Bekasi Utara (BIB) - Berdasarkan Buku Referensi, "Warna-Warni Pendidikan di Kota Bekasi Tahun 2014" yang diterbitkan oleh LSM SAPULIDI BIDANG PENDIDIKAN, jumlah SMA di Kecamatan Bekasi Utara sebanyak 16 lembaga, sedangkan di Kecamatan Medansatria sebanyak 11 lembaga.
Berikut adalah nama lembaga pendidikan jenjang SMA di Bekasi Utara dan Medansatria :
I. KECAMATAN BEKASI UTARA
1. SMA NEGERI 4 KOTA BEKASI
Jl. Cemara Permai, Perum Harapan Jaya, Kel. Harapanjaya. Telp. (021) 8848720
2. SMA NEGERI 14 KOTA BEKASI
Jl. Ceri Raya, Perum Alinda Kencana, Kaliabang Tengah. Telp. (021) 88882026
Jumat, 13 Juni 2014
Jumat, 06 Juni 2014
Ini Daftar Penerima ADIPURA 2014
Jakarta (BIB) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggelar
puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia tahun 2014 di Istana
Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (5/6), yang dipimpin langsung oleh Wakil
Presiden Boediono.
Dalam kesempatan ini diserahkan penghargaan bidang lingkungan
hidup yang meliputi Adipura, Kalpataru, Adiwiyata Mandiri serta Penyusun Status
Lingkungan Hidup Daerah Terbaik.
Menteri Lingkungan Hidup Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA dalam
laporannya mengatakan, pada 2014 ini, Program Adipura melakukan evaluasi
terhadap kinerja kebersihan dan keteduhan lingkungan perkotaan terhadap 373
kabupaten/kota.
“Jumlah penerima penghargaan Adipura Kencana 15 kota, Adipura 86
kota, Piagam Adipura 32 kota dan Plakat Adipura untuk Sarana dan Prasarana
Terbaik 32 kota. Anugerah Adipura Kencana diberikan kepada kota yang melampaui
batas pencapaian dari segi pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan
tanah, perubahan iklim, sosial, ekonomi serta keanekaragaman hayati,” papar
Menteri LH.
Adapun untuk penghargaan Kalpataru diberikan kepada orang atau
kelompok masyakarat yang telah melakukan upaya penyelamatan lingkungan hidup
secara berlanjut yang hingga tahun 2014 jumlah penerima Kalpataru sebanyak 326
individu/kelompok masyarakat. Tahun ini, penghargaan Kalpataru disampaikan
kepada 13 orang/kelompok.
Kementerian Lingkungan Hidup bersama Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, kata Menteri LH, juga memberikan penghargaan kepada sekolah
berbudaya lingkungan melalui Program Adiwiyata, yang hingga tahun 2014 diikuti
oleh 6.357 sekolah. Tahun ini Dewan Pertimbangan Adiwiyata menetapkan peraih
penghargaan Adiwiyata Mandiri kepada 44 sekolah dari 10 provinsi.
Sementara evaluasi terhadap Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah
(SLHD),
lanjut Balthasar Kambuaya, dilakukan untuk mendorong pemerintah daerah
melaporkan kondisi lingkungan hidupnya.
“Pada tahun ini, penyusun SLHD Tahun 2013 terbaik untuk
kategori Provinsi adalah Provinsi Sumatera Barat, Jambi, dan Jawa Timur. Untuk
kategori Kabupaten/Kota diberikan kepada Kabupaten Dharmasraya, Kota Padang dan
Kota Sungai Penuh,” kata Balthasar.
Pada perayaan HLH 2014 ini, Menteri Lingkungan Hidup menyerahkan Buku
Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia Tematik Ketahanan Lingkungan 2013 serta Laporan Kinerja KLH Tahun
2009-2014.
Pada kesempatan ini, Wakil Presiden RI berkenan memberikan
Penghargaan Lingkungan secara langsung dan menandatangani Sampul Hari Pertama
Perangko Seri Peduli Lingkungan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2014. Para peraih
Penghargaan Lingkungan Hidup 2014 ini.
Inilah daftar pemenang penghargaan Lingkungan Hidup 2014:
Kamis, 05 Juni 2014
Cukupkah Dana BOS Untuk Biaya Operasional Sekolah?
