Minggu, 15 Mei 2011

LSM Sapulidi Resmi Advokasi Guru Honorer Bekasi


Fitri Marhayati membacakan tuntutannya di depan Plt. Walikota
Karena ketidakjelasan nasib, Guru Honorer yang tergabung pada organisasi Forum Komunikasi Guru Sukarelawan Sekolah Dasar Negeri (FKGS-SDN) Kota Bekasi akhirnya mempercayakan kepada LSM Sapulidi sebagai Tim Advokasi penyelesaian nasib mereka.

Melalui Surat Permohonan Advokasi, Nomor: 005/FKGS-KOTA BKS/V/2011 tertanggal 12 Mei 2011, Ketua FKGS, Indah Widya Astuti, A.Ma.Pd dan Fitri Marhayati, S.Pd sebagai sekretaris menandatangani surat permohonan sekaligus membuat surat pernyataan agar LSM Sapulidi bersedia menjadi Tim Advokasi Guru Honorer dan Tenaga Tidak Tetap pada satuan pendidikan lainnya di Kota Bekasi.

LSM Sapulidi yang selama ini dikenal sebagai LSM pendidikan mengeluarkan surat bernomor 022/Dir.EKSF/V/2011 sebagai balasan dari permohonan menjadi Tim Advokasi.

Setelah terjadi kesepakatan, pengurus FKGS-SDN Kota Bekasi bersama Tim Advokasi LSM Sapulidi melakukan audienasi dengan Plt. Walikota Bekasi, DR. H. Rahmat Effendi, S.Sos., M.Si di ruang kerja Plt. Walikota pada Jum’at, 13 Mei 2011. Kemudian dilanujutkan dengan audiensi ke Ketua DPRD Kota Bekasi, H. Azhar Laena.

Dalam kesempatan audiensi tersebut, FKGS kembali meminta agar Pemkot Bekasi serius memperjuangkan nasib mereka agar segera diangkat menjadi CPNS. Tuntutan lainnya meminta BKD segera menyerahkan data base Kategori II ke BKN.

“Kami juga meminta agar memprioritaskan guru honorer mengisi formasi CPNS yang ada,” kata Fitri, juru bicara forum di hadapan Plt. Walikota.

saat audiensi dengan Ketua DPRD
Jika pengangkatan CPNS dirasa terganjal pada aturan, karena RPP Guru Honorer belum rampung di pusat, FKGS meminta mereka dimasukkan dalam peserta sertifikasi guru. “Karena hingga saat ini, guru honorer belum ada yang disertifikasi,” kata Fitri yang mengajar di SDN Durenjaya IV Bekasi Timur ini.

Terpisah, Bang Imam Direktur Sosial dan Pendidikan sekaligus Ketua Tim Advokasi Guru Honorer mengatakan karena keterbatasan kuota pengangkatan CPNS tiap tahunnya, sebaiknya bisa disiasati dengan pembuatan rasio. “Salah satu upaya yang harus dilakukan Pemkot Bekasi untuk mengatasi masalah guru honorer adalah dengan membuat rasio. Sehingga, kebutuhan akan formasi guru lebih jelas,” kata Bang Imam.

Hingga saat ini tercatat guru honorer Kategori II di Kota Bekasi mencapai 2386 orang. Mereka tersebar di semua jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK Negeri. Termasuk tenaga kependidikan yang bertugas sebagai penjaga sekolah, tata usaha dan tenaga administrasi lainnya pada satuan pendidikan.

Bahkan, menurut Ani Sujatmiko, Wakil Ketua FKGS-SDN Kota Bekasi dari data yang diperolehnya, masih terdapat tenaga guru dan administrasi di Kota Bekasi yang mengajar di atas tahun 2005 yang mencapai 2.374 orang. “Mungkin bisa lebih, karena data ini selalu berubah-ubah. Diperkirakan sekitar 7.000-an guru,” kata Ani lagi.  (admin LSM Sapulidi)

Rabu, 04 Mei 2011

PKM 2 TKPSDA 6 CI : Tekankan Partisipasi Masyarakat


Jakarta, 04 Mei 2011

PKM 2 BBWS CILIWUNG-CISADANE/Foto: Bang Imam
Banyak kegiatan pemerintah dalam pengendalian ruang terbuka hijau (RTH) kurang didukung oleh masyarakat. Misalnya pengendalian HGB, pembuatan sumur resapan, lubang biopori dan pembebasan sempadan sungai. Bahkan BPN sebagai instansi yang mengurusi pertanahan dianggap kurang paham dalam mengenal pemanfaatan dan kewenangan sungai.

Benang merah tersebut merupakan salah satu kesimpulan dalam Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) 2 BBWS Ciliwung-Cisadane yang dilaksanakan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian-Cisadane-Ciliwung-Citarum yang biasa di sebut 6 Ci ini.

Acara PKM 2 ini merupakan tindak lanjut dari tugas dan fungsi anggota TKPSDA 6 CI yang sudah terbentuk sejak bulan Desember 2010 lalu berdasarkan SK Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 594/KPTS/M/2010 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian-Cisadane-Ciliwung-Citarum (WS 6 CI).

Partisipasi Kelompok Masyarakat baik pemakai air maupun kelompok kepentingan lain seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) merupakan mitra dan sekaligus pintu utama mensosialisasikan program pengelolaan, pemanfaatan  dan pengendalian sumber daya air.

