Minggu, 09 November 2014

Apa Yang WAJIB Dilakukan Bekasi Dalam Menghadapi Banjir

Hingga akhir tahun 2014 ini, yang namanya banjir belum bisa diatasi oleh Kota Bekasi


tanggul rusak di perumahan Pondok Gede Permai (PGP) di Jatiasih yang merupakan langganan banjir setiap tahun. Foto: Bang Imam
Kota Bekasi (BIB) - Musim penghujan sudah tiba. Saatnya warga Kota Bekasi was-was dengan kedatangan tamu yang bernama Banjir. Banjir ini merupakan agenda tahunan di Kota Bekasi, mirip seperti proyek abadi Pantura.

Kita patut bertanya, sebenarnya apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Bekasi mengatasi atau membebaskan warganya dari 'Bencana Banjir'. Mengingat sifat banjir di Kota Bekasi yang sebenarnya ada 2 macam, pertama adalah banjir karena kondisi alam; kedua banjir karena genangan.

Banjir karena kondisi alam terjadi karena intensitas musim penghujan yang cukup tinggi di hulu sungai (Kabupaten Bogor) yang menyebabkan Kali Bekasi dan kali-kali lainnya yang melewati Kota Bekasi tidak dapat menampung debit yang cukup tinggi. Sehingga menyebabkan air menuju pemukiman, terutama yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) yang memang kondisinya lebih rendah dari tinggi muka air di kali.

Beda hal dengan banjir yang disebabkan karena genangan, umumnya terjadi pada pemukiman yang justru jauh dari Kali Bekasi. Banjir disebabkan karena buruknya kondisi saluran, atau saluran primer tidak cukup mampu menampung air yang dibuang dari perumahan, hingga kembali luber dan balik arah ke pemukiman tersebut.

Kamis, 06 November 2014

Siapa Menetapkan Status Siaga Banjir di Bekasi

Bendung Bekasi, sore ini pukul 19.00, 06-11-2014 debit Bendung Bekasi mencapai 14,17 m3/detik
Hari ini anggota Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (WS Cilcis) mengadakan pertemuan dengan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta II Seksi Pengelolaan Bendung Bekasi.

Anggota TKPSDA WS 2Ci bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane sekaligus melihat langsung operasional Shipon Kalimalang yang melintasi Kali Bekasi.

Kali Bekasi yang langsung bersinggungan dengan Kalimalang yang merupakan air baku untuk DKI Jakarta ini harus melewati Bendung Bekasi.

Mengingat berubahnya iklim yang sangat berpengaruh terhadap pengelolaan Bendung Bekasi. Selama ini, Bendung Bekasi hanya berfungsi sebagai pengamanan air baku, karena pertemuan langsung antara Kali Bekasi dengan Kalimalang. Saat ini selain untuk air baku DKI Jakarta, PDAM Tirta Patriot Bekasi dan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Bendung Bekasi juga berfungsi sebagai alat pengontrol dan pengendali banjir.

Selasa, 04 November 2014

3 Situ Hilang di Kota Bekasi

Penjual dan Pembeli Situ Harus Dipenjarakan


MoU Situ antara Wakil Walikota Bekasi dan Menteri PU
Kota Bekasi (BIB) - Sungguh miris kondisi Kota Bekasi ini. Selain sudah pernah di 'bully' lewat media sosial karena kondisi infrastruktulnya yang buruk, juga karena kondisi lainnya seperti banjir, panas dan macet.

Baru-baru ini media juga gencar mengabarkan kalau ternyata 3 Situ/Danau di Kota Bekasi 'hilang' alias raib.

Pertanyaan tentu akan muncul, kenapa bisa hilang, siapa yang menjual dan siapa yang membeli ?

Situ sebenarnya berfungsi sebagai tandon/penampung air saat musim penghujan artinya bisa menjadi solusi penyelesaian banjir, minimal di sekitar lokasi situ. Situ juga berfungsi sebagai tempat cadangan air, apabila saat musim kemarau dapat dipergunakan.

Di Kota Bekasi berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bekasi Tahun 2011-2031 sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2011 tentang RTRW, Kota Bekasi memiliki sedikitnya 6 Situ/Setu yang tersedia. Diantarnya, Situ Lumbu, Situ Gede, Situ Pulo, Situ Harapan Baru, Situ Wong, dan Situ Rawabogo.

Minggu, 02 November 2014

Car Free Day Bekasi Semakin Asyik

Pedagang dan Peserta Senam memakan jalur utama, sehingga pe-gowes harus turun
Car Free Day (CFD) Kota Bekasi atau Hari Bebas Kenderaan Bermotor (HBKB) semakin di minati di Bekasi.

Karena sudah diminati warga, setiap minggu sudah dipenuhi warga dari berbagai kecamatan di Kota Bekasi.

Selain para komunitas dari berbagai hobi, sejumlah perites nasional juga berpartisipasi mengikuti CFD.

Sayang partisipasi peritel ini baru sebatas berjualan dengan iming-iming diskon.

Jangan buang sampah sembarangan yah...

Oh ya kelupaaan, tolong dong bagi yang hobi tukang joget [klub senam car free day] sebaiknya memilih tempat di bawah jembatan layang KH Noer Ali Summarecon. Karena kalau dilaksanakan pas dilintasan turunan jalan layang menghambat para pe-gowes mania. 

Kan kasihan yang lainnya yang mau menikmati lintasan CFD terganggu dengan deretan senam yang melimpah hingga ke kawasan tengah jalan, apalagi pas lagi di turunan jalan layang, kan bahaya Om....

Untuk para pedagang sebaiknya hanya di pinggiran saja atau pas di jalur lambat sebelah kiri-atau kanan. Kalau bisa mulai minggu depan bolehlah pedagang atau Pemerintah Kota Bekasi menyediakan tempat sampah yang lebih banyak, kasihan tukang sapu jalan 2 kali kerjaan....

Ok...CFD Bekasi nya sudah keren....apalagi dilaksanakan sudah setiap minggu....

Sabtu, 01 November 2014

Ini Profil MenPANRB Baru Kita, Yuddy Chrisnandy

Yuddy Chrisnandi
Membaca profil Yuddy Chrisnandy, beliau lebih banyak bergelut dalam politik praktis, kepemudaan dan dosen di berbagai perguruan tinggi.

Presiden Ir. H. Joko Widodo memilih Yuddy sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) menggantikan Azwar Abubakar. Yuddy menjadi MenPANRB sejak 27 Oktober 2014.

Kita lihat gebrakan Yuddy soal reformasi birokrasi dan penyelesaian tenaga honorer. [berharap]

YUDDY Chrisnandy adalah seorang politisi yang mengawali karier politik di Partai Golongan Karya (Golkar).  Pada 2004, Yuddy dipercaya untuk memegang posisi sebagai Ketua Departemen Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi DPP Partai Golkar untuk periode 2004-2009. Bahkan ia sempat masuk kedalam jajaran Calon Ketua Umum Partai Golkar pada 2009.