Selasa, 07 Juli 2015

Hasil Passing Grade Tahap I SMA Negeri di Kabupaten Bekasi 2015

Disediakan 3.906 Kursi Daya Tampung


Cikarang Kota (BIB) - Proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di Kabupaten Bekasi Tahap I pada jenjang SMA yang mendapatkan passing grade tertinggi adalah SMA Negeri 1 Tambun Selatan.

Sedangkan passing grade terendah berada di SMA Negeri 1 Muaragembong yaitu 213,00.

Dengan total yang diperebutkan 3.906 kursi untuk 36 sekolah pelaksana PPDB Online. Kursi untuk siswa luar asal Kabupaten Bekasi diberikan sebanyak  557 kursi dan sisanya 3.349 kursi menjadi jatah siswa asal Kabupaten Bekasi.

Berikut ini hasil passing grade SMA Negeri Tahap I PPDB Online Kabupaten Bekasi :

Senin, 06 Juli 2015

1.834 Lembaga PAUD Telah Berdiri di Kota Bekasi

Kota Bekasi (BIB) - Perkembangan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini di Kota Bekasi cukup menggembirakan. Saat ini terdapat 1.834 lembaga PAUD yang tersebar di 12 kecamatan dan 56 kelurahan yang ada di Kota Bekasi.

Jumlah ini diurai berdasarkan jenis lembaga PAUD, yaitu Taman Kanak-Kanak (TK) sebanyak 1.041 lembaga, Kelompok Bermain (KB) 396 lembaga, Taman Penitipan Anak (TPA) 13 lembaga, dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) sebanyak 384 lembaga.

Pendirian PAUD terbesar terjadi di Kecamatan Rawalumbu yaitu sebanyak 206 lembaga yang terdiri dari TK 113, KB 38, dan SPS 55. Sedangkan yang paling sedikit berada di Kecamatan Bantargebang yaitu sebanyak 79 lembaga. Terdiri dari 29 TK, 37 KB, dan 13 SPS.

Berikut ini rincian lembaga PAUD berdasarkan jenis pada tiap-tiap kecamatan di Kota Bekasi :

Hasil Passing Grade SMP Negeri Tahap I PPDB Online Kabupaten Bekasi 2015

Daya Tampung 9.240 Siswa

Cikarang (BIB) - Sebanyak 9.240 siswa diterima pada PPDB Online Jalur Umum Tahap I jenjang SMP Negeri di Kabupaten Bekasi Tahun 2015.

Pada pelaksanaan PPDB Online Kabupaten Bekasi Tahap I Jalur Umum, hanya 10% dari total daya tampung untuk kuota siswa asal luar Kabupaten Bekasi.

Ada 104 SMP Negeri sebagai peserta PPDB Online Kabupaten Bekasi tahun 2015.

Hasil yang diumumkan pada tanggal 6 Juli 2015, SMPN 1 Tambun Selatan memperoleh nilai passing grade tertinggi yaitu 531,50 poin. Sedangkan passing grade terendah berada di SMPN 2 Cabangbungin dengan nilai 153,50 poin.

Berikut ini hasil passing grade PPDB Online Tahap I Jalur Umum di Kabupaten Bekasi tahun 2015 :

Minggu, 05 Juli 2015

INFO CPNS 2015 : 72 Daerah Selesai Anjab dan ABK 100 Persen

Tahun 2015 Moratorium CPNS


Jakarta (BIB) - Pemerintah memutuskan untuk menunda seleksi penerimaan CPNS tahun 2015.  Kebijakan tersebut tertuang dalam surat Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi
Surat Nomor B/2163/M.PAN/06/2015 yang ditandatangani pada tanggal 30 Juni 2015.

Kebijakan ini dilakukan mengingat masih banyak kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang belum menyelesaikan kewajibannya  dalam analisis jabatan (Anjab) dan analisis beban kerja (ABK) dengan benar, serta perencanaan kebutuhan pegawai dalam 5 tahun.

Untuk instansi pemerintah pusat, dari 76 kementerian/lembaga, baru 18 yang menylesaikan kewajiban tersebut. Sedangkan pemerintah daerah, dari 572 hanya 72 yang sudah menyelesaikan Anjab dan ABK 100 persen.

Passing Grade PPDB Online SMP, SMA, SMK Tahap II Kota Bekasi 2015

Masyarakat Masih Bingung Istilah Jalur Lokal

Kota Bekasi (BIB) - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilakukan secara online Tahun Pelajaran 2015/2016 di Kota Bekasi masih menyisakan masalah.

Dibukanya Jalur Lokal Tahap II justru semakin membuat rumit proses PPDB Online. Persaingan passing grade semakin tidak sehat, karena calon siswa yang sudah diterima saat PPDB Online Tahap I Jalur Umum justru kembali ikut bersaing karena ingin memilih sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya.

"Seharusnya yang ikut di Tahap II Jalur Lokal adalah siswa yang belum diterima pada Tahap I Umum. Tetapi kenyataannya calon siswa yang sudah diterima sebelumnya enggan lapor diri atau daftar ulang dan memilih mendaftar kembali di Jalur Lokal. Akibatnya, siswa yang belum kebagian dan NEM nya menengah sedang hingga rendah tetap terpental. 90% peserta Jalur Lokal merupakan siswa yang sudah diterima pada Tahap I. Jadi menurut hemat saya, sistem ini kurang efektif dan amburadul," jelas Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, Direktur Advokasi Bidang Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat SAPULIDI.

Selain permasalahan yang komplek terhadap proses penerimaan dan seleksi Jalur Lokal, juga adanya 2 kasus yang berbeda di SMKN 7 Kota Bekasi dan SMAN 10 Kota Bekasi.