Minggu, 02 Agustus 2026

Dampak Kemarau di Provinsi Jawa Barat Tahun 2026

205.567 Jiwa Terdampak


Cikarang (BHC) -
Kekeringan akibat musim kemarau pancang terjadi di Indonesia sejak bulan Juli 2026. Provinsi Jawa Barat per akhir Juli 2026, terdampak bencana kekeringan sudah terjadi di 15 kabupaten/kota, 89 kecamatan dan 194 desa/kelurahan dengan jumlah korban terdampak mencapai 205.567 jiwa.

Provinsi Jawa Barat melalui BPBD telah mendistribusikan air bersih mencapai 4.013.500 liter.

Yang paling terdampak di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Karawang, Kota Sukabumi, Kota Bogor, Kota Banjar, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Purwakarta.

Di Kabupaten Bogor misalnya, dampak kekeringan di 24 kecamatan dan 84 desa/kelurahan dengan warga terdampak mencapai 107.109 jiwa atau 31.160 KK.

Kabupaten Bogor telah mendapatkan suplai air bersih dari BPBD mencapai 847.500 liter.

Kemudian di Kabupaten Bekasi jumlah terdampak kekeringan terjadi di 9 kecamatan dan 18 desa/kelurahan. Total jumlah terdampak kekeringan di daerah ini sekitar 26.995 jiwa.

Kabupaten Bekasi menjadi yang paling banyak mendapatkan distribusi air bersih, sampai dengan 2.232.000 liter.

Sebaliknya kekeringan juga sedang diatasi di Kabupaten Tasikmalaya. Wilayah Priangan ini telah menerima penyaluran air bersih mencapai 219.000 liter untuk 24.517 jiwa terdampak yang tersebar di 12 kecamatan dan 18 desa/kelurahan.

BENCANA ALAM

Kekeringan akibat kemarau panjang menurut undang-undang termasuk bencana alam. 

Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, jenis bencana di Indonesia termasuk;

1. Bencana Alam yang disebabkan oleh alam

  • Gempa Bumi
  • Letusan Gunung Api
  • Tsunami
  • Banjir
  • Kekeringan
  • Tanah Longsor
  • Kebakaran Hutan
  • Angin Topan

2. Bencana Non Alam

  • Epidemik
  • Gagal Tekjnologi
  • Gagal Modernisasi
  • Wabah Penyakit

3. Bencana Sosial yang disebabkan oleh manusia

  • Konflik Sosial
  • Teror

KABUPATEN BEKASI

Dampak kekeringan di Kabupaten Bekasi menjadi yang terparah seperti yang terjadi di wilayah bagian Selatan Kabupaten Bekasi. Wilayah Cibarusah, Bojongmangu dan Serangbaru menjadi daerah terparah di Wilayah Selatan Bekasi.

Kecamatan Cibarusah misalnya terjadi di Kampung Cihanjuang RT.002 RW.006, Desa Ridogalih terdampak mencapai 400 jiwa atau 160 KK. Distribusi air bersih juga dilakukan di Kampung Putat, Kampung Cihoe dan Kampung Korod.

Selain itu, distribusi air bersih juga sudah dilakukan di Desa Nagasari, Kecamatan Serangbaru.

Sementara itu Wilayah Utara Kabupaten Bekasi juga terjadi kekeringan dan sudah mendistribusikan air bersih di wilayah Kampung Babakan Rengas, Desa Karang Segar, Kecamatan Pebayuran.

Data BPBD Kabupaten Bekasi per 31 Juli 2026, dampak kekeringan di Kabupaten Bekasi terjadi di 9 kecamatan, 23 desa dan dengan 102 titik lokasi terdampak.

Bahkan sudah berdampak luas terhadap kekeringan lahan sawah sekitar 3.002 hektar.

#BangImamBerbagi #DewanSumberDayaAirProvinsiJawaBarat #BPBD #2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara dan komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar. jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke email: bangimam.kinali@gmail.com, WA 0813-14-325-400, twitter: @BangImam, fb: Bang Imam Kinali Bekasi, ig: bangimam_berbagi