Senin, 16 Mei 2011

SOLUSI GURU HONORER : Bentuk Sistem Penyaringan Berdasarkan Rasio


M. Nuh Mendiknas dan Bang Imam
SAPULIDI (BEKASI) – Untuk mengatasi persoalan dan polemik terhadap kejelasan guru honorer, LSM Sapulidi memberikan beberapa alternatif yang merupakan sistem dan instrumen yang harus dijalankan—sehingga pengangkatan terprogram dengan baik sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah.

Ketua Tim Advokasi Guru Honorer dari LSM Sapulidi, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S., ST mengungkapkan penyelesaian guru honorer harus didasarkan pada rasio antara guru dengan siswa, guru dengan sekolah dan guru dengan rombongan belajar.

Selain itu tentunya harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta kebutuhan pada satuan pendidikan masing-masing berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar Pada Kabupaten/Kota.

“Untuk menghitung rasio bisa dilaksanakan dengan mengacu pada Permendiknas Nomor 39 Tahun 2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan. Karena amanat undang-undang tersebut ada 3 poin penting yang harus dilakukan pemerintah daerah utamanya kab/kota maksimal harus sudah terlaksana 2 tahun sejak permen itu diundangkan,” kata Bang Imam yang saat ini menjabat sebagai Direktur Bidang Sosial dan Pendidikan LSM Sapulidi.

Tiga poin yang dimaksud pada permen itu adalah;

(1) Pemerintah Kabupaten/Kota sudah harus memiliki rencana kebutuhan guru pada daerah masing-masing;

(2) Melakukan redistribusi kelebihan guru; dan

(3) Merencanakan rekruitmen guru baru.

“Dari 3 bahasan pokok tersebut, Pemerintah Daerah seharusnya merekrut kebutuhan guru dengan mengutamakan guru-guru yang sudah lama mengajar yang saat ini menjadi guru honorer. Termasuk kriteria lainnya adalah guru berprestasi, guru yang masa mengajarnya lebih lama, dan guru usia kritis,” jelas Bang Imam lagi.

KEBUTUHAN GURU

FKGS-SDN Kota Bekasi dengan Ketua DPRD, Azhar Laena
Berdasarkan data Analisa Guru Nasional Tahun 2009, kebutuhan guru di Kota Bekasi pada tahun 2011 adalah sekitar 263 orang dari semua jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK Negeri se-Kota Bekasi. Kebutuhan tersebut sudah termasuk pada semua mata pelajaran dan muatan lokal.

“Kedepan Pemkot Bekasi harus menyiapkan instrumen dan sistem untuk mengawal proses rekruitmen dan pengangkatan guru. Sehingga tenaga yang dihasilkan betul-betul profesional dalam bidangnya, bukan merupakan titipan oknum pejabat atau familinya,” kata Bang Imam. (red/admin LSM Sapulidi)   

KEBUTUHAN GURU PER MATA PELAJARAN DI KOTA BEKASI
(NUPTK 2009, Litbang LSM Sapulidi) 

MATA PELAJARAN
KEBUTUHAN
2010
2011
2012
2013
2014
TOTAL
Guru Agama
243
16
15
25
25
324
Penjaskes
194
14
13
13
16
250
Guru Kelas
668
39
54
55
53
869
PKN
31
15
12
12
14
84
Bahasa Indonesia
89
24
29
27
30
199
Bahasa Inggris
71
25
27
28
30
181
Matematika
32
9
25
26
29
121
IPA
1
7
12
13
16
49
IPS
1
0
0
0
14
15
Seni Budaya
71
12
15
14
16
128
TIK
115
12
12
12
13
164
MULOK
269
12
13
12
14
320
Bimbingan Konseling
208
27
27
29
28
319
Fisika
8
8
8
7
8
39
Biologi
9
7
8
7
8
39
Kimia
4
7
7
7
7
32
Sejarah
21
4
4
4
4
37
Geografi
12
4
4
4
5
29
Ekonomi
0
0
0
3
5
8
Sosiologi
17
5
4
5
4
35
Antropologi
8
4
4
4
4
24
Sastra Indonesia
9
4
4
4
4
25
Bahasa Asing
3
4
4
4
4
19
Keterampilan
37
4
4
4
5
54
Kewirausahaan
2
0
0
0
0
2
TOTAL
2.123
263
305
319
356
3.366

Mae Alumni ITB Berminat Ikut Relawan LSM Sapulidi


LSM Sapulidi ternyata banyak diminati orang. Selain menjadi advokasi kelompok marjinal, banyak tenaga profesional yang ingin bergabung menjadi relawan pada LSM ini.

Salah satunya, Mae. Alumni ITB ini berminat setelah mebaca kegiatan-kegiatan LSM Sapulidi yang memang konsen terhadap Bidang Pendidikan, Kesehatan, Sanitasi, Air Minum, Sampah, Lingkungan Hidup, Ekonomi, Transportasi dan Politik.
Berikut ini biodata singkat dan aktifitasnya selama ini ....

