Selasa, 05 Maret 2013

Pemerintah Galau Angkat Honorer Kategori II

Bang Imam dan relawan Dompet Dhuafa saat kunjungan ke Merapi 2010, foto koleksi pribadi
Bang Imam ; Seharusnya proses awal Uji Publik tetap harus dilaksanakan, sehingga bisa ketahuan mana yang fiktif dan yang benar-benar mengajar sesuai aturan... 

Bekasi (BIB) - Pemerintah Pusat belum bersepakat atau bahasa anak sekarang "Galau" dalam menyelesaikan persoalan Tenaga Honorer, khususnya Kategori II. Kegalauan Pemerintah utamanya karena mencurigai justru Pemerintah Daerah ikut melegalkan Honorer Siluman masuk menjadi data base Kategori II yang dikirimkan ke BKN dan Kemen PAN&RB.

Honorer Siluman ini dicurigai Pemerintah Pusat terhadap daerah yang mengirimkan Honorer K-II nya melebihi 1.000 orang ditambah lagi umumnya K-II yang dikirimkan bekerja tidak sesuai dengan kemampuan akademiknya dan kurang strategis alias kebanyakan tenaga administrasinya.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Advokasi Guru Honorer Kota Bekasi, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S di Bekasi, Selasa, 5 Maret 2013.

"Yang saya dapat informasi, antara Menteri Keuangan, Menteri PAN&RB serta BKN belum bersepakat soal honorer K-II. Mereka curiga dengan munculnya honorer siluman bersamaan dengan niat untuk memperbaiki reformasi birokrasi," kata Tengku Imam yang biasa dipanggil Bang Imam.

Minggu, 03 Maret 2013

HUT KE-16 : Rindu Hutan Kota di Bekasi

Tempat duduknya adem, sayang pengguna dan pengunjung membuang sampah sembarangan. Foto Hutan Kota Bina Bangsa Kota Bekasi, Ahad, 3 Maret 2013 (Bang Imam).
GOR, Bekasi Selatan (BIB) - Andaikan tidak buang sampah sembarangan, tentu duduk, berteduh sambil bercengkrama dengan sahabat dan keluarga sangat cocok di tempat ini. Namun jika melihat pemandangan seperti saat ini, hal ini menjadi sebaliknya, sayang yah.

Tugu "Patriot" Perjuangan Kota Bekasi
Hutan Kota Bina Bangsa nama tempat ini. Dia terletak di Komplek Gedung Olahraga (GOR) atau Stadion Patriot Kota Bekasi, tepat di seberang Perkantoran Pemerintah Daerah Kota Bekasi, Jl. Jenderal Ahmad Yani Nomor 1 Kelurahan Kayuringinjaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Luas Hutan Kota Bina Bangsa ini kurang lebih 3 hektar. Ditengah-tengah hutan kota terdapat jalan melingkar untuk kegiatan olahraga pagi. Ditengahnya lagi ada kolam dengan berdiri megah menara Patriot atau Tugu Perjuangan Kota Bekasi. 

Disini ada sepenggal sajak Chairil Anwar berjudul, "Krawang Bekasi". 

Hutan Kota Bina Bangsa juga dipakai sebagai tempat Perkemahan Pramuka anak sekolah. Di hutan kota ini juga terdapat fasilitas WC (toilet umum) tepatnya disebelah utara seberang Cevest Bekasi. 

Sabtu, 02 Maret 2013

DAPODIK : Umumnya Bermasalah di JJM Linier dan JJM KTSP

Kota Bekasi (BIB) - Data Pokok Pendidikan atau saat ini populer di seluruh satuan pendidikan dengan singkatan DAPODIK. Jika melihat instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) seharusnya DAPODIK sudah selesai dilaksanakan pada bulan September 2012. 

Karena dengan data itulah dapat menentukan alokasi Dana BOS 2013, Data Siswa Miskin 2013, alokasi Dana Tunjangan Sertifikasi Guru, dan alokasi Tunjangan Fungsional, termasuk untuk menitikberatkan pembangunan sekolah baik dari status rusak berat, sedang maupun ringan.

Sayang program ini molor hingga bulan Pebruari 2013, sementara program yang dimaksud terpaksa sudah berjalan, sehingga kesingkronan data tidak dapat dipertanggungjawabkan alias data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan soal jumlah siswa, jumlah guru, jumlah rombongan belajar (rombel) hingga jumlah ruang kelas tidak singkron antara data di Pusat (Kemendikbud) dengan Daerah (Provinsi/Kab/Kota).

Selasa, 26 Februari 2013

710 NIP Kategori I di Jateng dan Yogya Sudah Beres

Walikota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Bekasi, Inayatullah saat memberikan arahan Sosialisasi Analisa Guru Kota Bekasi kepada Honorer di Medansatria, Kota Bekasi. Foto: LSM Sapulidi
Yogyakarta (BIB) - Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara di Yogyakarta telah menyelesaikan Nomor Induk Pegawai (NIP) CPNS Kategori I Honorer yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Dari 802 K-I yang diusulkan, yang sudah selesai dibuatkan NIPnya sebanyak 710 orang. Terdiri dari 613 orang dari Jawa Tengah dan 177 orang dari DI Yogyakarta.

Sementara dari Honorer Guru di Jawa Tengah sebanyak 60 orang, tenaga kesehatan 8 orang dan tenaga teknis 544 orang. Sehingga dari 622 yang diusulkan baru 613 orang yang telah diselesaikan NIPnya. Sehingga masih tertinggal 9 orang lagi.

Di DI Yogyakarta sendiri dari 180 honorer Kategori I, baru 177 orang yang sudah selesai sisanya 3 orang masih tertunda. 

Senin, 25 Februari 2013

Dapodik Hanya Mengamankan Transaksional

DAPODIK berbasis data NUPTK, NISN dan NPSN
Jakarta (BIB) - Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) dirintis pertama kali oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Tahun 2006. Biro PKLN Depdiknas mengelola Dapodik dari tahun 2006 hingga 2011. Kegiatan ini dicetuskan oleh Bapak Gatot HP sebagai Kepala Biro yang baru. 

Saat itu tim dari Gatot menganalisa permasalahan pendidikan terutama masalah data dan singkronisasi dengan kebutuhan antara pusat dan daerah. Hasilnya, dibtuhkan ketersediaan data lengkap, akurat dan mudah diakses sebagai bahan penyusunan kebijakan program, evaluasi dan perencanaan Dekdiknas. (www.dapodik.org)

Pada tahun 2011 kemudian, Dapodik diambil alih oleh PPMP (Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK PMP) yang dahulu dikenal dengan Dirjen PMPTK yang tugas utamanya mengurusi kebutuhan guru ini.