Guru Honorer pada jenjang SMA termasuk Guru Bantu Pusat yang ada di swasta saat ini mencapai 34.615 orang. Rinciannya adalah 763 orang GB di SMA Negeri, 481 orang GB Swasta, 3.670 Guru Honorer Daerah (Honda), dan 30.182 Guru Tidak Tetap (GTT).
Sabtu, 17 Oktober 2015
Guru Berstatus Honorer di SMA Capai 34.615 Orang
Terbanyak Justru Berada di Sumatera Selatan Yaitu 2.401 Orang
Jakarta (BIB) - Masih banyaknya guru berstatus honorer atau guru tidak tetap (GTT) di sekolah menjadi salah satu persoalan serius dalam peningkatan mutu pendidikan. Hal ini terkait dengan lemahnya manajemen mutu serta rendahnya penghasilan menjadikan tidak menentunya konsep pengembangan mutu pendidik di SMA.
Guru Honorer pada jenjang SMA termasuk Guru Bantu Pusat yang ada di swasta saat ini mencapai 34.615 orang. Rinciannya adalah 763 orang GB di SMA Negeri, 481 orang GB Swasta, 3.670 Guru Honorer Daerah (Honda), dan 30.182 Guru Tidak Tetap (GTT).
Guru Honorer pada jenjang SMA termasuk Guru Bantu Pusat yang ada di swasta saat ini mencapai 34.615 orang. Rinciannya adalah 763 orang GB di SMA Negeri, 481 orang GB Swasta, 3.670 Guru Honorer Daerah (Honda), dan 30.182 Guru Tidak Tetap (GTT).
Rabu, 14 Oktober 2015
1.804.743 Guru Berstatus PNS di Indonesia
Didominasi Guru SD Capai 1,1 Juta Orang
Jakarta (BIB) - Keadaan guru PNS dan Non PNS di Indonesia masih jomplang dan perlu memiliki strategi untuk menanganinya. Hingga saat ini berdasarkan data dari Sapulidi Riset Center (SRC), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi jumlah guru PNS di Indonesia mencapai 1.804.743 orang. Jumlah ini belum termasuk guru di madrasah.
Guru berstatus PNS terbanyak di jenjang SD yakni sebanyak 1.101.434 orang. Kemudian di jenjang SMP yaitu 376.837 orang dan disusul pada jenjang SMA 183.256 orang, SMK 82.560 orang dan PAUD sebanyak 60.656 orang.
Apabila guru PNS didasarkan pada status, maka jumlahnya adalah, 203.798 orang PNS berstatus jabatan Kepala Sekolah, 1.474.944 orang PNS berstatus Guru, 15.462 orang PNS dari Kementerian Agama dan 113.992 orang PNS yang mengabdi di sekolah swasta.
Berikut ini rincian guru dan kepala sekolah berstatus PNS di Indonesia (tidak termasuk yang mengabdi di madrasah binaan Kementerian Agama) :
Selasa, 13 Oktober 2015
76.583 Madrasah Ikut Mencerdaskan Bangsa
Didominasi Madrasah Swasta
Jakarta (BIB) - Berdasarkan data Emis terbaru dari Kementerian Agama, jumlah madrasah aktif hingga saat ini mencapai 76.583 lembaga. Terdiri dari 27.947 Raudlatul Athfal (RA), 24.342 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 16.718 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 7.576 Madrasah Aliyah (MA).
Terlihat jelas perkembangan pendidikan anak usia dini (PAUD-RA) cukup signifikan. RA merupakan pendidikan dini yang 100% dikelola oleh swasta.
Jumlah RA terbanyak berada di Provinsi Jawa Timur yakni mencapai 6.908 lembaga aktif. Kemudian disusul di Provinsi Jawa Barat sebanyak 6.437 lembaga, Jawa Tengah 4.502 lembaga, Sumatera Utara 1.815 lembaga, Banten 1.329 lembaga, dan DKI Jakarta 1.022 lembaga.
Sedangkan pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah atau MI, masih dominan berada di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Bila dilihat secara keseluruhan mulai dari jenjang RA, MI, MTs, dan MA maka sebaran madrasah terbanyak di Provinsi Jawa Timur yang mencapai 19.137 lembaga.
Kemudian disusul di Provinsi Jawa Barat sebanyak 13.938 lembaga. Berikutnya Provinsi Jawa Tengah 10.727 lembaga, Sumatera Utara 4.110 lembaga, Banten 3.656 lembaga, NTB 2.590 lembaga, Sulawesi Selatan 2.463 lembaga, dan Lampung 2.308 lembaga.
Senin, 12 Oktober 2015
Ini Fakta, Soal Pengabdian Guru Swasta
776.500 Guru Mengabdi di Sekolah Swasta & 47.414 Ruang Kelas Rusak
Jakarta (BIB) - Hingga saat ini tercatat sebanyak 776.500 orang mengabdi sebagai pendidik (guru0 di sekolah swasta diseluruh Indonesia. Guru itu tersebar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 290.256 orang, SD 148.219 orang, SMP 153.326 orang, SMA 89.619 orang, dan di SMK sebanyak 95.080 orang.