![]() |
| 13 Penggunaan Dana BOS |
Awal bergulirnya dana BOS tahun 2005, kepanjangan BOS saat itu lebih dikenal dengan Biaya Operasional Sekolah. Namun entah kapan dan siapa yang merubah, saat ini kepanjangan BOS telah berganti menjadi Bantuan Operasional Sekolah.
Pembiayaan pada operasional sekolah saat ini ditunjang dengan Dana BOS. Sekalipun telah dibuatkan tata cara dan petunjuk penggunaan BOS, tidak semua penggunaan bisa dilaksanakan secara maksimal. Padahal dengan dana BOS seharusnya sudah dapat menggratiskan 13 komponen dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar di sekolah.
Kenyataannya masih banyak pungutan liar dengan munculnya istilah-istilah baru yang dibuat untuk menghindari proteksi dana BOS pada 13 komponen sesuai juknis.
Berbagai upaya juga dilakukan pemerintah untuk menjamin terselenggaranya program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. Mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH) membantu keluarga siswa miskin, Bantuan Siswa Miskin (BSM), BPJS Kesehatan, hingga tambahan anggaran dari provinsi dan kab/kota yang juga sifatnya sama, yaitu BOSDA.
Jumat, 30 Mei 2014
Jambore Sanitasi 2014
Jambore Sanitasi 2014 akan dilaksanakan di Hotel Mercuri Ancol, Jakarta pada 15-22 Juni 2014, dengan tema : "Sanitasi Mendukung Air dan Energi Yang Berkelanjutan".
Apa itu Jambore Sanitasi? Ini merupakan kampanye publik mengenai sanitasi yang kali pertama dilaksanakan pada 2008 dan kini telah memasuki tahun keenam. Peserta Jambore Sanitasi adalah 198 siswa/i SMP para pemenang lomba karya tulis penyuluhan dan poster penyuluhan dari 33 provinsi di seluruh Indonesia, serta 66 orang pendamping yang berasal dari Dinas PU dan Dinas Pendidikan Provinsi.
Dimulai sejak tahun 2013, Jambore Sanitasi terasa semakin semarak melalui kegiatan “Gema Indonesia Peduli Sanitasi” yang diikuti oleh 1750 anak SD se-DKI Jakarta dan para Duta Sanitasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan D Senayan dan menampilkan atraksi gerak dan lagu sanitasi dengan atribut payung dari bahan daur ulang untuk memecahkan Rekor MURI.
Kamis, 29 Mei 2014
Penampakan Taman Kota di Bekasi
![]() |
| Taman Kota ramai dikunjungi saat sore hari dan hari libur. Foto: Bang Imam |
Taman Kota merupakan suatu keharusan dan menjadi pelengkap keutuhan sebuah kota yang layak huni. Taman Kota juga masuk dalam Ruang Terbuka Hijau.
Di Kota Bekasi target pemenuhan RTH sesuai dengan pasal 29 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, dimana RTH akan dibagi atas RTH Publik dan RTH Privat hingga mencapai 30% dari luas kota dapat terpenuhi hingga tahun 2032.
Untuk memenuhi RTH, saat ini Pemerintah Kota Bekasi sedang melakukan verifikasi lahan, seperti : sempadan sungai, jalur hijau di trotoar, hutan kota, taman lingkungan, taman rekreasi, tempat pemakaman umum, lapangan olahraga dan lapangan terbuka, pulau jalan, sempadan instalasi berbahaya (sutet), sempadan jalur kereta api, fasilitas sosial/fasilitas umum.
Hingga saat ini masalah yang timbul di lapangan adalah banyaknya lahan terbuka hijau yang sudah dimanfaatkan untuk pedagang kaki lima, parkir liar, penanaman tiang listrik, gardu listrik, telepon, instalasi air, iklan/baliho dan pot-pot bunga yang terlalu besar.
Sehingga ruang terbuka hijau yang dimaksud sudah tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara keseluruhan.
Pemerintah Kota Bekasi baru membangun kembali 3 taman dan hutan kota di : Taman Hutan Kota Alun-Alun Kota Bekasi, Hutan Kota Bina Bangsa Stadion Patriot Kota Bekasi, dan Taman Kota di Pondok Pekayon Indah.
Yuk kita lihat gambarnya :
Langganan:
Komentar (Atom)




