Kepada :
1. Saudara Gubernur DKI Jakarta
2. Saudara Bupati
3. Saudara Walikota
di
Seluruh Indonesia
Dengan terbitnya :
1. Permenkeu Nomor 61/PMK.07/2014 tanggal 3 April 2014 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Tunjangan Profesi Guru PNS Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota Tahun Anggaran 2014;
2. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/1798/SJ tanggal 8 April 2014 tentang Penyelesaian Pembayaran Tunjangan Profesi Guru PNS Daerah (TPG PNSD);
3. Juknis Penyaluran TPG PNSD Kemdikbud tanggal 4 April 2014;
4. SK TPG PNSD Tahun 2014 yang sudah diterbitkan oleh Kemdikbud dan sudah dikirimkan ke Kabupaten dan Kota;
5. SK Kurang Bayar TPG PNSD Tahun 2010-2013 yang sudah diterbitkan oleh Kemdikbud merujuk hasil audit BPKP serta sudah dikirimkan ke Kabupaten dan Kota.
Bersama ini disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk segera menyalurkan TPG PNSD Triwulan I Tahun 2014 dan kurang bayar tahun 2010-2013 paling lambat 30 April 2014.
Bupati/Walikota melaporkan pembayaran TPG PNSD Triwulan tersebut kepada Menteri Keuangan paling lambat tanggal 5 Mei 2014 dengan tembusan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Dalam Negeri.
Pembayaran TPG Bukan PNS, subsidi Tunjangan Fungsional, Tunjangan Khusus, dan Bantuan Peningkatan Kualifikasi, dan Insentif Guru Bantu yang disalurkan melalui APBN sudah mulai dibayarkan sejak akhir Maret 2014 melalui rekening masing-masing Guru.
Untuk Guru TK dan Kelompok Bermain (KB), disalurkan melalui BRI. Pencairan untuk guru TK dan KB dilakukan dengan membawa KTP dan Surat Keterangan dari Satuan Pendidikan yang memuat NUPTK/NIGB/Nomor Induk Mahasiswa ke BRI terdekat.
Untuk guru SD/SMP/SDLB/SMPLB/SLB/Pengawas dibayarkan melalui rekening masing-masing.
Untuk guru SMA dan SMK, pencairan disalurkan melalui BNI 46 sebagai bank penampung/penyalur.
Guru dapat melihat daftar nama penerima TPG PNSD dan atau Guru Bukan PNS secara online pada alamat :
Jenjang Dikmen unduh disini : PTK Pendidikan Menengah
Jenjang Dikdas unduh disini : PTK Pendidikan Dasar
Jenjang PAUD unduh disini : PTK PAUDNI
Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami ucapkan terima kasih.
Jakarta, 24 April 2014
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Mohammad Nuh
Kamis, 24 April 2014
Selasa, 15 April 2014
Ini Alamat SMP Negeri di Kota Bekasi
Bekasi Selatan (BIB) - Kota Bekasi hingga saat ini memiliki 43 SMP Negeri yang tersebar di 12 kecamatan. Hingga saat ini beberapa sekolah belum memiliki gedung tersendiri, seperti SMPN 41 Kota Bekasi, SMPN 42 Kota Bekasi dan SMPN 43 Kota Bekasi.
Pada tahun pelajaran 2013/2014, daya tampung ke-43 SMP Negeri tersebut mencapai 56.375 siswa. Untuk penerimaan siswa baru hanya berkisar 15.724 siswa.
Dengan keterbatasan ruang kelas, maka kemungkinan pada tahun ajaran baru 2014/2015 ini, semua lulusan sekolah dasar tidak mungkin ditampung di sekolah negeri.
Untuk itu lebih baik memilih sekolah terdekat atau sekolah favorit baik swasta maupun negeri di tempat anda.
