Jumat, 29 Januari 2016

UN Online Dukung Lingkungan

Jakarta (BIB) - Bayangkan, setiap tahun ada 7 juta siswa mengikuti ujian nasional (UN), yang masing-masing memakai minimal sepuluh lembar kertas. Jika satu pohon pinus menghasilkan 16 rim kertas, berarti ada sekitar 8.750 pohon pinus ditebang per tahun hanya untuk UN.
Nah, kebutuhan kertas berbahan baku pohon sebanyak itu akan menyusut drastis, jika proses semacam UN beralih menjadi online. Penerapan sistem online juga otomatis mendukung gerakan ramah lingkungan atau go green.

Bahan baku utama kertas berasal dari pohon atau kayu. Namun, pohon baru dapat diolah menjadi kertas setelah berumur 5 sampai 10 tahun. Selain itu, seperti dikutip dari situs web Kementerian Keuangan, membuat satu ton kertas butuh 7.000 galon air dan 20 pohon. 

Dengan begitu, pelaksanaan UN yang tak lagi berbasis kertas pada setiap tahun dapat ikut melestarikan ekosistem dengan signifikan mengurangi penebangan pohon. Itu baru dari ujian sekolah, tapi sudah serasa gerakan revolusi‎ dalam upaya menjaga lingkungan hidup.

Rabu, 27 Januari 2016

Ini Pengetahuan Dana BOS 2016

Untuk Masyarakat dan Orang Tua Siswa

Dengan Dana BOS Seluruh Siswa Miskin Baik di Sekolah Negeri Maupun Sekolah Swasta Sudah Terbebas Dari Seluruh Pungutan Dalam Bentuk Apapun, Alias GRATIS


Jakarta (BIB) - BOS adalah salah satu program pemerintah yang pada dasarnya digunakan untuk penyediaan pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah sebagai pelaksana Program Wajib Belajar.

Sedangkan singkatan dari BOS sendiri merupakan 'Bantuan Operasional Sekolah. 

Senin, 25 Januari 2016

Mengapa Harus Sekolah di Madrasah

Pokoknya, Madrasah harus tampil beda 
Tidak seperti dulu-dulu
Saya ingin ada inovasi
Harus tampil modis, populis, fungky, 
Persepsi orang tentang madrasah itu kumuh, ndeso, ketinggalan zaman
Nah, persepsi itu harus kita ubah
~ ~ ~ Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama Republik Indonesia


Jakarta (BIB) - Pesan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin diatas tentu sangat tegas dan wajib diaplikasikan di seluruh madrasah, untuk menjaga persaingan dan mempertahankan prestasi. Penggalan pengakuan menteri agama itu merupakan potret kebanyakan madrasah kita saat ini, sekalipun memang tidak sedikit yang memiliki prestasi hingga ke tingkat Internasional.

Saat ini madrasah sudah banyak menorehkan prestasi, lihat Profil Madrasah Tahun 2015.

Berdasarkan profil madrasah tahun 2015, jumlah keseluruhan madrasah saat ini mencapai 76.551 lembaga. Dan jumlah siswa pada tahun pelajaran 2014/2015 sebanyak 8.381.701 siswa. Sementara jumlah guru madrasah seluruh jenjang mencapai 813.590 orang.

Mengapa harus sekolah di madrasah ??? Menurut Kementerian Agama, ada 7 alasan mengapa kita harus memilih sekolah di madrasah, ketujuh alasan tersebut adalah:
  1. sejarah telah mencatat bahwa madrasah telah melahirkan pemimpin di bidang pendidikan dan agama (scholar), negarawan dan bahkan pahlawan. Sebut saja misalnya Wahid Hasyim, Hamka, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nurcholis Madjid (Cak Nur), KH M.A Sahal Mahfudz, AR. Fakhruddin dan Mahfud MD.
  2. madrasah tumbuh dan berkembang dari, oleh dan untuk rakyat (masyarakat) berbeda dengan sistem pendidikan sekolah biasa atau community-based education. Dalam sejarahnya madrasah memiliki akar yang kuat untuk perjuangan bangsa dan memberantas kebodohan.
  3. madrasah telah memadukan dua kurikulum: kurikulum dari Kemdikbud dan Kurikulum dari Kementerian Agama. Atau dengan kata lain, madrasah juga memberikan materi pelajaran umum, sebagaimana sekolah-sekolah biasa dan juga memberikan materi-materi pelajaran agama yang lebih kuat dibandingkan sekolah-sekolah biasa, Madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan akhlak yang mulia.
  4. madrasah tidak lagi dianggap sebagai pelengkap sistem pendidikan nasional, melainkan madrasah semakin menorehkan prestasi tidak hanya di bidang tafaqquh fi al din, akan tetapi juga dibidang-bidang lainnya, seperti riset ilmiah, vokasional, kewirausahaan, lingkungan (adiwiyata), dan sebagainya.
  5. madrasah tidak hanya mencetak kader intelektual yang profesional dan pintar saja, melainkan juga kader muslim yang berintegritas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Profesionalitas tanpa integritas akan membawa kerugian dan kehancuran. Sebaliknya integritas tanpa profesionalitas, akan menyebabkan kita jalan di tempat di tengah dunia yang kompetitif.
  6. pendidikan madrasah menyentuh empat dimensi pendidikan, yakni dimensi pikir (kognisi), dimensi hati (spiritual), dimensi rasa (estetika), dan dimensi raga (fisik). 
  7. mencetak anak yang memiliki pandangan keagamaan yang rahmatan lil 'alamin dan menghargai kearifan lokal.

