Selasa, 12 Mei 2026

Ini Daftar Perguruan Tinggi Negeri Menurut Wilayah di Indonesia Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Dari 38 provinsi di Indonesia semua sudah memiliki perguruan tinggi negeri. Kecuali Provinsi Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia berbagai macam bentuk mulai dari universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik hingga akademi komunitas. 

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek) mengelola universitas, institut, politeknik dan akademi komunitas.

BACA JUGA : Akreditasi Kampus Kementerian/Lembaga (K/L) Tahun 2026

Sedangkan di Kementerian Agama (Kemenag) umumnya perguruan tinggi negerinya berupa universitas, institut dan sekolah tinggi. Untuk di Kementerian Agama hampir semua agama sudah memiliki perguruan tinggi negeri.

Sebut saja perguruan tinggi negeri Agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu.

Senin, 11 Mei 2026

Akreditasi Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Perguruan Tinggi Negeri (PTN) baik akademik, vokasi maupun perguruan tinggi keagamaan negeri menjadi incaran dalam PMB Tahun Akademik 2026/2027 ini.

Kenyataan di lapangan, ternyata tidak semua lo perguruan tinggi negeri yang dianggap "Bagus". Jika dilihat dari perolehan Akreditasi Perguruan Tinggi, masih banyak perguruan tinggi negeri memiliki akreditasi paling bawah, sebut saja akreditasi "B", bahkan ada perguruan tinggi negeri yang cuma memiliki "Terakreditasi".

Namun, umumnya sudah memiliki Akreditasi "Unggul" dan "Baik Sekali" sebagai predikat akreditasi perguruan tinggi yang sudah paling bagus di Indonesia.

Minggu, 10 Mei 2026

Daftar Akreditasi Kampus Kementerian dan Lembaga di Indonesia Tahun 2026


Jakarta (BHC) -
Sejumlah kampus Kementerian/Lembaga (K/L) masih banyak yang mendapatkan Akreditasi A dan B.

Sedangkan yang sudah mendapatkan Akreditasi "Unggul" hanya berkisar 17 perguruan tinggi.

Diantaranya;

  1. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (Unggul)
  2. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta (Unggul)
  3. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (Unggul)
  4. Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai (Unggul)
  5. Politeknik Statistika STIS (Unggul)
  6. Politeknik Pariwisata NHI Bandung (Unggul)
  7. Politeknik STTT Bandung (Unggul)
  8. Politeknik Angkatan Laut (Unggul)
  9. Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang (Unggul)
  10. Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (Unggul)
  11. Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta (Unggul)
  12. Politeknik Pelayaran Surabaya (Unggul)
  13. Politeknik Penerbangan Surabaya (Unggul)
  14. Politeknik Pariwisata Bali (Unggul)
  15. Politeknik Pariwisata Lombok (Unggul)
  16. Politeknik Pariwisata Makassar (Unggul)
  17. Akademi Angkatan Udara (Unggul)
  18. Akademi Militer Magelang (Unggul)

Selebihnya mendapatkan Akreditasi "Baik Sekali" dan "Baik".

Sabtu, 09 Mei 2026

Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Kampus Muhammadiyah di Indonesia Tahun 2026


Semarang (BHC) -
Perguruan dan Organisasi Muhammadiyah termasuk Aisyiyah dan Ahmad Dahlan memiliki perguruan tinggi yang tersebar di seantero nusantara.

Mulai dari Aceh sampai dengan Papua sudah "terjajah" oleh pendidikan bentukan Muhammadiyah. Tercatat, Provinsi Jawa Tengah yang paling banyak memiliki perguruan tinggi yakni sebanyak 22 lembaga. Disusul Provinsi Jawa Timur dengan 19 lembaga.

Kemudian Provinsi Jawa Barat sebanyak 13 lembaga dan Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 11 lembaga.

Daftar di Kampus Muhammadiyahhttps://sbmptmu.id/

Jumat, 08 Mei 2026

Jumlah Guru Honorer Tahun 2024

3.377.277 Guru


Jakarta (BHC) -
Jumlah Guru Tahun 2024 sebanyak 3.377.277 guru. Terdiri dari 486.452 guru PAUD, 1.509.890 Guru SD, 682.846 Guru SMP, 346.588 Guru SMA, 324.025 Guru SMK, dan 27.476 Guru SLB.

Berapa Guru Honorer 2024?

Berdasarkan Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemedikdasmen) jumlah guru honorer (Non ASN) sebanyak 1.334.623 Guru. Setara dengan 39,51%.

BACA JUGA : PPPK Paruh Waktu di Indonesia Tahun 2025

Dengan rincian;

  • PAUD = 460.733 orang (94,71%)
  • SD = 254.609 orang (34,74%)
  • SMP = 279.302 orang (40,90%)
  • SMA = 138.208 orang (39,88%)
  • SMK = 185.983 orang (57,40%)
  • SLB = 15.788 orang (57,46%)
Artinya, jumlah ASN sebanyak 2.042.654 Guru.