About Mae:
Siti Maemunah (called as Mae) finished her bachelor degree in Chemical engineering, ITB  at 2000 and then she earned her chemical engineering master degree from ITB and Rijkuniversiteit of Groningen (Netherland) at the same year, 2007. Both master degree were accomplished by getting scholarship from ITB and Delta Scholarship from Dutch Government. Her research mostly on alternative energy such as bioethanol and biodiesel from Indonesian plant such as cassava and castor oil. She was published her research on several national journal (JTKI) and seminar (CIEB by BBPT and in UGM). She was actively joined professional training and seminar such as training of Corrosive Technology in Oil and Chemical Plant (2006) and water treatment seminar in 2005 (Forshungzentrum Karlsruhe, Institute of Technical Chemistry Germany).

 She was involved in several university to government (U to G) project as project development engineer. Those project such as Bioethanol project in 2005-2006, Biodiesel project with BPPT in 2007, and for Pertamina (Develop Expert system project) in 2007-2008. She then continued her professional activities as project engineer in Corporate Engineering Departrment of Holcim for 3 years from 2008 to 2011. Her job was consolidated manufacturing data and reporting to Manufacturing Director. She was also done feasibility study for project in company and develop CAPEX proposal for potential project which will be delivered to BoD. In 2011 she decided to resign to focus on raising her first son, and took freelance job as trainer in private training company. Her training  course covered  risk management, project management approach, problem solving analysis and food safety subject. As for her profesional skill, she used to operated some laboratory device such as GC-MS, H-NMR, doing chemical & biology analysis such as titration, extraction, AAS, BOD&COD analysis, waste water analysis,  and microbial identification. Now, she join Sapu Lidi NGO to contibute by sharing her professional knowledge.



PERSONAL BIODATA:
Name                           : Siti Maemunah (Mae)
Address                       : Harvest City DA V no.5 Cileungsi, Bogor
Birth Place & Date      : Bandung, June 17th, 1981
Religion                       : Moslem
Phone number             : 081808981595
E-mail                          : maepsv81@yahoo.com

EDUCATION
Msc. Chemical Engineering, Rijkuniversiteit Grongingen (RUG), Netherland                  2006-2007
MT  Chemical Engineering, ITB (Double Degree Program)                                               2005-2007
ST   Chemical Engineering, ITB                                                                                          2000-2004
  • Relevant course work: Alternative Energy, Bioprocess Engineering, Chemical Organic, Analytical Chemical,  Measurement and Data Interpretation, Project Management, Economic Analysis in Manufacturing Area

PROFESSIONAL EXPERIENCE
Freelance Trainer for  Private & Public Company                                                           2011-present
Relevant training course: Risk Management, Food safety, Root Cause Analysis
i.e: RCA training for Badak (Gas company)

Corporate Engineer, Holcim Indonesia Tbk.                                                                     2008- 2011
Project Engineer, Cement and Industrial Development division

Process Engineer, Project for LPPM & PT. Pertamina                                                    2007-2008
“Expert System for Acid Gas Removal Unit”
Developed Expert system for Acid Gas Removal unit

Process Engineer, project for BPPT                                                                                   2007
Designed biodiesel Plant Oil from CPO

Process Development Engineer                                                                                            2005-2006
Bioethanol Research Group ITB

Assistant for Bioprocess Laboratory                                                                                   2003-2004
Bioprocess Laboratory of ITB

PROFESSIONAL SKILL
Engineering/Knowledge:  Alternative Energy, Bioprocess Engineering, Chemical Organic, Analytical Chemical, Measurement and Data Interpretation, Project Management, Economic Analysis in Manufacturing Area, SAP-PS (SAP Project System), ASTM
Computer: Microsoft Office, SAP & SAP-PS, Matlab, AutoCad
Laboratory: GC/MS, NMR, HPLC, titration, Extraction, AAS, BOD&COD analysis, waste water analysis, Microbial Identification


ACHIEVEMENTS
  • Rewarded Master scholarship from ITB for period of 2005-2007
  • Rewarded Delta Scholarship from RUG, Netherlands for period of 2006-2007

RESEARCH PUBLICATION

  • Research publication in The 4th Conference on Industrial enzyme and Bioindustry (CIEB), BPPT, 19-21 September 2006
  • Project Research Publication in Jurnal Teknik Kimia Indonesia (JTKI) at September 2006
  • Project Research in Seminar Nasional Munas BKKMTKI, UGM at September 14th, 2005