Ayo ... sekolah di madrasah ....

Peringkat Universitas di Indonesia Tahun 2016

Universitas Gunadarma Urutan 11

Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB)

Jakarta (BIB) - Situs International Colleges & Universities merilis Top Universities in Indonesia tahun 2016. Peringkat terkini Universitas di Indonesia ini membantu kita untuk menetapkan pilihan mau kuliah dimana usai lulusan SMA/SMK/MA.

Situs ini membuat list of top Colleges and Universities in Indonesia by University Web Ranking, berikut ini 401 peringkat Universitas di Indonesia :
  1. Institut Teknologi Bandung (Bandung, Jawa Barat)
  2. Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta, DI Yogyakarta)
  3. Universitas Indonesia (Depok, Jawa Barat)
  4. Universitas Sebelas Maret (Surakarta, Jawa Tengah)
  5. Universitas Padjadjaran (Bandung, Jawa Barat)
  6. Universitas Pendidikan Indonesia (Bandung, Jawa Barat)
  7. Universitas Diponegoro (Semarang, Jawa Tengah)
  8. Universitas Negeri Yogyakarta (Yogyakarta, DI Yogyakarta)
  9. Univeristas Brawijaya (Malang, Jawa Timur)
  10. Universitas Airlangga (Surabaya, Jawa Timur)
  11. Universitas Gunadarma (Depok, Jawa Barat)
  12. Institut Pertanian Bogor (Bogor, Jawa Barat)
  13. Universitas Mercu Buana (Jakarta, DKI Jakarta)
  14. Universitas Bina Nusantara (Jakarta, DKI Jakarta)
  15. Universitas Sumatera Utara (Medan, Sumatera Utara)

Polder Pengasinan Menanti Banjir

Luas 2 Hektar, Harga Rp. 12 Miliar


Bang Imam mengunjungi Polder Pengasinan, Ahad, 24 Januari 2016. Polder Pengasinan sudah selesai dibangun, namun saluran belum terintegrasi menuju polder. Foto: Bang Imam

Rawalumbu (BIB) - Sejak semalam sore hingga pagi ini Kota Bekasi masih diguyur hujan mulai dari intensitas lebat hingga ringan. Menurut BMKG, puncak musim hujan sudah masuk di akhir Januari 2016 untuk kawasan Jabodetabek.

Di Kota Bekasi setiap musim penghujan, masyarakat selalu was-was menanti bencana ini. Saking seringnya kebanjiran, masyarakat Kota Bekasi sudah terbiasa dan tidak kaget lagi apabila air limpasan hujan dari got memasuki rumahnya.

Makanya, saya selalu bilang kalau "Kota Bekasi Sangat Bersahabat Dengan Banjir".

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Bekasi tentu tidak berdiam diri. Tahun 2015 ini misalnya sudah ada 2 polder (penampungan air) yang sudah selesai dibangun, yakni di Kelurahan Pengasinan, Rawalumbu dan Perumahan Taman Galaxy, Bekasi Selatan.

Polder Pengasinan misalnya berdasarkan lelang umum yang diterbitkan LPSE Kota Bekasi sudah dimulai pada bulan Pebruari dan selesai pada Agustus 2015. Sekalipun terlihat pengerjaannya molor dari jadwal yang ditentukan, saat ini kondisi Polder Pengasinan sudah siap menanti banjir.

Polder Pengasinan dibangun dari dana APBD Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp. 12.000.000.000,00 (Dua Belas Miliar Rupiah). Dibangun dilahan seluas kurang lebih 2 hektar, Polder Pengasinan akan mampu menampung air yang mencapai 64.000 meter kubik.

Ya... Polder ini diharapkan bisa mengatasi banjir di Kecamatan Rawalumbu, khususnya Kelurahan Pengasinan dan sekitarnya.