Senin, 01 Februari 2016

Mengatasi Banjir Bekasi Harus Membuat Sumur Resapan Ideal Sebanyak 131.334 Unit

41.655 Unit di Kota Bekasi 

Kebutuhan Ideal dan Optimal Sumur Resapan di Jabodetabek
Kota Bekasi (BIB) - Pengendalian banjir di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) harus dilakukan antisipasi dan pengendalian secara bersama-sama (multi-pihak) antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang dilalui oleh DAS tersebut. Termasuk diantaranya melibatkan masyarakat.

Salah satu pengendalian banjir yang dapat dilakukan adalah dengan membuat sumur resapan mulai dari hulu, tengah hingga hilir wilayah DAS. 

Seperti pengendalian banjir di wilayah DAS yang melewati Bekasi, misalnya ada tiga DAS besar yang melewati daerah ini, yaitu DAS Sunter, DAS Cakung dan DAS Bekasi. 

Ketiga DAS tersebut memerlukan pembuatan sumur resapan ideal untuk pengendalian banjir mencapai 131.334 unit. Jumlah ini membentang di 27 kecamatan di 5 kabupaten/kota yang dilalui oleh ketiga DAS itu.

Minggu, 31 Januari 2016

Taman Bantargebang Ruang Publik di Selatan Kota Bekasi


Taman Bantargebang terletak persis di seberang Pasar Baru Bantargebang dan di depan Kantor Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Taman ini cukup indah dipandang mata dan sangat mudah aksesnya.

Bila ingin berobat ke Puskesmas Bantargebang, coba sempatkan ke Taman Bantargebang. Karena persis ada di depannya.

Jika ingin ke UPTD Pembinaan SD, UPTD Pembinaan PAUD, mau ke Polsek Bantargebang silahkan mampir di Taman Bantargebang, pas di depannya....

Bila menceritakan Bantargebang jangan selalu membayangkan sampah, ada juga yang indah-indah, seperti indahnya Taman Bantargebang.

Yuk mampir ah

#BangImamBerbagi #TamanBantargebang #1000TamanKotaBekasi #KotaBekasi

Jumat, 29 Januari 2016

UN Online Dukung Lingkungan

Jakarta (BIB) - Bayangkan, setiap tahun ada 7 juta siswa mengikuti ujian nasional (UN), yang masing-masing memakai minimal sepuluh lembar kertas. Jika satu pohon pinus menghasilkan 16 rim kertas, berarti ada sekitar 8.750 pohon pinus ditebang per tahun hanya untuk UN.
Nah, kebutuhan kertas berbahan baku pohon sebanyak itu akan menyusut drastis, jika proses semacam UN beralih menjadi online. Penerapan sistem online juga otomatis mendukung gerakan ramah lingkungan atau go green.

Bahan baku utama kertas berasal dari pohon atau kayu. Namun, pohon baru dapat diolah menjadi kertas setelah berumur 5 sampai 10 tahun. Selain itu, seperti dikutip dari situs web Kementerian Keuangan, membuat satu ton kertas butuh 7.000 galon air dan 20 pohon. 

Dengan begitu, pelaksanaan UN yang tak lagi berbasis kertas pada setiap tahun dapat ikut melestarikan ekosistem dengan signifikan mengurangi penebangan pohon. Itu baru dari ujian sekolah, tapi sudah serasa gerakan revolusi‎ dalam upaya menjaga lingkungan hidup.

Rabu, 27 Januari 2016

Ini Pengetahuan Dana BOS 2016

Untuk Masyarakat dan Orang Tua Siswa

Dengan Dana BOS Seluruh Siswa Miskin Baik di Sekolah Negeri Maupun Sekolah Swasta Sudah Terbebas Dari Seluruh Pungutan Dalam Bentuk Apapun, Alias GRATIS


Jakarta (BIB) - BOS adalah salah satu program pemerintah yang pada dasarnya digunakan untuk penyediaan pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah sebagai pelaksana Program Wajib Belajar.