Tahun ini, kemungkinan tetap dilaksanakan proses Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. Namun, sistem perhitungannya akan didasarkan pada hasil nilai rata-rata raport siswa. Mengingat tahun ini Ujian Nasional di SD sudah dihapus, dan diganti menjadi Ujian Sekolah/Madrasah (USM).
Berikut ini alamat 43 SMP Negeri di Kota Bekasi :
Rabu, 09 April 2014
635 Honorer K2 Lulus dari Pendidikan
Puluhan Lulus K2 Ternyata Usianya dibawah 19 Tahun Per 1 Januari 2006
Bekasi Selatan (BIB) - Sebanyak 635 orang tenaga honorer kategori 2 (K2) lulus seleksi yang berasal dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi.
Mereka terdiri dari 550 guru (tenaga pendidik) dan 85 Tata Usaha/Administrasi/Teknis lainnya. Kemudian dari data tersebut, jumlah K2 yang lulus dari guru sekolah dasar (SD) sebanyak 409 orang dan TU/Admin sebanyak 33 orang.
Sehingga yang lulus seleksi dari tenaga pendidik dan kependidikan (PTK) dari jenjang pendidikan dasar (SD) sebanyak 442 orang.
Sementara lulusan SMP adalah, tenaga guru 78 orang, TU 21 orang. Dari jenjang SMA, guru yang lulus selesksi sebanyak 46 orang dan dari TU sebanyak 15 orang. Kemudian dari jenjang SMK yang lulus dari tenaga guru adalah 17 orang dan dari TU sebanyak 2 orang.
Berikut ini rekap kelulusan dari Dinas Pendidikan berdasarkan jenjang :
REKAP KELULUSAN BERDASARKAN JENJANG
NO
|
JENJANG
|
LULUS
|
JUMLAH
|
|
GURU
|
ADM/TU
|
|||
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
(5)
|
1
|
SD
|
409
|
33
|
442
|
2
|
SMP
|
78
|
21
|
99
|
3
|
SMA
|
46
|
15
|
61
|
4
|
SMK
|
17
|
2
|
19
|
5
|
UPTD PEMBINAAN
SD
|
0
|
7
|
7
|
6
|
UPTD PNFI &
PAUD
|
0
|
2
|
2
|
7
|
PEMERINTAH KOTA
BEKASI
|
0
|
5
|
5
|
TOTAL
|
550
|
85
|
635
|
|
SUMBER : LSM SAPULIDI, 2014
Selasa, 08 April 2014
Nama Sama Yang Lulus CPNS K2
NO
|
NAMA
|
TEMPAT TANGGAL LAHIR
|
TEMPAT TUGAS
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
617541023849
|
ADE SUHENDI
|
BANDUNG,
20-09-1968
|
PEMERINTAH
KOTA BEKASI
|
617542034792
|
SUBANG,
15-04-1977
|
KECAMATAN
PONDOKGEDE
|
|
617512014365
|
FITRIAH
|
BEKASI,
15-07-1985
|
SDN
CIKIWUL III (GURU)
|
617542038054
|
JAKARTA,
31-07-1981
|
TU SMAN 8
KOTA BEKASI
|
|
617542041023
|
JAKARTA,
30-06-1984
|
DINAS
KEPENDUDUKAN & CATATAN SIPIL
|
|
617541025636
|
NURHASAN
|
DEMAK,
09-10-1974
|
TU SMPN 30
KOTA BEKASI
|
617542032436
|
BEKASI,
19-11-1972
|
KELURAHAN
CIKETINGUDIK
|
|
617512001645
|
NURHAYATI
|
JAKARTA,
15-07-1968
|
SDN
JATIRASA I
|
617512007236
|
JAKARTA,
09-06-1979
|
SDN
DURENJAYA XII (GURU)
|
|
617513020712
|
BEKASI,
05-01-1978
|
SDN
JATIBENINGBARU V
|
|
617513018543
|
SRI HANDAYANI
|
TEGAL,
10-08-1972
|
SMPN 21
KOTA BEKASI (GURU)
|
617542036889
|
SUKOHARJO,
19-03-1980
|
TU SMPN 12
KOTA BEKASI
|
|
617512007147
|
SUTIKNO
|
JEPARA,
15-08-1979
|
SDN
BEKASIJAYA VII (GURU)
|
617541027334
|
GUNUNG
KIDUL 26-12-1980
|
DINAS
KEBERSIHAN
|
|
617542037778
|
WAHYU HIDAYAT
|
KLATEN,
04-09-1981
|
DINAS
PERHUBUNGAN
|
617542039032
|
BEKASI,
25-07-1982
|
DINAS
PEREKONOMIAN RAKYAT (ADM)
|
Di Kota Bekasi ada 16 orang dengan nama sama tetapi tempat tugasnya berbeda sama-sama lulus seleksi CPNS dari Tenaga Honorer Kategori II (K2).
