pendaftar mencapai 4.088 siswa. Sedangkan daya tampung yang disediakan sebanyak 6.286 kursi.

Jumlah pendaftar terbanyak berada pada Jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) sebanyak 2.294 orang. Kemudian disusul oleh Jalur Warga Penduduk Setempat (WPS) sebanyak 1.549 siswa.

Sedangkan jalur lainnya yang diminati adalah Jalur Prestasi sebanyak 202 pendaftar, Jalur Penghargaan Maslahat Guru (PMG) sebanyak 43 siswa.

BACA JUGA :

Senin, 11 Juni 2018

Pendaftar Zonasi Warga Sekitar Sekolah Tidak Tertampung di SMK Kota Bekasi 2018

Zonasi Berdasarkan Jarak Tempat Tinggal ke Sekolah


Kota Bekasi (BIB) - Sebetulnya prioritas siswa asal tempat tinggal yang dekat dengan sekolah sudah ditentukan oleh aturan dengan daya tampung 90% dari total kebutuhan calon peserta didik.

Implementasi aturan ini, Juknis PPDB SMA/SMK dan Pendidikan Khusus Provinsi Jawa Barat Tahun Pelajaran 2018/2019 memberikan kuota atau daya tampung berdasarkan asal siswa. Asal siswa atau zonasi dalam petunjuk teknis ini adalah seluruh siswa yang berasal dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.

Nah, seluruh siswa tersebut diprioritaskan untuk bisa bersekolah pada jenjang SMA/SMK dan Pendidikan Khusus yang berada di Jawa Barat. Sehingga, siswa asal luar Provinsi Jawa Barat hanya memperoleh jatah 10%. Jatah siswa asal luar Provinsi Jawa Barat juga hanya dapat bersaing pada 2 jalur yang tersedia, yaitu Jalur Prestasi (5%) dan Jalur NHUN (5%).

Minggu, 10 Juni 2018

Curiga (Banyak) Siswa Miskin di Kota Bekasi Tahun 2018

Harus Diverifikasi Lebih Ketat



Kota Bekasi (BIB) - Hasil pantuaan Posko PPDB LSM Sapulidi mencurigai proses pendaftaran terumata pada JALUR EKONOMI TIDAK MAMPU (KETM).

Direktur Sosial dan Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, Tengku Imam Kobul Moh Yahya S, mengakui kecurigaan terhadap jumlah pendaftar siswa miskin pada jenjang SMK.

"Hampir 10 tahun pelaksanaan PPDB di Kota Bekasi. Baru kali ini jumlah siswa miskin yang mau masuk SMK Negeri di Kota Bekasi diluar perkiraan. Jangan-jangan banyak siswa tiba-tiba mendadak miskin, cuma karena mengejar negeri minded," kata Tengku Imam Kobul Moh Yahya S di Bekasi, Ahad, 10 Juni 2018.

Menurutnya, selama pelaksanaan PPDB, animo siswa miskin tidak terlalu antusias mendaftar ke SMK. Kali ini justru diluar perkiraan, benarkah siswa miskin banyak di Kota Bekasi?

Pertanyaan ini harus ditelusuri, terutama siswa lulusan SMP/MTs pemilik kartu KIP, KIS, PKH, PKS dan sebagainya.