Kamis, 29 Maret 2012

2012, Formasi CPNS 62.500 Orang


FKGS Kota Bekasi/Foto: Tantri
Pekanbaru (BIB) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) Azwar Abubakar mengatakan formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada tahun 2012 mencapai sekitar 62.500 orang.

Azwar Abubakar usai Rakor Sosialisasi Birokrasi pada Pemda Regional I, di Pekanbaru, Selasa, mengatakan jumlah tersebut merupakan sebagian dari kebutuhan pemerintah untuk mengganti sebanyak 125.000 pegawai yang pensiun pada tahun ini.

Minggu, 11 Maret 2012

Gambar Skema Pengelolaan di Rumah Tangga

Referensi baca di sini http://windhar.wordpress.com/2008/04/30/go-green-2-pengelolaan-sampah-mandiri/

Contoh PLTSa Singapura



Amazing Green roof art school in Singapore. foto: ist
PLTSa Singapura sering dijadikan referensi Pemkot Bandung sebagai “pembenaran” dan argumen rencana pendirian PLTSa di Kota Bandung. Tulisan di bawah ini saya posting dua tahun lalu setelah ikut dalam rombongan warga “studi banding” ke Singapura. Inilah faktanya:

AMAN dan jauh dari permukiman penduduk memang itulah kesan sekaligus kesimpulan yang bisa saya ambil, setelah berkesempatan berkunjung ke dua pabrik pengelolaan sampah di Singapura, 7 Desember 2008 lalu.

Bank Sampah Bisa Hasilkan Rp 9 Juta Per Bulan


Ayoo...menabung di Bank Sampah. foto: ist
Kepala daerah diminta berperan lebih aktif dalam mensukseskan program Bank Sampah.
Program tersebut adalah salah satu program pemerintah untuk mengurangi volume sampah yang kian meningkat tiap tahun. Pemerintah menargetkan penurunan volume sampah sebesar 7% tiap tahun. 

"Hal tersebut sangat penting, mengingat target kebijakan nasional Kementerian Lingkungan Hidup dalam pengelolaan sampah adalah mengurangi jumlah timbunan sampah sebesar 7% per tahun," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bank Sampah di Yogjakarta, Senin (12/9). 

PLTSa Sebuah Teknologi Pengelolaan Sampah


Pengelolaan sampah dengan cara incenerator. foto: ist
Pernah mendengan PLTSa ? Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ? Suatu isu yang sedang hangat dibicarakan di Kota Bandung, sebuah kota besar di Indonesa yang beberapa waktu yang lalu pernah heboh karena keberadaan sampah yang merayap bahkan hingga badan jalan-jalan utamanya. 

Jangankan jalan utama, saat Anda memasuki Bandung menuju flyover Pasupati, Anda pasti akan disambut dengan segunduk besar sampah yang hampir menutupi setengah badan jalan. Itu dulu. Sekarang, Kota Bandung sudah kembali menjadi sedia kala dan solusi PLTSa-lah yang sedang diperdebatkan.

Tujuan akhir dari sebuah PLTSa ialah untuk mengkonversi sampah menjadi energi. Pada dasarnya ada dua alternatif proses pengolahan sampah menjadi energi, yaitu proses biologis yang menghasilkan gas-bio dan proses thermal yang menghasilkan panas. PLTSa yang sedang diperdebatkan untuk dibangun di Bandung menggunakan proses thermal sebagai proses konversinya. 

Pada kedua proses tersebut, hasil proses dapat langsung dimanfaatkan untuk menggerakkan generator listrik. Perbedaan mendasar di antara keduanya ialah proses biologis menghasilkan gas-bio yang kemudian dibarak untuk menghasilkan tenaga yang akan menggerakkan motor yang dihubungkan dengan generator listrik sedangkan proses thermal menghasilkan panas yang dapat digunakan untuk membangkitkan steam yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang dihubungkan dengan generator listrik.