Bisa saja kelulusan ini hanya secara kebetulan, atau memang ada kelalaian dari pihak Panselnas. Mengingat jika melihat status, tempat kerja dan latar belakang pendidikannya tidak linear dengan bidang yang diembannya.
Namun, entah apapun itu, hanya MenPANRB dan BKN yang tahu masalah ini. (A-102)
Sabtu, 05 April 2014
Siapa Pilihan Kami...?
Apakah pilihan kita harus berbeda....!!!
![]() |
| Jalan Ahmad Yani, Bekasi |
Mengingat pagi ini hari terakhir masa kampanye, pesta segera usai tinggal memilih dan menunggu hasilnya. Pagi ini, Sabtu, 5 April 2014 pada pukul 08.00 Wib, saya menghubungi Ayahandaku yang sudah sepuh, menanyakan kabar dan kesehatannya.
Jawabannya sehat....dan sedang menunggu makan pagi. Di Kampung Baringin, Lingkungan VIII, Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara sekira 448 km dari Kota Medan. Kampung ini sebenarnya bukan asal muasal Ayahanda, melainkan persinggahan terakhirnya menunggu, katanya menghadap Tuhan-Nya.
Beliau dan Ibunda baru menetap di daerah tersebut sekitar tahun 1995. Sebelumnya mereka berpindah-pindah tempat tinggal karena tuntutan pekerjaan dan mengadu nasib. Sehingga seluruh anaknya tempat kelahirannya berbeda-beda. Contoh anak terakhir, sibungsu, [panggil Bang Imam] saya lahir di Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Kemudian saya dibesarkan di kota kecil, yaitu di Pasar Tempurung, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. [di google Rimbo Tempurung, karena waktu itu daerah ini masih sebagai hutan belantara di bawah Gunung Pasaman, tetapi saat ini sudah dibuka menjadi kebun sawit milik Pemerintah].
Usai berbasa-basi menanyakan berbagai hal, Ayahandaku sudah menetapkan pilihannnya, terutama untuk memilih wakilnya untuk tingkat DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan, yaitu Jabbar Harahap, calon anggota legislatif nomor urut 1 dari Partai Demokrat, Daerah Pemilihan V yang meliputi Kecamatan Angkola Sangkunur, Angkola Barat dan Angkola Selatan.
Pilihan ini didasarkan atas kedekatan dan kekerabatan. Jabbar Harahap masih merupakan keponakannya. Calon legislatif ini tinggal persis di depan rumahnya, seberang jalan.
Padahal menurutnya, sejak pemilihan pertama kalinya hingga pemilu terakhir 2009, dia selalu mencoblos Golkar. Pasalnya Ayahandaku ini lebih akrab dan berhubungan selalu dengan pekerjaannya dengan Golkar.
Tetapi pilihan kali ini beda. Pasalnya selain dekat dan masih kerabat, Jabbar Harahap tergolong tokoh pemuda yang baik di kampung halamannya.
Langganan:
Komentar (Atom)


