Minggu, 24 Januari 2016

Curug Parigi, Destinasi Wisata Pilihan di Bekasi


Curug Parigi adalah destinasi wisata baru di Kota Bekasi. Curug Parigi berada di Kampung Parigi, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Masuk dari Pangkalan Lima, KM 12,5 Jl. Raya Narogong (Siliwangi) Kota Bekasi.

Saat ini jalanan menuju Curug Parigi sudah di beton sekitar 1 km, sisanya masih jalan batu. Dan untuk menuju curug, turun ke bawah harus ekstra hati-hati terutama saat musim penghujan. Karena masih kondisi tanah lumpur yang dibuat jenjang menyerupai tangga oleh warga.

Menurut penuturan warga, Curug Parigi mirip dengan Niagara di AS.

Yang lebih mengesankan adalah pedagang yang ada di sekitar Curug Parigi tergolong JUJUR dan tidak suka diberikan tips.

Bahkan mereka membuat akses menuju Curug Parigi dengan sukarela.

Menuju Curug Parigi keluar tol Bekasi Barat terus belok kanan dan masuk Jl. Siliwangi/Jl. Narogong Raya arah ke Cileungsi/Bogor.

Sabtu, 23 Januari 2016

Hasil UKG Rendah, Guru Akan Mendapat Pelatihan Mei 2016

Jakarta (BIB) - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Sumarna Surapranata mengatakan, pelatihan guru akan diselenggarakan pada Mei mendatang.

"Pelatihan guru akan dilangsungkan pada Mei mendatang. Terdapat tiga jenis pelatihan yaitu tatap muka, dalam jaringan dan campuran," ujar Sumarna, di Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Lelaki yang kerap disapa Pranata itu menambahkan pelatihan tatap muka akan diberikan kepada 400.000 guru, sementara pelatihan dalam jaringan atau online diberikan kepada 1,9 juta guru, dan sekitar 600.000 guru diberikan pelatihan campuran yang mengkombinasikan pelatihan tatap muka dan dalam jaringan.

Selasa, 19 Januari 2016

Tiket Garuda Indonesia Jakarta-Sibolga PP

Tiket PP Rp. 3,055 Juta, Naik Garuda Menjadi Wisatawan


Jakarta (BIB) - Kota Sibolga dan sekitarnya saat ini sudah dilalui oleh Garuda Indonesia dengan dibukanya Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing. 

Sebenarnya walaupun terkenal dengan nama Bandara Sibolga, letak bandara ini bukan benar-benar di Kota Sibolga, melainkan di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Sehingga banyak juga yang menyebutnya dengan Bandara Pinangsori.

Jarak dari bandara ke Kota Sibolga sendiri masih tergolong cukup jauh, sekitar 40 km. Landasan pacu bandara ini mencapai 2.250 x 30 meter. Dinamakan Ferdinand Lumbantobing karena mengacu pada nama Pahlawan Nasional dari daerah tersebut. 

Ketinggian landasan bandara dari atas permukaan laut sekitar 32,81 kaki atau 10 meter (MDPL). 

Kode Internasional Ferdinand Lumban Tobing Airport adalah FTZ (IATA) dan WIMS (ICAO). 

Total Harga Tiket = Rp.3.055.700,00

Kamis, 14 Januari 2016

Per Januari 2016, Jumlah PAUD di Indonesia Capai 190.238 Lembaga

Dan Terdiri Dari 750.769 Orang Guru PAUD



Jakarta (BIB) - Pertumbuhan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia cukup menggembirakan. Berdasarkan data Sapulidi Riset Center (SRC) per Januari 2016 jumlah lembaga PAUD di seluruh Indonesia mencapai 190.238 lembaga.

Terdiri dari Taman Kanak-Kanak (TK) 80.140 lembaga, Kelompok Bermain (KB) 78.056 lembaga, Taman Penitipan Anak (TPA) 3.473 lembaga, dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) 28.569 lembaga.

Penyebaran lembaga PAUD berada di Provinsi Jawa Timur yakni sebanyak 36.894 lembaga. Kemudian disusul oleh Jawa Tengah 27.033 lembaga, Jawa Barat 25.516 lembaga, Sumatera Utara 9.229 lembaga, dan Sulawesi Selatan 6.704 lembaga.

Berikut tabel jumlah lembaga PAUD per provinsi di Indonesia :

Senin, 11 Januari 2016

Tips Agar Mahasiswa Tidak Jadi DO ...

Jakarta (BIB) - Banyak faktor mahasiswa tidak dapat melanjutkan kuliahnya alias drop uot atau DO. Penyebab yang paling utama dan umum masih berkutat pada ketiadaan biaya, yang akhirnya mau tidak mau dan suka-tidak suka harus berhenti ditengah jalan.

Pemerintah sebetulnya sudah mengantisipasi hal tersebut, dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Mahasiswa dalam haknya untuk mendapatkan pendidikan dijamin oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi dengan 3 model, yaitu (1) lewat beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi, (2) bantuan berupa membebaskan pembiayaan pendidikan, dan (3) dengan memberikan pinjaman tanpa bunga yang dapat dibayar atau dicicil setelah lulus kuliah atau setelah mendapatkan pekerjaan.

Kemudahan untuk menjamin mahasiswa agar tetap menyelesaikan kuliahnya hingga tuntas tanpa terbebani masalah biaya, dikhususkan bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu secara ekonomi.

Memang, dalam APBN sesuai dengan amanat Undang-Undang yang harus mengalokasikan biaya pendidikan minimal 20% dari total anggaran yang sudah ada. Persentase 20% tersebut sudah termasuk didalamnya Rp. 5 triliun setiap tahun sebagai dana abadi pendidikan.

Dana Abadi Pendidikan (endowment fund) itu saat ini dikelola oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)