TRAINING/SEMINAR/COURSES

  • Finance Made Easy                                                                                                     2010
  • IT-Security                                                                                                                  2009
  • SAP-PS Training                                                                                                         2009   
  • Impacting your work Process, DDI                                                                            2008
  • Self Insight Awareness Training, IA-ITB                                                                  2007
  • The Gruber-Soedigdo Chemical lecture, held by RUG and ITB                                           2006
  • Training of Corrosive Technology in Oil and Chemical Plant,                                   2006
      PT. Humalin Sentra Energy
  • Water Treatment Seminar. Held by Forshungzentrum Karlsruhe                      2005
      Institute of Technical Chemistry Germany
  • KPP ITB Seminar : “Building new Paradigm for Industrial Policy in Indonesia”     2004
  • Safety in Oil Plant Company, IIPS                                                                            2004
  • Symposium Directions of Starch Innovation (AVEBE Netherland)                    2003

ORGANIZATION ACTIVITIES

Editor, Chemical Engineering Buletin, Himatek ITB                                                             2003-2004
General Secretary of technology Department, Kabinet ITB                                                  2003-2004
Senator (Rep. of Che.Eng. Student Congress) ITB                                                               2002-2003
Chief of funding Division, National Preliminary Plant Design Contest, ITB                        2003

Minggu, 15 Mei 2011

LSM Sapulidi Resmi Advokasi Guru Honorer Bekasi


Fitri Marhayati membacakan tuntutannya di depan Plt. Walikota
Karena ketidakjelasan nasib, Guru Honorer yang tergabung pada organisasi Forum Komunikasi Guru Sukarelawan Sekolah Dasar Negeri (FKGS-SDN) Kota Bekasi akhirnya mempercayakan kepada LSM Sapulidi sebagai Tim Advokasi penyelesaian nasib mereka.

Melalui Surat Permohonan Advokasi, Nomor: 005/FKGS-KOTA BKS/V/2011 tertanggal 12 Mei 2011, Ketua FKGS, Indah Widya Astuti, A.Ma.Pd dan Fitri Marhayati, S.Pd sebagai sekretaris menandatangani surat permohonan sekaligus membuat surat pernyataan agar LSM Sapulidi bersedia menjadi Tim Advokasi Guru Honorer dan Tenaga Tidak Tetap pada satuan pendidikan lainnya di Kota Bekasi.

LSM Sapulidi yang selama ini dikenal sebagai LSM pendidikan mengeluarkan surat bernomor 022/Dir.EKSF/V/2011 sebagai balasan dari permohonan menjadi Tim Advokasi.

Setelah terjadi kesepakatan, pengurus FKGS-SDN Kota Bekasi bersama Tim Advokasi LSM Sapulidi melakukan audienasi dengan Plt. Walikota Bekasi, DR. H. Rahmat Effendi, S.Sos., M.Si di ruang kerja Plt. Walikota pada Jum’at, 13 Mei 2011. Kemudian dilanujutkan dengan audiensi ke Ketua DPRD Kota Bekasi, H. Azhar Laena.

Dalam kesempatan audiensi tersebut, FKGS kembali meminta agar Pemkot Bekasi serius memperjuangkan nasib mereka agar segera diangkat menjadi CPNS. Tuntutan lainnya meminta BKD segera menyerahkan data base Kategori II ke BKN.

“Kami juga meminta agar memprioritaskan guru honorer mengisi formasi CPNS yang ada,” kata Fitri, juru bicara forum di hadapan Plt. Walikota.

saat audiensi dengan Ketua DPRD
Jika pengangkatan CPNS dirasa terganjal pada aturan, karena RPP Guru Honorer belum rampung di pusat, FKGS meminta mereka dimasukkan dalam peserta sertifikasi guru. “Karena hingga saat ini, guru honorer belum ada yang disertifikasi,” kata Fitri yang mengajar di SDN Durenjaya IV Bekasi Timur ini.

Terpisah, Bang Imam Direktur Sosial dan Pendidikan sekaligus Ketua Tim Advokasi Guru Honorer mengatakan karena keterbatasan kuota pengangkatan CPNS tiap tahunnya, sebaiknya bisa disiasati dengan pembuatan rasio. “Salah satu upaya yang harus dilakukan Pemkot Bekasi untuk mengatasi masalah guru honorer adalah dengan membuat rasio. Sehingga, kebutuhan akan formasi guru lebih jelas,” kata Bang Imam.

Hingga saat ini tercatat guru honorer Kategori II di Kota Bekasi mencapai 2386 orang. Mereka tersebar di semua jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK Negeri. Termasuk tenaga kependidikan yang bertugas sebagai penjaga sekolah, tata usaha dan tenaga administrasi lainnya pada satuan pendidikan.

Bahkan, menurut Ani Sujatmiko, Wakil Ketua FKGS-SDN Kota Bekasi dari data yang diperolehnya, masih terdapat tenaga guru dan administrasi di Kota Bekasi yang mengajar di atas tahun 2005 yang mencapai 2.374 orang. “Mungkin bisa lebih, karena data ini selalu berubah-ubah. Diperkirakan sekitar 7.000-an guru,” kata Ani lagi.  (admin LSM Sapulidi)