“Partisipasi masyarakat merupakan salah satu kunci utama mensukseskan program TKPSDA. LSM yang diangkat sebagai anggota, bertanggungjawab menjadi duta mewakili tim diwilayah masing-masing untuk mensosialisasikan pentingnya mengelola, memanfaatkan, dan memakai air secara bertanggungjawab,” kata Tengku Imam Kobul Moh. Yahya, Direktur Bidang Sosial dan Pendidikan LSM Sapulidi yang juga menjadi salah satu anggota TKPSDA WS 6 CI yang mewakili Bekasi ini. 

Ia berharap peran serta LSM dapat lebih kongkrit. Mengingat, mereka adalah merupakan bagian dari perwakilan masyarakat yang sering menyuarakan kepentingan dan mengkomunikasikannya kembali kepada steakholder dan pemerintah.

“Termasuk tak kalah pentingnya koordinasi antara lintas pemda perlu dilakukan. Mislanya didalamnya pembuatan peraturan daerah sebaiknya tidak bertentangan satu sama lain,” kata Bang Imam panggilan akrabnya.

Pembahasan dalam PKM 2 sendiri terdiri dari 5 subjek tema utama. Yaitu; masalah konservasi, pendayagunaan sumber daya air, pengendalian daya rusak air, sistem informasi sumber daya air, dan pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat, swasta dan pemerintah.

Pelaksanaan PKM 2 Wilayah Ciliwung-Cisadane dilaksanakan di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan. Selain dihadiri anggota TKPSDA WS 6 CI baik dari unsur pemerintah maupun masyarakat, juga dihadiri dari Dewan Sumber Daya Air, BPSDA, BBWS Ciliwung-Cisadane, BBWS Citarum, BBWS Cidanau-Ciujung-Cidurian, Konsultan IWRM dan unsur pemerintah yang berkepentingan.

Acara dibuka oleh Ketua TKPSDA, Ibu Sarwo Handayani. (red/001/adm)

Kamis, 14 April 2011

PKM 2 TKPSDA, KAMIS, 28 APRIL 2011

Kepada YTH.
Bapak/Ibu Anggota TKPSDA WS 6 Ci dari Unsur Non Pemerintah
Di Tempat

Dengan Hormat,
Bersama dengan ini kami sampaikan bahwa PKM 2 untuk Ciliwung – Cisadane yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 13 April 2011 lalu kami undur menjadi hari Kamis tanggal 28 April 2011 bertempat di Hotel Grand Kemang, Kami mohon maaf atas terjadinya hal tersebut. Undangan akan segera kami email/fax kepada Bapak dan Ibu.
Demikian Hal ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

Hormat Kami,
Sekretariat Utama TKPSDA WS 6 CiRetty / 021- 99870204

Sabtu, 09 April 2011

Kejagung Akan Kembangkan Kasus Korupsi Jasa Konsultan

Sabtu, 09 April 2011

JAKARTA – Kejaksaan Agung menyatakan tidak tertutup kemungkinan pejabat di Kementerian Pekerjaan Umum akan ditetapkan sebagai tersangka.

Pejabat yang bersangkutan diduga terkait korupsi dalam proyek jasa konsultan pada kegiatan Water Resources and Irrigation Management Project (WISMP) di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air pada 2007-2009 yang merugikan keuangan negara 6,5 miliar rupiah.

Hal itu terjadi setelah warga negara Italia yang menjabat Kepala Perwakilan C Lotti & Associate for Indonesia, Giovanni Gandolfi , ditangkap jajaran intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan penyidik Kejaksaan Agung dari kediamannya di Apartemen SCBD Kavling 52-53 kamar 7C, Jakarta Selatan, Kamis (7/4) malam.

“Kalau nantinya, setelah pengembangan dari pemeriksaan terhadap Giovanni, ternyata ada keterlibatan dari PU, tentunya akan segera ditindaklanjuti,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Noor Rachmad, di Jakarta, Jumat (8/4). Karena itu, kata dia, pihaknya akan memeriksa kembali tersangka Giovanni Gandolfi .

“Pemeriksaan Giovanni akan dituntaskan. Penyelidikan kasus itu sendiri telah berlangsung sejak awal 2011. Kerugian dugaan tindak pidana korupsi itu 6,5 miliar rupiah,” katanya. Ia menambahkan dari pemeriksaan saat ini, belum diketahui apakah perbuatan Giovanni itu dilakukan sendiri atau apakah ada pihak lainnya.

”Tentunya semua pihak yang terlibat dalam kasus itu harus bertanggung jawab,” katanya. Ia menegaskan bukan hanya pejabat PU yang bisa ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu. ”Tapi siapa pun yang terkait dalam pelaksanaan proyek ini, tentu akan ditindaklanjuti oleh tim penyidik,” katanya. (eko/N-1) 


Sumber : KORAN JAKARTA

Jumat, 11 Maret 2011

Debit Air Waduk Saguling Menyusut

DERETAN Rakit penjaring ikan sedang mencari ikan di Waduk Saguling yang debit airnya menyusut, di daerah Sasak Bubur, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten bandung Barat, Kamis (10/3). Rendahnya curah dan intensitas hujan di Daerah Aliran Sungai Citarum membuat tinggi muka air (TMA) Waduk Saguling terus turun mendekati titik kritis pada dua bulan terakhir. TMA Waduk Saguling, Rabu (9/3), tercatat hanya 5,23 meter di atas titik terendah operasional waduk (625 mdpl).*

KRISHNA AHADIYAT/"PRLM"