Minggu, 27 September 2026

Banjir Yang Direncanakan

Jika Banjir Selalu Berulang Tiap Tahun, Maka Banjir Itu Direncanakan, Bukan Lagi Musibah

Banjir sebetulnya bisa dicegah dan diantisipasi. Karena banjir pada dasarnya disebabkan karena kerusakan tutupan lahan hutan lindung di hulu yang masif akibat ulah manusia. 

Sehingga, Banjir Tidak Tepat Disebut Musibah, Melainkan Banjir Merupakan Masalah Tahunan Yang Direncanakan.

Banjir Menjadi Problematik dan Sekaligus Potret Ketidakmampuan Pemerintah Mengendalikan Perusakan Tutupan Lahan Hutan Lingdung di Hulu, Pemukiman Yang Serampangan di Sempadan Sungai, dan Tertutupnya Drainase-Drainase Perkotaan Yang Tidak Pernah Dibersihkan.

Pencegahan Yang Harus Dilakukan Saat ini Wajib Ekstrim, Kembalikan Hutan Seperti Semula, Merdekakan Sempadan Sungai, dan Buka Kembali Drainase Yang Sudah Ditutup.

Setelah aksi ekstrim ini, barulah pengelolaan dan persahabatan dengan banjir dapat dilakukan dengan Normalisasi, Naturalisasi, buat Embung, Danau Buatan, Situ, Waduk, Bendungan, Tanggul Penahan Tebing Yang Rawan Longsor di Tepi Sungai, Pompa Air, dan juga Kanal Banjir serta Ruang Limpah Sungai.

Nah, ini semua adalah Cara Dalam Pengendalian Banjir, Bukan Mencegah dan Menghentikan Banjir.

Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat Periode 2022-2027, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, mengakui bahwa Bencana Banjir di Indonesia Merupakan Bencana Banjir Yang Dibuat dan Direncanakan oleh Manusia Itu Sendiri.

Bang Imam, panggilan akrabnya yang tinggal di Bekasi ini merasakan, bahwa hampir seluruh Wilayah Indonesia kini sudah tidak ada yang bebas dari Banjir.

"Bahkan Sudah Menjadi Agenda Tahunan. Artinya, Banjir Itu Tamu Yang Diundang dan Direncanakan. Karena Kita Merusak Alam di Hulu dan Tepi Sungai," jelasnya.

Dia menambahkan, jika ingin bebas dari banjir dan benar-benar aman dari Banjir, mulai hari ini kita Wajib Menghutankan Kembali Jalur Hutan, Jalur Hijau dan Jalur Sempadan Sungai.

"Dan jangan menutup drainase di depan rumahmu. Jika kamu menutup drainase dan tidak lagi dapat dibersihkan setiap tahun, artinya kamu juga sudah merencanakan banjir untuk dirimu sendiri dan keluarga serta tetanggamu," kata Bang Imam lagi.

Pertanyaan berikutnya, Masih Perlukah Embung, Waduk, Danau, Bendungan, Normalisasi dan Naturalisasi?

Tentu ini masih perlu. Embung, Waduk, Danau, Bendungan, Normalisasi dan Naturalisasi diperlukan untuk Mencegah Bencana Berikutnya Usai Musim Hujan, Yaitu Musim Kemarau. Dengan Embung, Waduk, Danau, Normalisasi dan Naturalisasi kita Dapat Menabung Air Hujan Sebanyak-Banyaknya Untuk Bekal di Musim Kemarau.

Karena, sedianya di Indonesia secara teori Dalam 1 Tahun Musim Hujan Cuma 5-6 Bulan dan Musim Kemarau 6-7 Bulan. Artinya, Menabung Hujanlah Saat Musim Hujan dan Memanen Hujanlah Saat Musim Kemarau Tiba.

Jika ini yang dilaksanakan, maka lagu "Kolam Susu" versi Koes Plus bahwa "Tongkat Kayu dan Batu Jadi Tanaman" akan tercapai.

Sehingga, Kekayaan Alam Indonesia Yang Melimpah dan Memakmurkan dan Mensejahterakan Rakyatnya. Petani akan Kembali Ke Sawah dan Berkebun, Tidak Perlu Lagi Berdesak-desakan Mencari Kerja di Kota-kota Metropolitan.

Ayo..Hapus Bencana Banjir Yang Direncanakan dari Bumi Indonesia ini...

*Tengku Imam Kobul Moh Yahya S 

  • ikut membuat Buku Sanitasi Kota Bekasi 2010
  • Anggota Pokja Kegiatan Penyusunan Materplan Ruang Terbuka Hijau di Kota Bekasi Tahun 2012
  • Anggota Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi Kota Bekasi
  • Anggota Komisi Penilai Amdal Kota Bekasi 2014-2022
  • Anggota Tim Kajian Penetapan Garis Sempadan Sungai Bekasi 2019-2021
  • Anggota Tim Kajian Penetapan Garis Sempadan Sungai Cikeas 2019-2021
  • Anggota Tim Kajian Penetapan Garis Sempadan Situ Rawalumbu
  • Anggota TKPSDA WS 6CI 2010-2013 (Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian, Ciliwung, Cisadane dan Citarum)
  • Anggota TKPSDA WS 2CI 2013-2018 (Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane)
  • Anggota TKPSDA WS 2CI 2018-2023 
  • Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat 2022-2027.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan memberikan komentar yang tidak menghasut, memfitnah, dan menyinggung sara dan komentar menjadi tanggung jawab pemberi komentar. jika komentar lebih panjang dan memerlukan jawaban bisa ke email: bangimam.kinali@gmail.com, WA 0813-14-325-400, twitter: @BangImam, fb: Bang Imam Kinali Bekasi, ig: bangimam_berbagi