Minggu, 24 Juli 2011

Jalan-Jalan Ke Ponpes Terpadu Riyadlus Salam Bogor

santri dan ustadz usai sholat zhuhur

Terletak sekitar 45 km dari Jakarta. Tepatnya di Kamp. Neglasari Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor, Pondok Pesantren Terpadu Riyadlus Salam Bogor cukup nyaman dan menyenangkan.

Ada 2 larangan dan 1 pantangan jika ingin menuju Ponpes Terpadu Riyadlus Salam Bogor. Menurut Ustadz HM. Abdul Karim pantangan dan larangan tersebut wajib dipatuhi semua santri, guru dan pengunjung.

2 Larangan yang dimaksud adalah; 1) dilarang kapok (semoga betah untuk santri dan pengunjung semoga kembali lagi), 2) dilarang merokok di lingkungan ponpes. Sementara satu pantangan yang dimaksudkan oleh ustadz, yakni pantangan kapok tadi.

Pondok Pesantren Terpadu Riyadlus Salam Bogor menjanjikan bagi santri cukup dengan 9 bulan sudah hafidz Al Qur'an.

Bagaiamana, mau ????
Bang Imam saat mencoba jembatan bambu milik Ponpes

Alamat :
PONDOK PESANTREN TERPADU RIYADLUS SALAM BOGOR
Kp. Neglasari, Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Contak : HM. Abdul Karim 0817 15 6474, Ust. Sobary 0857 8218 9586, Ust. Cece 0858 6164 6361

Jumat, 22 Juli 2011

Siapa Saja Anggota Pokja Sanitasi Kota Bekasi ???

Anggota POKJA SANITASI Kota Bekasi. (Foto: Prawoto)

Kota Bekasi (BIB) - Dalam rangka penyusunan memorandum Strategi Sanitasi Kota Bekasi (SSK) dan menetapkan prioritas penanganan sanitasi, perlu dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) yang ditetapkan dengan Keputusan Walikota.


Tugas POKJA SANITASI KOTA BEKASI adalah :
1. Menyusun rencana strategis pembangunan sanitasi Kota Bekasi;
2. Menyusun rencana tindak lanjut pembangunan sanitasi Kota Bekasi;
3. Melakukan koordinasi dengan SKPD Kota Bekasi guna internalisasi program sanitasi di Kota Bekasi;
4. Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak Indonesia Sanitation Sector Development Internalisasi (ISSDP) pusat;
5. Melakukan Internalisasi ISSDP di Kota Bekasi;
6. Menyelenggarakan agenda-agenda ISSDP di Kota Bekasi;
7. Memfasilitasi Tim Kerja masyarakat Sanitasi dan Air;
8. Menyusun Memorandum Program Strategi Sanitasi Kota (Memorandum SSK) Kota Bekasi;
9. Menilai Rencana Kerja/anggaran pembangunan sarana sanitasi dan air;
10. Melaporkan tugasnya secara berkala kepada Walikota dan instansi penanggung jawab.

Kamis, 21 Juli 2011

Ini Dia Bunyi Deklarasi Pendidikan Karakter Tahun Ajaran 2011/2012


DEKLARASI SISWA, PENDIDIK, DAN TENAGA KEPENDIDIKAN UNTUK MELAKSANAKAN PENDIDIKAN KARAKTER

Kami, Siswa, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan Indonesia, dengan ini menyatakan: 

(1). Pancasila sebagai ideologi negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia harus mewujud dalam tingkah laku dan karakter bangsa Indonesia;

(2). Siap mempraktekkan nilai-nilai utama karakter bangsa: Beriman dan Bertakwa; Jujur dan Bersih; Santun dan Cerdas; Bertanggung Jawab dan Kerja Keras; Disiplin dan Kreatif; Peduli dan Suka Menolong.

(3). Siap membangun budaya belajar-mengajar di sekolah atas dasar nilai-nilai utama karakter bangsa.

(4). Bertekad untuk mengawal empat pilar kebangsaan: Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam proses pembelajaran.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan lahir dan batin untuk mewujudkan komitmen ini.

Jakarta, 12 Juli 2011
Kami Siswa, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan Indonesia

Rabu, 20 Juli 2011

VIDEO BADAN TRUK TERANGKAT SAAT ISI MUATAN DI TPS PERUMNAS II


BADAN TRUK TERANGKAT : Satu buah truk pengangkut sampah milik Dinas Kebersihan Kota Bekasi sedang mengangkut sampah dari TPS Perumnas II Jl. Gunung Gede Raya, Kayuringinjaya, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi, Rabu, 21 Juli 2011 melakukan akrobatik yang tidak semestinya. (Foto: Bang Imam)

Soal Citarum, Pemerintah Gagal !!!

Ekspedisi Citarum, Kompas 2011
BANDUNG (BIB) - Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Greenpeace bekerja sama dengan LP3ES mengenai Sungai Citarum, ternyata beberapa kesimpulannya cukup mencengangkan. Salah satunya adalah penilaian bahwa pemerintah sudah gagal dalam menangani pencemaran.


Hal tersebut diungkapkan Kurniawan Zein dari LP3ES di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (3/5/2011). Survei tersebut dilaksanakan terhadap 400 orang yang tersebar dari hulu hingga hilir selama April 2011. "Sebanyak 53-57 persen warga di daerah hulu menilai pemerintah gagal, sementara 50-64 persen warga di hilir berpendapat sama," ujar Kurniawan mengungkapkan hasil penelitiannya.


Hasil lain dari survei tersebut, lanjutnya, masyarakat di sepanjang sungai sebetulnya sudah memiliki pengetahuan bahwa sungai tersebut rusak parah dan pembuangan limbah sama dengan pelanggaran peraturan. Mayoritas responden, mencapai 72-76 persen, ternyata mengaku setuju untuk terlibat secara langsung bila pemerintah membuka tangan.

Sumber : Ekspedisi Citarum Kompas 2011