Senin, 25 Januari 2016

Polder Pengasinan Menanti Banjir

Luas 2 Hektar, Harga Rp. 12 Miliar


Bang Imam mengunjungi Polder Pengasinan, Ahad, 24 Januari 2016. Polder Pengasinan sudah selesai dibangun, namun saluran belum terintegrasi menuju polder. Foto: Bang Imam

Rawalumbu (BIB) - Sejak semalam sore hingga pagi ini Kota Bekasi masih diguyur hujan mulai dari intensitas lebat hingga ringan. Menurut BMKG, puncak musim hujan sudah masuk di akhir Januari 2016 untuk kawasan Jabodetabek.

Di Kota Bekasi setiap musim penghujan, masyarakat selalu was-was menanti bencana ini. Saking seringnya kebanjiran, masyarakat Kota Bekasi sudah terbiasa dan tidak kaget lagi apabila air limpasan hujan dari got memasuki rumahnya.

Makanya, saya selalu bilang kalau "Kota Bekasi Sangat Bersahabat Dengan Banjir".

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Bekasi tentu tidak berdiam diri. Tahun 2015 ini misalnya sudah ada 2 polder (penampungan air) yang sudah selesai dibangun, yakni di Kelurahan Pengasinan, Rawalumbu dan Perumahan Taman Galaxy, Bekasi Selatan.

Polder Pengasinan misalnya berdasarkan lelang umum yang diterbitkan LPSE Kota Bekasi sudah dimulai pada bulan Pebruari dan selesai pada Agustus 2015. Sekalipun terlihat pengerjaannya molor dari jadwal yang ditentukan, saat ini kondisi Polder Pengasinan sudah siap menanti banjir.

Polder Pengasinan dibangun dari dana APBD Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp. 12.000.000.000,00 (Dua Belas Miliar Rupiah). Dibangun dilahan seluas kurang lebih 2 hektar, Polder Pengasinan akan mampu menampung air yang mencapai 64.000 meter kubik.

Ya... Polder ini diharapkan bisa mengatasi banjir di Kecamatan Rawalumbu, khususnya Kelurahan Pengasinan dan sekitarnya. 

Minggu, 24 Januari 2016

Curug Parigi, Destinasi Wisata Pilihan di Bekasi


Curug Parigi adalah destinasi wisata baru di Kota Bekasi. Curug Parigi berada di Kampung Parigi, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Masuk dari Pangkalan Lima, KM 12,5 Jl. Raya Narogong (Siliwangi) Kota Bekasi.

Saat ini jalanan menuju Curug Parigi sudah di beton sekitar 1 km, sisanya masih jalan batu. Dan untuk menuju curug, turun ke bawah harus ekstra hati-hati terutama saat musim penghujan. Karena masih kondisi tanah lumpur yang dibuat jenjang menyerupai tangga oleh warga.

Menurut penuturan warga, Curug Parigi mirip dengan Niagara di AS.

Yang lebih mengesankan adalah pedagang yang ada di sekitar Curug Parigi tergolong JUJUR dan tidak suka diberikan tips.

Bahkan mereka membuat akses menuju Curug Parigi dengan sukarela.

Menuju Curug Parigi keluar tol Bekasi Barat terus belok kanan dan masuk Jl. Siliwangi/Jl. Narogong Raya arah ke Cileungsi/Bogor.

Sabtu, 23 Januari 2016

Hasil UKG Rendah, Guru Akan Mendapat Pelatihan Mei 2016

Jakarta (BIB) - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Sumarna Surapranata mengatakan, pelatihan guru akan diselenggarakan pada Mei mendatang.

"Pelatihan guru akan dilangsungkan pada Mei mendatang. Terdapat tiga jenis pelatihan yaitu tatap muka, dalam jaringan dan campuran," ujar Sumarna, di Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Lelaki yang kerap disapa Pranata itu menambahkan pelatihan tatap muka akan diberikan kepada 400.000 guru, sementara pelatihan dalam jaringan atau online diberikan kepada 1,9 juta guru, dan sekitar 600.000 guru diberikan pelatihan campuran yang mengkombinasikan pelatihan tatap muka dan dalam jaringan.

Selasa, 19 Januari 2016

Tiket Garuda Indonesia Jakarta-Sibolga PP

Tiket PP Rp. 3,055 Juta, Naik Garuda Menjadi Wisatawan


Jakarta (BIB) - Kota Sibolga dan sekitarnya saat ini sudah dilalui oleh Garuda Indonesia dengan dibukanya Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing. 

Sebenarnya walaupun terkenal dengan nama Bandara Sibolga, letak bandara ini bukan benar-benar di Kota Sibolga, melainkan di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Sehingga banyak juga yang menyebutnya dengan Bandara Pinangsori.

Jarak dari bandara ke Kota Sibolga sendiri masih tergolong cukup jauh, sekitar 40 km. Landasan pacu bandara ini mencapai 2.250 x 30 meter. Dinamakan Ferdinand Lumbantobing karena mengacu pada nama Pahlawan Nasional dari daerah tersebut. 

Ketinggian landasan bandara dari atas permukaan laut sekitar 32,81 kaki atau 10 meter (MDPL). 

Kode Internasional Ferdinand Lumban Tobing Airport adalah FTZ (IATA) dan WIMS (ICAO). 

Total Harga Tiket = Rp.3.055.700,00

Kamis, 14 Januari 2016

Per Januari 2016, Jumlah PAUD di Indonesia Capai 190.238 Lembaga

Dan Terdiri Dari 750.769 Orang Guru PAUD



Jakarta (BIB) - Pertumbuhan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia cukup menggembirakan. Berdasarkan data Sapulidi Riset Center (SRC) per Januari 2016 jumlah lembaga PAUD di seluruh Indonesia mencapai 190.238 lembaga.

Terdiri dari Taman Kanak-Kanak (TK) 80.140 lembaga, Kelompok Bermain (KB) 78.056 lembaga, Taman Penitipan Anak (TPA) 3.473 lembaga, dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) 28.569 lembaga.

Penyebaran lembaga PAUD berada di Provinsi Jawa Timur yakni sebanyak 36.894 lembaga. Kemudian disusul oleh Jawa Tengah 27.033 lembaga, Jawa Barat 25.516 lembaga, Sumatera Utara 9.229 lembaga, dan Sulawesi Selatan 6.704 lembaga.

Berikut tabel jumlah lembaga PAUD per provinsi di Indonesia :