Guru di sekolah swasta ada yang berstatus PNS, GTY, GB, Honda, dan GTT. Tercatat sebanyak 113.992 orang berstatus PNS, 388.878 orang berstatus Guru Tetap Yayasan (GTY), 3.842 orang berstatus Guru Bantu Pusat (GB), dan 52.098 orang menjadi Guru Honor Daerah (Honda), serta 217.690 orang mengabdi sebagai Guru Tidak Tetap.
Jadi apabila dikurangi dengan guru berstatus PNS, maka jumlah guru di sekolah swasta (GTY, GB, Honda dan GTT) mencapai 662.506 orang.
Jakarta (BIB) - Hingga saat ini tercatat sebanyak 776.500 orang mengabdi sebagai pendidik (guru0 di sekolah swasta diseluruh Indonesia. Guru itu tersebar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 290.256 orang, SD 148.219 orang, SMP 153.326 orang, SMA 89.619 orang, dan di SMK sebanyak 95.080 orang.
Guru di sekolah swasta ada yang berstatus PNS, GTY, GB, Honda, dan GTT. Tercatat sebanyak 113.992 orang berstatus PNS, 388.878 orang berstatus Guru Tetap Yayasan (GTY), 3.842 orang berstatus Guru Bantu Pusat (GB), dan 52.098 orang menjadi Guru Honor Daerah (Honda), serta 217.690 orang mengabdi sebagai Guru Tidak Tetap.
Jadi apabila dikurangi dengan guru berstatus PNS, maka jumlah guru di sekolah swasta (GTY, GB, Honda dan GTT) mencapai 662.506 orang.
Labels:
Guru Honorer,
Pendidikan,
Swasta
Saya adalah Konsultan Pendidikan dan Penikmat Sumber Daya Air dan Lingkungan sesekali juga menyenangi menulis dan traveling
Kamis, 24 September 2015
310.740 Ruang Kelas di Indonesia Kondisinya "Rombeng"
263.326 Ruang Kelas Berada di Sekolah Negeri
JAKARTA (BIB) - Sebanyak 310.740 ruang kelas disemua jenjang di Indonesia dikategorikan "rombeng" atau rusak. Dari jumlah tersebut, 125.408 ruang kelas diantaranya kondisinya rusak berat. Sisanya 19.434 ruang kelas rusak sedang dan 165.898 ruang kelas dengan kondisi rusak ringan.
Data ini berdasarkan Statistik Pendidikan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Desember 2014 lalu.
Ironisnya sekolah "rombeng" itu umumnya merupakan ruang kelas di sekolah negeri atau milik pemerintah. Bila dihitung antara kondisi rusak ringan, sedang dan berat di sekolah negeri pada jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK tercatat mencapai 263.326 ruang kelas. Sedangkan ruang kelas rusak di sekolah swasta adalah 47.414 ruang kelas.
Berikut ini rincian ruang kelas dengan kondisi baik, rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat di sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di Indonesia baik disekolah negeri maupun di sekolah swasta :
JAKARTA (BIB) - Sebanyak 310.740 ruang kelas disemua jenjang di Indonesia dikategorikan "rombeng" atau rusak. Dari jumlah tersebut, 125.408 ruang kelas diantaranya kondisinya rusak berat. Sisanya 19.434 ruang kelas rusak sedang dan 165.898 ruang kelas dengan kondisi rusak ringan.
Data ini berdasarkan Statistik Pendidikan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Desember 2014 lalu.
Ironisnya sekolah "rombeng" itu umumnya merupakan ruang kelas di sekolah negeri atau milik pemerintah. Bila dihitung antara kondisi rusak ringan, sedang dan berat di sekolah negeri pada jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK tercatat mencapai 263.326 ruang kelas. Sedangkan ruang kelas rusak di sekolah swasta adalah 47.414 ruang kelas.
Berikut ini rincian ruang kelas dengan kondisi baik, rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat di sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di Indonesia baik disekolah negeri maupun di sekolah swasta :
JUMLAH RUANG
KELAS RUSAK DI INDONESIA
NO
|
JENJANG
|
JUMLAH RUANG KELAS
|
|||||
RUANG KELAS
|
BAIK
|
RUSAK RINGAN
|
RUSAK SEDANG
|
RUSAK BERAT
|
JUMLAH RK RUSAK
|
||
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
(5)
|
(6)
|
(7)
|
(8)
|
1
|
SD
|
954.810
|
747.646
|
97.783
|
-
|
109.950
|
207.733
|
2
|
SMP
|
297.886
|
221.642
|
46.327
|
19.434
|
10.013
|
75.774
|
3
|
SMA
|
141.987
|
121.290
|
13.235
|
-
|
2.962
|
16.197
|
4
|
SMK
|
104.105
|
91.450
|
8.553
|
-
|
2.483
|
11.036
|
JUMLAH
|
1.498.788
|
1.182.028
|
165.898
|
19.434
|
125.408
|
310.740
|
|
Sumber : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
keadaan Desember 2014, diolah kembali oleh Sapulidi Riset Center (SRC), 2015
Langganan:
Komentar (Atom)




