Minggu, 11 Maret 2012
Gambar Skema Pengelolaan di Rumah Tangga
Referensi baca di sini http://windhar.wordpress.com/2008/04/30/go-green-2-pengelolaan-sampah-mandiri/
Contoh PLTSa Singapura
![]() |
|
Amazing Green roof
art school in Singapore. foto: ist
|
PLTSa Singapura
sering dijadikan referensi Pemkot Bandung sebagai “pembenaran” dan argumen
rencana pendirian PLTSa di Kota Bandung. Tulisan di bawah ini saya posting dua
tahun lalu setelah ikut dalam rombongan warga “studi banding” ke Singapura.
Inilah faktanya:
AMAN dan
jauh dari permukiman penduduk memang itulah kesan sekaligus kesimpulan yang
bisa saya ambil, setelah berkesempatan berkunjung ke dua pabrik pengelolaan
sampah di Singapura, 7 Desember 2008 lalu.
Bank Sampah Bisa Hasilkan Rp 9 Juta Per Bulan
![]() |
| Ayoo...menabung di Bank Sampah. foto: ist |
Kepala daerah
diminta berperan lebih aktif dalam mensukseskan program Bank Sampah.
Program tersebut
adalah salah satu program pemerintah untuk mengurangi volume sampah yang kian
meningkat tiap tahun. Pemerintah menargetkan penurunan volume sampah sebesar 7%
tiap tahun.
"Hal
tersebut sangat penting, mengingat target kebijakan nasional Kementerian
Lingkungan Hidup dalam pengelolaan sampah adalah mengurangi jumlah timbunan
sampah sebesar 7% per tahun," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti
Muhammad Hatta, saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bank Sampah di
Yogjakarta, Senin (12/9).
PLTSa Sebuah Teknologi Pengelolaan Sampah
![]() |
| Pengelolaan sampah dengan cara incenerator. foto: ist |
Pernah mendengan
PLTSa ? Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ? Suatu isu yang sedang hangat
dibicarakan di Kota Bandung, sebuah kota besar di Indonesa yang beberapa waktu
yang lalu pernah heboh karena keberadaan sampah yang merayap bahkan hingga
badan jalan-jalan utamanya.
Jangankan jalan utama, saat Anda memasuki Bandung
menuju flyover Pasupati, Anda pasti akan disambut dengan segunduk
besar sampah yang hampir menutupi setengah badan jalan. Itu dulu. Sekarang,
Kota Bandung sudah kembali menjadi sedia kala dan solusi PLTSa-lah yang sedang
diperdebatkan.
Tujuan akhir
dari sebuah PLTSa ialah untuk mengkonversi sampah menjadi energi. Pada dasarnya
ada dua alternatif proses pengolahan sampah menjadi energi, yaitu proses
biologis yang menghasilkan gas-bio dan proses thermal yang menghasilkan panas.
PLTSa yang sedang diperdebatkan untuk dibangun di Bandung menggunakan proses
thermal sebagai proses konversinya.
Pada kedua proses tersebut, hasil proses
dapat langsung dimanfaatkan untuk menggerakkan generator listrik. Perbedaan
mendasar di antara keduanya ialah proses biologis menghasilkan gas-bio yang
kemudian dibarak untuk menghasilkan tenaga yang akan menggerakkan motor yang
dihubungkan dengan generator listrik sedangkan proses thermal menghasilkan
panas yang dapat digunakan untuk membangkitkan steam yang kemudian digunakan
untuk menggerakkan turbin uap yang dihubungkan dengan generator listrik.
PLTSa Bantargebang : Sampah Berubah Rupiah
![]() |
| TPST Bantargebang di Kota Bekasi. foto:ist |
TEKNOLOGI
biogas di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi,
Jawa Barat, berhasil memanfaatkan potensi sampah menjadi listrik sebesar 10,5
megawatt (Mw). Bulan ini, dayanya diproyeksikan bertambah lagi menjadi 16 Mw.
Manager Teknik
PT Navigate Organic Energy Indonesia (NOEI) Bobby Roring mengatakan pembangkit
listrik tenaga sampah (PLTS) masih terus dikembangkan hingga menghasilkan daya
26 Mw.
"Kami sudah
menghasilkan listrik sebesar 10,5 Mw pada Februari 2012. Bulan ini (target
produksi) 16 Mw dan kami harus mencapai target pengumpulan gas metana untuk
diolah sampai menghasilkan listrik maksimal," kata dia, kemarin.
Langganan:
Komentar (Atom)