Sedangkan singkatan dari BOS sendiri merupakan 'Bantuan Operasional Sekolah. 

Senin, 25 Januari 2016

Mengapa Harus Sekolah di Madrasah

Pokoknya, Madrasah harus tampil beda 
Tidak seperti dulu-dulu
Saya ingin ada inovasi
Harus tampil modis, populis, fungky, 
Persepsi orang tentang madrasah itu kumuh, ndeso, ketinggalan zaman
Nah, persepsi itu harus kita ubah
~ ~ ~ Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama Republik Indonesia


Jakarta (BIB) - Pesan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin diatas tentu sangat tegas dan wajib diaplikasikan di seluruh madrasah, untuk menjaga persaingan dan mempertahankan prestasi. Penggalan pengakuan menteri agama itu merupakan potret kebanyakan madrasah kita saat ini, sekalipun memang tidak sedikit yang memiliki prestasi hingga ke tingkat Internasional.

Saat ini madrasah sudah banyak menorehkan prestasi, lihat Profil Madrasah Tahun 2015.

Berdasarkan profil madrasah tahun 2015, jumlah keseluruhan madrasah saat ini mencapai 76.551 lembaga. Dan jumlah siswa pada tahun pelajaran 2014/2015 sebanyak 8.381.701 siswa. Sementara jumlah guru madrasah seluruh jenjang mencapai 813.590 orang.

Mengapa harus sekolah di madrasah ??? Menurut Kementerian Agama, ada 7 alasan mengapa kita harus memilih sekolah di madrasah, ketujuh alasan tersebut adalah:
  1. sejarah telah mencatat bahwa madrasah telah melahirkan pemimpin di bidang pendidikan dan agama (scholar), negarawan dan bahkan pahlawan. Sebut saja misalnya Wahid Hasyim, Hamka, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nurcholis Madjid (Cak Nur), KH M.A Sahal Mahfudz, AR. Fakhruddin dan Mahfud MD.
  2. madrasah tumbuh dan berkembang dari, oleh dan untuk rakyat (masyarakat) berbeda dengan sistem pendidikan sekolah biasa atau community-based education. Dalam sejarahnya madrasah memiliki akar yang kuat untuk perjuangan bangsa dan memberantas kebodohan.
  3. madrasah telah memadukan dua kurikulum: kurikulum dari Kemdikbud dan Kurikulum dari Kementerian Agama. Atau dengan kata lain, madrasah juga memberikan materi pelajaran umum, sebagaimana sekolah-sekolah biasa dan juga memberikan materi-materi pelajaran agama yang lebih kuat dibandingkan sekolah-sekolah biasa, Madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan akhlak yang mulia.
  4. madrasah tidak lagi dianggap sebagai pelengkap sistem pendidikan nasional, melainkan madrasah semakin menorehkan prestasi tidak hanya di bidang tafaqquh fi al din, akan tetapi juga dibidang-bidang lainnya, seperti riset ilmiah, vokasional, kewirausahaan, lingkungan (adiwiyata), dan sebagainya.
  5. madrasah tidak hanya mencetak kader intelektual yang profesional dan pintar saja, melainkan juga kader muslim yang berintegritas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Profesionalitas tanpa integritas akan membawa kerugian dan kehancuran. Sebaliknya integritas tanpa profesionalitas, akan menyebabkan kita jalan di tempat di tengah dunia yang kompetitif.
  6. pendidikan madrasah menyentuh empat dimensi pendidikan, yakni dimensi pikir (kognisi), dimensi hati (spiritual), dimensi rasa (estetika), dan dimensi raga (fisik). 
  7. mencetak anak yang memiliki pandangan keagamaan yang rahmatan lil 'alamin dan menghargai kearifan lokal.

Ayo ... sekolah di madrasah ....