| Air Mengalir dari pegunungan. Foto: Bang Imam |
Bekasi (BIB) – Lebih dari 240 an Depot Air Minum (DAM) Isi Ulang tidak memiliki ecoli dapat menyebabkan penyakit diare dan typhus. Data terakhir kami saat ini baru 42 DAM yang sudah memiliki sertifikat,” ungkap Dwi Puji Hastuti, SKM Kasie Kesehatan Lingkungan Bidang P2P/KL Dinas Kesehatan Kota Bekasi baru-baru ini saat berdiskusi di Pokja Sanitasi Kota Bekasi.
Salah satu faktor ketidakmauan pengelola DAM membuat sertifikat hygiene sanitasi karena mereka umumnya berpedoman kepada hasil air baku atau air yang dibeli dan dimasukkan ke dalam sanitasi air tersebut oleh suplayer sudah dianggap baik dan sesuai dengan standar baku mutu yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907/Menkes/SK/VII/2002.
Padahal persoalan kualitas air dan pencemarannya dapat disebabkan karena kurang bersih dan terpeliharanya depot air minum isi ulang di tingkat pengelola. Persoalan lain karena pengelola DAM umumnya kurang memperdulikan kebersihan instalasi dan pemeriksaan rutin.
Biasanya, pengelola berdalih jika dilakukan pemeriksaan rutin akan memakan waktu lama (sekitar 1 minggu) dan pemeriksaan air menggunakan jasa laboratorium sangat mahal untuk ukuran pengelola DAM.

